
Ken sudah berada di dalam mobilnya, begitupun juga dengan Leta yang duduk si sebelah calon suaminya tersebut. Leta nampak mengerutkan keningnya, biasanya kemanapun Ken pergi pasti selalu di antar oleh asistennya, Seth. Namun kali ini Leta sama sekali tidak melihat keberadaan asisten pribadi calon suaminya tersebut.
"Kemana asistenmu? Biasanya dia selalu berada di sampingmu kemanapun kamu pergi." Tanya Leta seraya memasang seatbeltnya.
"Dia sedang pergi untuk melihat pembangunan gedung menggantikan Ana, sekertarisku." Sahut Ken seraya melajukan kendaraan roda empatnya itu.
"Memangnya sekertarismu kemana? Apakah dia tidak masuk kerja?" Tanya Leta sambil menatap Ken dari samping.
"Bukan tidak masuk kerja, tapi dia sudah aku pecat, sayang." Sahut Ken sekilas melirik ke arah calon istrinya tersebut.
"Kenapa kamu memecatnya? Apakah dia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal?" Tanya Leta penasaran.
"Iya, sayang. Dia sudah melakukan kesalahan yang sangat amat fatal, dan dia pantas aku pecat dari perusahaanku." Sahut Ken sambil tetap fokus dengan setir kemudinya.
"Kesalahan apa yang sudah dia perbuat? Apakah dia sudah menggelapkan uang perusahaanmu? Atau dia sudah membocorkan rahasia tentang perusahaanmu?" Leta kembali bertanya dengan penasaran.
"Tidak ada hubungannya dengan perusahaanku, tetapi dia sudah berani mencelakai calon istriku." Sahut Ken di iringi dengan helaan nafasnya dan sesekali melirik ke arah Leta.
__ADS_1
"Calon istrimu! Jadi, maksudmu dia yang sudah menaruh pecahan beling di dalam sepatuku?" Tanya Leta memastikan bahwa tebakkannya benar.
"Benar sekali. Dan aku tidak suka jika ada seseorang yang dengan sengaja ingin melukai calon istriku. Maka dari itu aku memecat dia tanpa memberikan uang sepeserpun." Ucap Ken terlihat kesal ketika ia kembali mengingat perbuatan Ana yang sudah melukai telapak kaki calon istrinya tersebut.
"Tapi, untuk apa dia melakukan itu kepadaku? Aku tidak pernah sekalipun melakukan kesalahan terhadap dirinya. Kenapa dia malah mencelakaiku." Gerutu Leta kesal.
"Dan juga kamu tidak perlu memecatnya, Ken. Bagaimanapun juga, aku harus meminta penjelasan dari mulutnya langsung, kenapa dia melakukan hal itu kepadaku." Sambung Leta sambil menatap calon suaminya dari samping.
"Dia melakukan itu, karena dia cemburu terhadapmu. Dan karena aku sangat mencintaimu, maka dari itu dia berusaha untuk mencelakaimu. Tapi kamu tenang saja sayang, mulai sekarang tidak akan ada lagi yang berani mencelakaimu. Karena aku akan melindungimu seumur hidupku." Ucap Ken sembari mengusap lembut pucuk kepala Leta membuat gadis itu menjadi salah tingkah.
"Kamu ini, aku sedang serius, malah becanda, sangat menyebalkan sekali." Seru Leta sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Memangnya kenapa kalau aku melihat ke jendela, tidak ada masalahkan." Ucap Leta kembali memalingkan wajahnya dan menatap. Calon suaminya tersebut.
"Memang tidak ada masalah, sayang. Tapi akukan sedang berbicara dengan kamu, dan kamu harus menatapku, mengerti." Sahut Ken dengan tegas.
"Ah sudahlah, sebaiknya kamu fokus saja dengan setir kemudimu dan jangan banyak bicara." Ucap Leta tidak tanpa mau membalas ucapan Ken barusan.
__ADS_1
"Sayang, kalau aku diam dan hanya fokus dengan setir kemudiku saja, itu akan sangat membosankan." Sahut Ken kembali melirik sang pujaan hatinya.
Leta sama sekali tidak menyahut, ia hanya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang, kenapa kamu mengabaikanku?" Tanya Ken ketika melihat Leta hanya terdiam.
Leta kembali mengabaikan pertanyaannya Ken, membuat laki-laki itu sedikit kesal.
"Letashia! Kenapa kamu malah diam saja?" Tanya Ken dengan intonasi yang tinggi membuat gadis itu terkejut.
"Kamu!!! Kenapa berteriak kepadaku? Kamu pikir aku budeg!" Seru Leta sambil menatap Ken dengan kesal.
"Aku tidak berteriak, sayang. Aku hanya menaikan volume suaraku saja, ku pikir kamu tidak bisa mendengar ucapanku tadi makannya kamu diam saja." Ucap Ken tanpa merasa bersalah karena sudah membuat Leta terkejut.
"Terserah kamu saja, Ken. Aku malas berdebat denganmu." Sahut Leta dengan malas.
Ken pun hanya dapat menghela nafasnya kasar, ia tidak lagi bersuara, begitupun juga dengan Leta. Sesekali Leta terlihat menguap dan pada akhirnya ia pun tertidur.
__ADS_1
Ken yang melihat calon istrinya tertidur pun tersenyum. "Cepat sekali dia tertidur. Apakah dia belum puas tidur di ruanganku? Dasar gadis kecil keras kepala, bentar-bentar tidur." Gumam Ken seraya mengusap pucuk kepala Leta dengan sangat lembut. Lalu setelah itu ia pun kembali fokus dengan setir kemudinya.
Bersambung.