
Setelah kepergian Ken, akhirnya Leta pun dapat bernafas lega.
"Ah syukurlah dia sudah pergi, sebaiknya aku segera pergi juga sebelum dia kembali." Batin Leta sembari melepaskan seatbelt yang terpasang di tubuhnya.
Dengan hati yang gelisah, Leta pun mulai meraih pintu mobil dan membukanya sambil mengamati minimarket yang berada di sampingnya itu. Leta kemudian bergegas turun dari dalam mobilnya, tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobil itu, kemudian ia berlari sejauh mungkin dari tempat tersebut. Orang-orang yang melihatnya pun merasa heran dan bertanya-tanya, namun Leta sama sekali tidak memperdulikannya. Yang ada di dalam pikiran Leta saat ini adalah kabur sejauh mungkin dari laki-laki mesum itu.
Setelah di rasa sudah jauh, Leta pun menghentikan langkah kakinya, ia mulai mengatur nafasnya yang ngos-ngosan, lalu ia tersenyum dan berteriak kegirangan.
"Aaaaahhh.... Akhirnya aku bisa melarikan diri dari dia." Teriak Leta dengan lantang.
"Persetan dengan laki-laki mesum itu, pokoknya malam ini aku harus lari dari dia, kalau bisa aku lari selamanya saj dari dia. Ah tapi itu tidak mungkin, dia pasti dapat menemukan aku kembali. Terserahlah yang terpenting malam ini aku bisa bebas dari cengkramannya. Sebaiknya malam ini aku nginap saja di rumah Arsha, soalnya kalau aku pulang ke rumah paman, si laki-laki mesum itu pasti akan sangat mudah menemukanku." Ucap Leta dengan nada suaranya yang lumayan keras membuat seseorang terganggu.
"Astaga... Kenapa kamu sangat berisik sekali nona! Apakah kamu ini keturunan tarzan?" Tanya seorang laki-laki yang tiba-tiba saja turun dari atas pohon membuat Leta sangat terkejut.
"Aaaarghhh kamu,,,, kamu siapa? Kenapa kamu bisa tiba-tiba muncul di sini? Apakah kamu setan? Ah tidak,,,, kamu pasti roh gentayangan, atau kamu hantu penunggu pohon ini?" Leta mulai mundur beberapa langkah, ia menatap wajah laki-laki itu dengan takut.
"Nona... "
"STOP! Jangan mendekat." Teriak Leta ketika laki-laki itu hendak mendekatinya yang ketakutan.
__ADS_1
"Sialan! Gue tampan begini di bilang hantu. Dasar perempuan aneh." Batin laki-laki itu sembari menatap Leta dengan kesal.
"Hey, nona! Jaga bicaramu. Gue bukan hantu ataupun setan, lihat baik-baik wajahku, mana ada hantu setampan diriku. Dasar wanita aneh!" Seru laki-laki itu dengan raut wajahnya yang kesal.
"Kalau kamu bukan hantu ataupun setan, lalu kenapa kamu tiba bisa ada di sini?" Tanya Leta heran.
"Aku sudah berada di sini sebelum kamu teriak-teriak seperti tarzan tadi. Dan kamu tahu, kalau kamu itu sudah mengganggu ketenangan ku. Jadi kamu harus bertanggung jawab." Ucap laki-laki itu mulai memperlihatkan senyuman di wajahnya.
"Jangan membohongiku, jelas-jelas tadi tidak ada siapa-siapa di sini. Dan kamu tiba-tiba saja muncul seperti jelangkung." Sahut Leta kesal.
"Ya karena tadi aku sedang berada di atas pohon, jadi kamu tidak akan melihatnya." Ucap laki-laki itu sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Astaga... Kenapa pikiranmu sangat aneh sekali, jaman sekarang mana ada kelelawar tampan sepertiku. Dan kalaupun memang ada itu hanya di negeri dongeng saja. Dasar perempuan aneh." Ucap laki-laki itu sembari menatap Leta.
"Kamu yang aneh, orang normal tidak mungkin berada di atas pohon malam-malam begini. Kecuali dia saiton." Dengus Leta terlihat semakin kesal.
"Ckkk... Aku tidak perlu memberitahu alasanku mengapa aku bisa berada di atas pohon ini. Tapi yang jelas kamu sudah mengganggu ketenangan ku dan membuatku terkejut dan kamu harus bertanggung jawab, mengerti." Ucap laki-laki itu tidak mau kalah.
"Dasar aneh! Aku hanya berteriak saja kamu memintaku untuk bertanggung jawab." Ucap Leta tanpa menatap laki-laki tersebut. Leta hanya fokus dengan jari-jarinya yang sedang mengetik dan memesan taksi online.
__ADS_1
"Perempuan ini, bahkan dia tidak menatapku saat berbicara. Apakah wajah tampan ku ini sudah tidak menarik lagi?" Batin laki-laki itu sembari menatap Leta dari samping.
"Nona, jika aku sedang berbicara denganmu, kamu harus menatap ke arahku." Laki-laki itu berjalan dan berdiri tepat di hadapan Leta.
"Minggir! Aku mau pulang." Bukannya menjawab Leta justru menyuruh laki-laki itu untuk minggir, benar-benar menyebalkan.
"Hey nona, bisakah kamu bertanggung jawab dulu sebelum kamu pulang?" Tanya laki-laki itu tetap berdiri di tempatnya.
"Kamu mau aku tanggung jawab bagaimana? Memberimu uang? Aku tidak punya uang banyak." Ucap Leta semakin kesal terhadap laki-laki itu.
"Aku tidak butuh uangmu nona, kamu cukup mentraktirku minum saja. Bagaimana?" Sahut laki-laki itu sembari memperlihatkan senyumannya yang manis.
"Kamu lihat disana ada pesawat jatuh. Astagaa.... " Ucap Leta sembari menunjuk ke atas membuat mata laki-laki itu dengan refleks mengikuti arah tunjuk jari Leta.
"Mana, tidak ada pesawat jatuh, sepertinya kamu salah lihat no.... Na.. Ah sial! Bagaiamana mungkin aku bisa di bodohi oleh perempuan aneh itu. Astaga Galang, lo itu bukan anak kecil lagi, lo itu sudah dewasa sekarang, masih saja bisa d bodohi. Tapi perempuan aneh itu cukup menarik." Ucap laki-laki itu yang bernama Galang.
Ia tersenyum ketika melihat Leta berlari kecil setelah berhasil membodohi nya, Galang berniat untuk mengejarnya, namun sayangnya wanita yang ia anggap aneh itu sudah masuk ke dalam taksi online.
"Semoga kita bisa bertemu lagi nona aneh!" Batin Galang sembari menatap kepergian taksi online tersebut
__ADS_1
Bersambung.....