
Ray sudah masuk ke dalam mobilnya, ia menatap Leta dengan sendu dari balik kaca mobil itu. "Maafkan aku Leteshia, aku memang laki-laki pengecut, bahkan aku tidak mampu untuk membawamu pergi bersamaku. Tetapi, aku berjanji aku akan merebutmu kembali dari sisinya." Batin Ray tanpa melepaskan pandangannya dari gadis yang cintainya itu.
Ray menghembuskan nafasnya kasar, lalu setelah itu ia pun mulai melajukan kendaraan roda empatnya secara perlahan. Meninggalkan Leta dengan perasaan bersalah dan juga amarahnya.
Setelah Ray pergi, Ken pun membawa Leta untuk menuju mobilnya.
"Lepaskan aku." Ucap Leta dingin sambil berusaha untuk menarik tangannya dari genggaman calon suaminya itu.
"Kau masih berani bertemu dengannya di belakangku, dan sekarang kau memintaku untuk melepaskanmu, jangan bermimpi, Leteshia." Sahut Ken masih di liputi amarahnya.
"Itu bukan urusanmu tuan! Terserah aku mau bertemu dengan siapapun juga, itu hakku." Seru Leta lantang. Sepertinya ia lupa jika saat ini ia sudah menjadi calon istri si laki-laki pencemburu itu.
Ken langsung menghentikan langkah kakinya, ia menatap sang pujaan hatinya dengan kesal. "Oh bagus sekali kamu, Leteshia. Apakah kamu lupa, aku ini siapa heh! Jangan memancingku, Leteshia. Karena aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, lebih baik kamu menjadi gadis penurut dan tidak melanggar ucapanku. Mengerti." Ucap Ken dengan nada suara yang sangat dingin membuat Leta seketika terdiam.
Leta tidak berani mengeluarkan suaranya lagi, ia takut jika ia salah berbicara, maka akibatnya akan fatal.
"Sabar Leta, ini semua demi keluarga paman yang sudah membesarkanmu. Kamu harus jaga ucapanmu Leta." Batin Leta sembari mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
Ken kembali melangkahkan kedua kakinya, sementara Leta, ia hanya dapat menurut dan mengikuti calon suaminya dari belakang.
Seth yang sedari tadi hanya menjadi penoton dan tidak di anggap kehadirannya pun langsung membukakan pintu mobil untuk bosnya.
__ADS_1
"Silahkan, bos." Ucap Seth seperti tidak melihat sesuatu saja. Padahal sejak tadi ia menjadi penonton setianya, drama cinta antara sang bos dan juga sepasang kekasih yang sangat menyedihkan.
"Masuklah." Perintah Ken kepada calon istrinya.
Leta hanya terdiam, sesungguhnya ia sangat enggan sekali untuk ke dalam mobil calon suaminya itu, namun jika ia menolak, tentu saja hal itu akan memancing kembali emosi dalam diri si pencemburu itu. Alhasil Leta pun hanya bisa menurut dan masuk ke dalam mobil calon suaminya.
Ken tersenyum ketika perintahnya langsung di turuti oleh calon istrinya tanpa adanya perdebatan. Ia pun segera masuk dan duduk di samping calon istrinya.
Setelah keduanya masuk, Seth pun langsung menutup pintu mobil itu, kemudian ia berjalan memutar dan membuka pintu mobil bagian kemudi. Seth langsung masuk, tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobilnya dan memasang seatbelt demi keselamat dirinya.
"Pergi ke kantorku." Perintah Ken dingin.
"Anda tidak jadi bertemu dengan pak Antonius, bos" Tanya Seth hati-hati.
"Baik bos." Jawab Seth tenang. Namun jauh dari lubuk hati yang paling dalam, Seth merasa sedikit cemas, Seth tau betul jika saat ini bosnya itu sedang dalam mood yang buruk. Sangat buruk. Ia berharap bosnya itu tidak melampiaskan amarahnya kepada dirinya atau pun para karyawan yang bekerja di perusahaan Kendrick Group.
"Astaga nona, anda sudah membangunkan singa yang sedang tidur, aku tidak tau apa yang akan bos lakukan terhadapmu nona. Berdoalah sebelum makan, eh,, eh....kok sebelum makan, aaahh sudahlah. Sebaiknya aku mengkhawatirkan diriku sendiri." Batin Seth mulai melajukan kendaraan roda empatnya menuju perusahaan Kendrick Group.
"Kenapa kau membawaku ke perusahaanmu? Turunkan aku, sekarang. Aku harus pergi bekerja." Ucap Leta saat ia mendengar Perintah calon suaminya kepada asistennya barusan.
"Diam! Atau aku akan menghancurkan perusahaan pamanmu saat ini juga." Seru Ken sambil menatap sang pujaan hatinya tajam.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu mengancamku dengan kekusaanmu, kenapa?" Ucap Leta kesal.
" Aku tidak mengancammu, Leteshia. Ini adalah peringatan untukmu, jika kamu masih ingin memberontak, dan kamu masih berani berhubungan dengan kekasihmu itu, lihat saja bagaimana aku menghancurkan keluarga pamanmu dalam hitungan menit." Tegas Ken terlihat begitu menakutkan. Bahkan nada suaranya jauh lebih dingin di bandingkan dengan sebelumnya.
"Jangan! Aku mohon ... jangan kamu usik keluarga pamanku, aku,,, aku berjanji, aku tidak akan berhubungan lagi dengannya." Ucap Leta memohon.
"Bagus kalau begitu, lebih baik kau tidak mengingkarinya." Seru Ken sambil memegang dagu calon istrinya. Membuat calon istrinya gugup sekaligus takut.
Tatapan mata Ken kini sudah berubah menjadi dalam, bahkan saat ini ia sudah mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik sang pujaan hatinya.
"Kau... kau mau apa?" Ucap Leta saat Ken semakin mendekatkan wajahnya dengan dirinya.
"Menurutmu?" Sahut Ken terdengar sangat lembut berbeda dari nada suaranya yang tadi.
"Jangan macam-macam." Seru Leta sambil mendorong Ken dengan kuat.
"Aku tidak akan macam-macam, sayang. Aku hanya ingin menciummu saja." Jawab Ken jujur membuat Leta dan juga Seth langsung membolakan kedua bolanya bersamaan.
Babang Ken mau nyosor nih, anggap saja mereka sedang dalam mobil ya guys.😘😘😘
__ADS_1
Bersambung.