Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Salah paham yang memalukan


__ADS_3

Setelah beberapa menit berada di dalam mobil itu, Leta pun akhirnya memutuskan untuk membuka mulutnya dan bertanya kepada Seth.


"Tuan, apakah aku boleh menanyakan sesuatu?" Tanya Leta sedikit ragu.


"Silahkan, nona. Anda ingin bertanya apa kepada saya?" Sahut Seth sambil tetap fokus dengan setir kemudinya.


"Apakah anda sudah memiliki seorang kekasih?" Tanya Leta tanpa basa-basi lagi dan pertanyaan itu tentu saja membuat Seth sedikit terkejut sekaligus penasaran, mengapa calon istri bosbya itu tiba-tiba saja bertanya apakah dirinya sudah memiliki seorang kekasih? Sangat aneh bukan.


"Ada apa dengab nona Leta? Kenapa dia menanyakan tentang pribadi saya? Apa jangan-jangan nona Leta tertarik sama saya? Wah bisa gawat kalau nona Leta beneran tertarik kepadaku. Bisa-bisa aku di habisi sama si bos." Batin Seth merasa aneh sekaligus penasaran.


"Tuan, kenapa anda malah diam saja?" Leta bertanya sambil menatap Seth dari belakang.


"Ah tidak, hanya aneh saja anda menanyakan hal pribadi seperti itu kepada saya." Sahut Seth tetap fokus dengan setir kemudinya.


"Hanya tinggal jawab saja, apa susahnya. Lagian pertanyaanku juga tidak aneh, kok." Ucap Leta seraya memutar kedua bola matanya dengan malas. "Jadi, apakah anda sudah memiliki kekasih atau belum?" Leta kembali bertanya dengan tatapan matanya yang penasaran.

__ADS_1


Sementara itu Seth nampak menghela nafasnya panjang, kemudian ia pun melirik Leta melalui kaca spion mobil dalamnya. "Belum, nona. Kenapa anda menanyakan hal itu?" Sahut Seth seraya berbalik nanya kepada Leta.


"Tidak apa-apa, tuan. Aku hanya ingin mengetahuinya saja, dan sangat bagus sekali jika anda belum memiliki seorang kekasih. Aku sangat senang mendengarnya." Ucap Leta dengan senyuman manis yang tersungging dari sudut bibirnya. Dan hal itu tentu saja membuat Seth salah paham.


"Astagaaa... Jadi benar nona Leta tertarik kepadaku? Aku tidak boleh membiarkan hal ini terjadi, sebaiknya aku berbicara kepada nona Leta, sebelum si bos tahu kalau nona Leta tertarik denganku, atau aku akan babak belur oleh si bos pemarah itu." Batin Seth sambil sesekali mengusap wajahnya gusar.


"Begini nona Leta. Walaupun saya tidak memiliki kekasih, tetapi saya sudah memiliki seorang perempuan yang saya cintai, jadi saya harap nona Leta mengerti." Ucap Seth dengan tegas meskipun ucapannya itu hanyalah sebuah kebohongan semata.


"Benarkah? Sangat sayang sekali kalau begitu." Sahut Leta terlihat kecewa semakin membuat Seth yakin jika Leta memang benar-benar tertarik kepadanya.


"Iya, nona. Mohon pengertiannya dan saya harap nona Leta bisa menerima bos saya dan mencintai bos saya dengan sepenuh hati nona." Ucap Seth kembali melirik sekilas Leta melalui kaca sipon mobil dalamnya.


"Nona, cinta itu bisa datang dengan sendirinya, jika nona belum bisa menerima dan mencintai bos saya sekarang, saya yakin dengan seiring berjalannya wakti, nona pasti bisa mencintai bos saya. Dan saya harap nona melupakan saya secepatnya, karena saya tidak ingin menanggung kemarahan bos saya." Ucap Seth membuat Leta bingung tidak mengerti.


"Maksud anda apa tuan? Aku tidak mengerti." Tanya Leta bingung sendiri.

__ADS_1


"Bukankah nona tertarik kepada saya?" Ucap Seth sambil tetap fokus dengan setir kemudinya.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Leta ingin meledakkan tawanya saat itu juga, bisa-bisanya asisten calon suaminya tersebut salah paham kepada dirinya. Sungguh lucu.


"Astaga... Sepertinya anda salah paham, tuan. Aku sama sekali tidak tertarik kepadamu." Seru Leta sambil menahan tawanya agar tidak meledak.


"Jadi untuk apa nona tadi bertanya, apakah saya sudah memiliki seorang kekasih. Bukankah itu artinya nona tertarik kepada saya?" Tanya Seth sambil menahan rasa malunya karena sudah salah paham terhadap Leta.


"Ah itu, maafkan aku sudah membuatmu salah paham. Tadinya aku berniat untik menjodohkan anda dengan sahabat aku, Arsha, tapi karena anda bilang, anda sudah memiliki seorang perempuan yang di cintai oleh anda, maka saya tidak jadi menjodohkan anda dengan sahabat saya." Ucap Leta terus terang, tak lupa dengan tawa yang sedari tadi ia tahan.


"Astaga sangat memalukan sekali. Kamu benar-benar terlalu percaya diri sekali Seth. Lihatlah nona Leta dia pasti ingin menertawaiku sekencang-kencangnya." Batin Seth, benar-benar merasa sangat malu, namun ia masih bisa mempertahankan ekpresi di wajahnya seolah-olah ia sama sekali tidak merasa malu.


"Maafkan saya nona, karena saya sudah salah paham terhadap anda, saya harap anda melupakan kejadian yang memalukan ini." Pinta Seth yang masih mempertahankan ekpresi di wajahnya.


"Oh tidak apa-apa, tuan. Tentu saja aku akan melupakannya, dan maafkan aku karena sudah membuat anda salah paham, seharusnya aku menjelaskannya sedari awal, biar anda tidak salah paham." Ucap Leta sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, nona. Ini bukan salah anda. Sayalah yang terlalu percaya diri." Sahut Seth membuang rasa malunya itu. Leta hanya tersenyum, setelah itu keadaan di dalam mobilpun kembali hening seperti sebelumnya.


Bersambung.


__ADS_2