Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 30


__ADS_3

Leta ingin sekali mengejarnya, namun untuk apa dia mengejarnya? Dia sudah menyakiti perasaan lelaki yang di cintainya itu, Leta hanya bisa menangis histeris setelah kepergian Rat dari hadapannya, tanpa dia sadari, Ray masih berada disana menyaksikan betapa menderitanya dia.


"Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku, Leteshia?" Lirih Ray sambil menatap sang pujaan hatinya yang kini sedang menangis histeris.


"Jika kamu semenderita itu, kenapa kamu menolak lamaranku? Kenapa kamu menikah dengan laki-laki lain? Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu, Leteshia?" Batin Ray tanpa melepaskan pandangannya dari sang kekasih.


Hati Ray semakin sakit saat ia melihat Leta menangisi dirinya, ingin sekali ia datang kembali dan memeluk wanita yang di cintainya itu, namun itu tidak mungkin, karena saat ini sang kekasih butuh waktu untuk sendiri menenangkan pikiran dan juga hatinya. Ray hanya dapat menatapnya dari kejauhan, ia akan tetap berdiri di situ hingga sang kekasih tenang.


Matahari hampir mulai terbenam, Leta masih tenggelam dalam kesedihannya sambil menatap indahnya pantai, namun tak seindah kisah cintanya.


Ray yang sedari tadi berdiam diri pun kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri sang pujaan hati. Leta sama sekali tidak menyadari kehadirannya, Leta masih sibuk meratapi kisah cintanya yang begitu menyedihkan.

__ADS_1


"Sudah lama kamu berada disini, sayang. Mari kita pergi, aku tidak mau melihatmu seperti ini." Ucap Ray sambil mengulutkan tangan kanannya kepada sang pujaan hati. Nada suaranya sudah kembali seperti semula, halus dan lembut.


Leta yang mendengar suara lembut itu pun seketika mendongakkan wajahnya, ia menatap Ray dengan air mata yang masih setia menemaninya. "Ray, kenapa kamu masih ada disini? Bukankah kamu sudah pergi dari tadi?" Ucap Leta sambil menghapus air matanya, lalu meraih uluran tangan sang kekasih.


"Kamu becanda, baby. Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian disini, sudahlah lebih baik aku antarkan kamu pulang, jangan membuat diri kamu menderita seperti ini. Sungguh aku tidak ingin melihatnya." Ucap Ray masih dengan nada suaranya yang lembut.


"Jangan menangis lagi, sayang. Jika kamu memiliki masalah, cerita sama aku, jika kamu belum siap untuk menceritakannya sama aku, aku akan menunggunya hingga kamu benar-benar siap menceritakan semua masalahmu, sayang. Jadi ku mohon, jangan menangis lagi." Sambung Ray, sambil menghapus air mata yang masih membasahi wajah cantik pujaan hatinya itu.


"Sssst.... Sebaiknya kita pergi dulu dari sini, jika kamu masih belum bisa mengatakannya sekarang, tidak apa-apa, sayang. Tapi, aku berharap hubungan kita masih bisa berlanjut. Aku tidak bisa kehilanganmu, Leteshia." Sela Ray sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir manis sang kekasih.


"Tapi, aku harus mengakhiri hubungan kita, Ray. Aku tidak ingin menyakitimu terlalu dalam lagi." Lirih Leta sambil menatap lekat wajah laki-laki yang di cintainya itu.

__ADS_1


"Leteshia, my princess. Sebaiknya kita pergi dulu, ya. Sepertinya kamu harus menenangkan pikiranmu, sayang. Nanti kita bicarakan lagi masalah ini, ok." Ucap Ray tidak ingin mendengar kata-kata yang menyakitkan dari pujaan hatinya itu.


"Ray, kita benar-benar harus mengakhiri hubungan kita, sekarang. Aku tahu ini sangat menyakitkan, tapi aku tidak ada pilihan selain. Perusahaan pamanku hampir bangkrut, hanya satu perusahaan terbesar di kota ini yang dapat membantu perusahaan pamanku. Namun pemilik perusahaan itu memberi paman satu syarat." Leta menjeda ucapannya sebentar, kemudian ia kembali berkata.


"Jika paman ingin bekerja sama dengan perusahaan besar itu, maka paman harus menikahkanku dengan pemilik perusahaan tersebut, dan paman tidak memiliki pilihan lain, selain menyetujui syarat yang di berikan oleh pemilik perusahaan itu. Dan aku harus membantu pamanku demi membalas budi, karena selama ini pamanku sudah membesarkanku dan memberiku tempat tinggal secara gratis." Ucapnya terdengar sangat sendu.


"Aku bisa membantunya, sayang. Jadi, kamu tidak perlu menikah dengan laki-laki itu, dan hubungan kita tidak akan berakhir." Seru Ray sedikit ada harapan saat ia mengetahui mengapa kekasihnya itu menolak lamarannya.


"Tidak bisa, Ray. Pamanku sudah berjanji sama pemilik perusahaan besar itu, jika dia tiba-tiba membatalkannya, aku sangat yakin, pemilik perusahaan itu pasti tidak akan terima, dan aku juga tidak ingin perusahaanmu nanti terkena dampaknya."


Ray menghela nafansya kasar, ia menggenggam tangan Leta lembut, kemudian ia berkata. "Sayang, demi kamu aku akan melakukan apapun, jadi, kamu tidak perlu khawatir, ok. Sekarang sebaiknya kita pergi dulu, ya." Ucap Ray sambil memperliharkan senyuman manis di wajah tampannya. Leta hanya dapat tersenyum, sambil menganggukkan kepalanya, lalu setelah itu keduanya pun pergi melangkahkan kedua kakinya meninggalkan tempat yang sudah menjadi saksi awal kesediahan dua pasangan yang sebentar lagi akan di pisahkan oleh takdir.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2