Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Rencana pernikahan


__ADS_3

Ken menghela nafasnya kasar, beberapa menit ia menatap layar ponsel nya, namun tetap saja ia tidak mendapat pesan dari calon istrinya tersebut.


"Gadis ini benar-benar bikin gue marah." Batin Ken seraya memasukan ponselnya ke dalam saku celananya.


"Ken, kita ke... "


"Gue mau istirahat dulu." Sela Ken seraya bangkit dari atas kursi sofa itu.


"Woy gue belum selesai bicara, lo udah mau istirahat saja." Ucap Galang kesal.


"Besok saja bicaranya, atau lo bicara saja sama tembok sana." Sahut Ken sembari melangkahkan kedua kakiya. Meninggalkan Galang yang terlihat semakin kesal di buatnya.


"Sialan lo. Lo pikir tembok bisa mendengar ucapan gue hah! Dasar kutukupret." Teriak Galang membuat langkah kaki Ken terhenti.


"Berisik ******! Lo kira ini di hutan maen teriak saja. Dahlah sebaiknya lo juga istirahat biar otak lo fresh." Ucap Ken kembali melangkahkan kedua kakinya menaiki anak tangga.


"Dasar sahabat tidak punya perasaan. Belum satu jam gue duduk di sini udah di tinggal istirahat." Galang menggerutu seraya menatap kepergian Ken, ia benar-benar merasa sangat kesal, karena niatnya untuk mengajak Ken ke club malam gagal total.


"Sebaiknya gue juga istirahat saja, siapa tahu gue bertemu gadis tadi di dalam mimpi gue malam ini." Galang tersenyum sendirian, lalu ia pun segera bangkit dari atas kursi sofa itu dan berjalan menuju salah satu kamar tamu.


***


Keesokan harinya.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul enam pagi. Seperti biasanya Ken sudah terbangun dari tidurnya. Saat ini ia sedang duduk di atas ranjang, sembari meraih ponsel miliknya berharap ada pesan dari calon istrinya tersebut. Namun sayangnya harapannya sama sekali tidak sesuai dengan keinginannya, karena Leta sama sekali tidak mengiriminya pesan. Ken mendengus kesal, ia pun segera melakukan panggilan kepada asistennya Seth.


"Selamat pagi bos. Ada apa anda menghubungi saya pagi-pagi begini? Apakah ada hal yang sangat mendesak?" Tanya Seth setelah ia menjawab panggilan dari bosnya tersebut dengan nada suara khas bangun tidurnya.


"Hmm... Pagi ini kamu tidak perlu menjemputku, Seth. Kamu pergi langsung ke kediaman Georgi dan bawa Leta ke kantorku." Perintah Ken dengan suara khas bangun tidurnya sama seperti Seth.


"Baik, laksanakan. Ada lagi bos?" Tanya Seth sopan.


"Tidak ada hanya itu saja. Bagaimana dengan pernikahanku besok? Apakah kau sudah mengaturnya?" Tanya Ken membuat Seth terdengar menghela nafasnya di seberang telpon sana.


"Anda tenang saja, bos. Saya sudah mengatur dan saya juga sudah memanggil WOnya, kemungkinan mereka akan tiba pukul sembilan pagi ini. Tetapi mungkin akan membutuhkan banyak orang untuk mengurus semuanya, dan biayanya pun cukup besar." Jelas Seth dengan hati-hati.


"Soal biaya tidak masalah, mau seberapa pun besar biayanya, asalkan pernikahanku besok harus terlaksana dan aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun itu. Mengerti." Ucap Ken dengan tegas.


"Mengerti, bos."


"Mulai besok, kamu tidak akan bisa melarikan diri lagi dariku, Letashia." Batin Ken tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya yang tampan itu. Setelah itu Ken pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi.


***


Di tempat lain.


Leta terlihat sedang mengumpulkan nyawanya, ia duduk di tepi ranjang dengan kedua bola mata yang masih tertutup rapat seolah-olah ia malas untuk membuka bola matanya itu.

__ADS_1


Perlahan Leta pun mulai membuka kedua bola matanya, lalu melirik jam di dinding kamar Arsha, namun sayangnya sepertinya jam di dinding kamar Arsha mati, karena jarum pendek yang ada di dalam jam dinding itu masih menunjukkan pukul satu.


"Sepertinya jam itu mati, lalu jam berapa sekarang?" Gumam Leta seraya meraih ponsel miliknya yang berada di atas nakas, samping ranjang itu.


Perlahan Leta pun mulai menyalakan ponselnya, tatapan pertamanya tertuju pada beberapa pesan yang di kirimkan oleh Ken, calon suaminya tersebut. Dengan malas Leta pun mulai membuka pesan itu satu persatu.


Pria Menyebalkan.


Angkat telponku.


Pria Menyebalkan.


Letashia! Dimana kamu, beraninya kamu melarikan diri dariku.


Pria Menyebalkan.


Leta! Balas pesanku, kamu benar-benar sudah membuatku sangat marah.


Pria Menyebalkan.


Baiklah kalau kamu tidak mau membalas pesan dariku, besok pagi Seth akan menjemputmu di kediaman pamanmu, dan kamu tunggu saja hukuman dariku.


Begitulah isi pesan yang di kirim oleh calon suaminya tersebut, Leta tersenyum kecut, ia pun mulai menghela nafasnya kasar sembari menaruh ponsel itu di sampingnya. Leta sama sekali tidak berniat untuk membalas satu pesan pun yang di kirimkan oleh Ken semalam.

__ADS_1


"Sebaiknya hari ini aku tidak usah masuk kerja dulu deh. Karena aku sangat yakin jika si asisten itu pasti akan mencariku ke tempat kerja jika dia tidak berhasil menemukan keberadaanku di rumah pamanku." Gumam Leta yang memiliki insting yang tinggi.


Bersambung.


__ADS_2