Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Besok pernikahan kita


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Seth pun tiba di perusahaan Kendrick Group. Seth segera memarkirkan mobil itu, ia pun langsung melepaskan seatbeltnya, lalu beralih menatap Leta yang saat ini masih tertidur pulas.


"Nona, kita sudah sampai." Ucap Seth dengan intonasi yang tinggi membuat Leta seketika membuka kedua bola matanya.


"Mmm... Sampai dimana?" Tanya Leta yang masih dalam keadaan setengah sadar.


"Di perusahaan calon suami anda, Nona. Mari kita turun." Ucap Seth seraya meraih pintu mobilnya.


"Apa kamu bilang! Di perusahaan calon suamiku? Ke,,,, kenapa kamu membawaku kesini?" Tanya Leta sambil menatap Seth dari belakang.


"Bukankah saya sudah bilang, bos saya ingin bertemu dengan anda, makannya saya sengaja membawa anda kemari, nona." Sahut Seth dengan santai.


"Aaarghhh... Kamu sungguh sangat menyebalkan sama seperti bosmu itu." Teriak Leta seraya meraih pintu mobil itu, kemudian membukanya dengan kesal. Leta segera turun dari dalam mobil itu, tak lupa ia juga menutup pintu mobil itu dengan sangat kencang membuat Seth begitu terkejut.


"Astaga... Kenapa anda sangat mirip sekali dengan bos saya, nona. Pemarah dan selalu membuat orang jantungan." Gumam Seth seraya mengelus dadanya. Setelah itu Seth pun lagsung turun dari dalam mobilnya dan berjalan menghampiri Leta.


"Mari ikut dengan saya, nona." Ajak Seth yang hanya mendapat dengusan kesal dari Leta. Seth sama sekali tidak memperdulikannya, ia terus melangkahkan kedua kakinya memasuki perusahaan besar itu, begitupun juga dengan Leta yang mengekori Seth dari belakang.


***


Ruangan Ken.


Setelah Ken menyelesaikan rapatnya, ia pun kembali ke dalam ruangannya. Raut wajah Ken nampak sangat menyeramkan, Ia sesekali melirik ponsel yang sengaja Ia letakkan di atas meja, berharap asistennya itu memberi kabar tentang keberadaan Leta saat ini. Namun sayangnya, sang asisten hingga saat ini pun tidak memberinya kabar membuat Ken semakin bertambah kesal sekaligus cemas dengan keadaan calon istrinya tersebut.


"Apakah Seth masih belum menemukan keberadaan gadis itu? Kenapa sampai sekarang belum ada kabar juga." Gumam Ken seraya mengusap wajahnya gusar. Lalu melepaskan jas berwarna hitam itu dan meletakkannya di kepala kursi kebesarannya.

__ADS_1


Ken kemudian meraih ponsel itu, Ia berniat untuk menghubungi asistennya tersebut, namun niatnya terhenti ketika ia mendengar suara ketukkan yang berasal dari pintu ruangannya.


"Masuk!" Perintah Ken dengan harapan orang yang mengetuk pintu itu adalah asisten pribadinya bersama calon istrinya tersebut.


Dan ternyata harapan Ken tidak sia-sia, karena orang yang mengetuk pintu ruangannya itu memang asisten pribadinya. Dia datang bersama Leta, wanita yang sudah membuat Ken frustasi.


"Bos, saya sudah menemukan keberadaan nona Leta, dan membawanya kemari." Ucap Seth seraya mengikuti kepala bosnya yang bergerak kesana kemari. Seth tidak sadar jika bosnya itu ingin melihat Leta yang kini sedang berdiri tepat di belakang dirinya. Alhasil ia pun mendapat tatapan tajam dari bosnya tersebut.


"Apa kau tidak bisa minggir, Seth. Atau kau ingin aku mengirimmu ke Afrika hah!" Seru Ken dengan intonasi yang tinggi serta raut wajahnya yang kesal membuat Seth bingung sendiri.


"Astaga.... Salah apalagi aku ini, kenapa si bos terlihat sangat kesal sekali? Bukannya berterima kasih, malah ingin mengirimku ke Afrika. Sungguh sangat menyebalkan." Ucap Seth yang tentunya dalam hati. Mana berani ia mengatakan langsung kepada bos dinginnya itu, bisa-bisa ia langsung di kirim ke Afrika saat ini juga.


"Apakah saya sudah melakukan kesalahan bos? Ke... "


"Sudahlah, sebaiknya kau keluar saja. Aku akan membuat perhitungan dengan kelinci nakal yang berdiri di belakangmu itu." Ucap Ken menyela ucapan asistennya tersebut.


Setelah kepergian Seth, Ken mulai melemparkan tatapan matanya kepada Leta, gadis itu terlihat meremas jari jemarinya karena ia merasa sedikit takut dengan tatapan mata yang di berikan oleh calon suaminya tersebut.


"Sayang, ada apa dengan dirimu? Mengapa kamu terlihat ketakutan seperti itu? Apakah kamu merasa takut karena sudah berani membohongiku dan melarikan diri dariku?" Ken bertanya dengan nada suaranya yang lembut, namun suara itu terdengar menakutkan di telinga Leta. Gadis itu hanya bisa diam, sembari berdoa untuk keselamatan dirinya dari amukan singa jantan yang saat ini sedang berjalan mendekatinya.


"Sayang, kenapa kamu diam saja? Apakah kamu tidak mau mengatakan sepatah kata pun kepadaku? Ken kembali berucap dengan nada suaranya yang mulai berubah berat. Ia berdiri di hadapan Leta, menatap gadis itu dari jarak yang sangat dekat. Bahkan hembusan nafasnya yang hangat sangat jelas terasa di wajah Leta, membuat Leta perlahan mundur ke belakang. Dan hal itu tentu saja membuat Ken tidak suka.


"Sayang, apakah kamu sengaja ingin bermain-main denganku?" Tanya Ken seraya meraih pinggang ramping calon istrinya dan langsung membawanya ke dalam pelukannya.


Leta terlihat sangat terkejut ketika Ken meraih pinggangnya dan membawa dirinya msuk ke dalam pelukan laki-laki itu, is berusaha untuk melepaskan diri, namun sayangnya ia tidak berhasil.

__ADS_1


"Lepaskan aku." Leta mulai bersuara sambil terus berusaha untuk melepaskan dirinya dari Ken, namun tetap saja ia tidak berhasil, bahkan saat ini Ken semakin erat memeluk tubuh gadis itu.


"Diamlah, sayang. Aku sangat merindukanmu. Kamu tahu betapa kesalnya aku semalam, dan berapa marahnya aku semalam terhadapmu? Apakah kamu sama sekali tidak mau meminta maaf kepadaku?" Tanya Ken dari balik pelukannya yang erat dan hangat itu.


Leta nampak terdiam sejenak, lalu ia pun menghela nafasnya panjang. "Aku,,,, Aku minta maaf karena sudah melarikan diri semalam. Jadi, tolong lepaskan aku Ken." Ucap Leta sedikit bergetar.


"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kamu berjanji untuk tidak melarikan diri lagi dariku. Atau aku aku akan memasang rantai di kakimu." Sahut Ken masih dengan posisi yang sama.


"Iya, aku berjanji, aku tidak akan melarikan diri lagi darimu. Jadi, tolong lepaskan aku, kita bicara baik-baik ya." Pinta Leta sambil terus memberontak.


Ken tersenyum, ia pun segera melepaskan pelukannya, namun tangan kanannya masih tetap merangkul pinggang ramping calon istrinya tersebut. Ken menatap Leta dalam, tangan kirinya mulai menyentuh wajah cantik gadis itu. "Leta, besok kita akan menikah, jadi kamu tidak akan bisa melarikan diri lagi dariku. Aku benar-benar merasa sangat bahagia." Ucap Ken dengan nada suaranya yang mulai berubah menjadi sangat lembut.


"Bahagia? Ya kamu pasti sangat bahagia, Ken. Tapi bagaimana dengan aku?" Batin Leta seraya menatap Ken lekat.


"Ken, apakah kita bisa menunda hari pernikahan kita?" Tanya Leta ragu.


"Tidak!" Jawab Ken singkat sembari membawa calon istrinya menuju sofa yang berada di dalam ruangannya tersebut.


"Tapi, bukankah kita akan menikah akhir bulan ini? Lalu mengapa bisa menjadi besok? Aku benar-benar belum siap Ken." Ucap Leta setelah ia duduk di atas kursi sofa itu.


"Itu karena kesalahanmu, sayang. Siapa suruh kamu melarikan diri semalam dariku. Seharusnya kamu bersukur sayang, karena Aku hanya mempercepat pernikahan kita saja, bukan menghancurkan perusahaan milik pamanmu itu." Tegas Ken dengan seulas senyuman di bibirnya.


"Maaf, itu memang kesalahan Aku, tetapi aku...."


"Jangan keras kepala, sayang. Ikuti saja keinginanku, atau aku akan menghancurkan keluarga pamanmu itu. Kamu tahu bukan jika aku adalah orang yang paling tidak suka jika ucapanku di bantah! Apakah kamu masih belum paham juga." Ucap Ken menyela ucapan Leta tadi. Sorot mata Ken mulai berubah menjadi tajam, membuat gadis itu langsung terdiam tanpa berani bersuara kembali.

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2