Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 23


__ADS_3

Leta mencoba untuk memberanikan diri, menatap balik Ken yang sedari tadi menatapnya. Netra keduanya bertemu dan mengunci satu sama lain. Tatapan mata yang di berikan oleh Ken benar-benar bisa membuat perempuan mana pun gugup dan juga salah tingkah, termasuk Leta sendiri.


"Ekhmm... Tuan, maafkan saya, karena saya lupa untuk menghubungi anda." Ucap Leta mengulang ucapannya yang tadi.


"Lalu, apakah kamu sudah mempunyai uangnya, sekarang?" Tanya Ken dengan sengaja.


"Belum tuan, mohon beri saya waktu. Cepat atau lambat, saya pasti akan membayarnya." Sahut Leta dengan wajah yang memelas berharap si laki-laki yang menurutnya dingin itu mau memberikannya waktu.


"Aku akan memberimu dua pilihan." Ucap Ken terlihat begitu serius.


"Apa itu tuan?" Tanya Leta sangat penasaran.


"Satu, kamu tidak perlu membayarnya, tetapi kamu harus menikah denganku. Dua, aku beri kamu kesempatan dalam waktu 3 hari, kamu harus segera membayar uang ganti rugi itu, jika dalam waktu 3 hari kamu tidak bisa membayarnya, maka kamu tetap harus menikah denganku." Ucap Ken diirngi dengan senyuman manisnya.


Mendengar ucapan Ken barusan, sontak saja membuat Leta terkejut, bagaimana ia tidak terkejut, dua pilihan yang di berikan oleh Ken kepadanya, sangat amat tidak masuk akal.


"Astaga, pilihan macam apa ini, apa dia waras, dia ingin menikah denganku? Walau pun dia tampan dan kaya, tapi aku tidak mau menikah dengannya." Batin Leta sambil berusaha untuk tetap tenang menghadapi sikap aneh si pemilik mobil mewah yang ia tabrak itu.


Bagaimana tidak aneh, laki-laki tampan dan memiliki kekayaan yang berlimpah, tiba-tiba saja memberinya dua pilihan yang hasilnya akan tetap sama, yaitu menikah dengan dirinya.


Leta sendiri tidak tahu, jika Ken adalah laki-laki yang akan menjadi suaminya nanti. Walau pun dia menolak kedua plihan yang di berikan oleh Ken saat ini, tetapi hasilnya akan tetap sama. Yaitu menikah dengan Jarvis Kendrick Kyler, pemilik perusahaan Kendrick Group.


Setelah terdiam beberapa detik, akhirnya Leta pun kembali membuka mulutnya.


"Ahh sepertinya saya tidak memilih dua-duanya, tuan. Karena saya sudah memiliki seorang kekasih yang sangat saya cintai." Ucap Leta membuat rahang Ken mengeras dengan satu tangan mengepal kuat.


"Kamu bisa meninggalkannya dan menikah denganku, mudahkan." Seru Ken dengan nada suaranya yang sedikit berubah.

__ADS_1


"Tidak bisa, tuan. Saya sangat mencintai kekasih saya, dan untuk masalah ganti rugi itu, izinkan saya untuk mencicilnya, tuan. Saya janji, saya tidak akan kabur dan lari dari tanggung jawab." Ucap Leta terlihat sangat serius membuat Ken semakin di landa api cemburunya.


Hati Ken benar-benar terasa terbakar saat mendengar sang pujaan hatinya mengatakan dengan lantang bahwa dirinya mencintai laki-laki lain, dan menolak dirinya tanpa pertimbangan. Namun, dalam sekejap raut wajah Ken berubah, senyumannya yang manis kembali terpampang di wajahnya membuat Leta mengernyitkan keningnya bingung sekaligus takut.


"Kenapa tiba-tiba expresi dia berubah lagi? Apa yang sedang dia rencanakan?" Batin Leta bertanya-tanya.


"Kamu pikir, kalau kamu sudah memiliki seorang kekasih, aku akan menyerah begitu saja." Ucap Ken sambil bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan menghampiri Leta, membuat Leta perlahan mundur ke belakang.


"Astaga apa yang ingin dia lakukan, kenapa dia berjalan mendekatiku?" Batin Leta dengan perasaan sedikit tidak tenang melihat Ken yang terus berjalan mendekatinya.


"Kenapa? Kamu takut sama aku?" Tanya Ken diiringi dengan senyumannya yang manis, namun terlihat mengerikan di mata Leta.


"Tidak sama sekali." Sahut Leta sambil menatap kesal ke arah Ken yang semakin dekat dengan dirinya.


"Kalau tidak takut, kenapa kamu mundur?" Tanya Ken sambil menghentikan langkah kakinya ketika melihat pujaan hatinya sudah menabrak tembok.


"Apa ada yang lucu?"


"Ya! Kamu sangat lucu, membuatku gemas." Sahut Ken dengan jujur.


"Ckkk, dia pikir aku bayi, apa. Dasar laki-laki aneh." Ucap Leta dalam hati.


"Tuan, kalau tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan, saya per... "


"Bukankah kita masih membicarakan masalah ganti rugi hmm." Sela Ken tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Leta.


"I,,, iya. Tapi, saat ini saya tidak ada uangnya, tolong izinkan saya untuk mencicilnya, tuan." Jawab Leta pelan.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah memberimu dua pilihan tadi!"


"Saya tidak bisa memilih pilihan yang anda berikan, tuan. Karena seperti yang saya katakkan tadi, saya sudah memiliki seorang kekasih, saya harap anda mengerti." Ucap Leta dengan tegas.


"Aku tidak perduli dengan kekasihmu, Leteshia. Yang aku inginnya hanyalah dirimu, menikahlah denganku, maka kamu tidak perlu mengganti uang itu, dan aku bisa menjamin, hidupmu akan bahagia bersamaku." Seru Ken terlihat begitu serius.


"Kenapa anda memaksa saya untuk menikah dengan anda? Bukankah anda bisa mendapatkan wanita manapun yang anda inginkan? Dan saya tegaskan, saya tidak akan pernah menikah dengan anda, saya harap anda mengerti."


"Ya, kamu benar, aku bisa mendapatkan wanita manapun yang aku mau, termasuk dirimu, Leteshia." Ucap Ken dengan nada suaranya yang lembut.


"Dengarkan aku, Leteshia. Cepat atau lambat kamu akan menjadi istriku." Ucapnya kembali membuat Leta tidak mengerti.


"Apa maksudnya? Siapa yang akan menjadi istrimu, tuan?" Seru Leta kesal.


"Tentu saja kamu, memangnya siapa lagi kalau bukan kamu." Jawab Ken sambil menatap lekat wajah cantik Leta dari dekat.


"Aku tidak akan menikah denganmu." Seru Leta sambil mendorong tubuh Ken dengan kencang, membuat Ken perlahan mundur ke belakang.


"Saya, permisi dulu." Pamitnya sambil melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan meninggalkan ruangan Ken.


Ksn hanya tersenyum dan membiarkan pujaan hatinya pergi begitu saja. Karena Ken berpikir, masih banyak waktu untuk menaklukan hati sang pujaan hatinya tersebut.


"Meskipun kamu menolak dua pilihan itu, kamu akan tetap menjadi milikku, Leteshia. Aku sungguh tidak sabar ingin melihat reaksimu, saat kamu mengetahui bahwa calon suamimu adalah aku. Pasti akan sangat menggemaskan." Ucap Ken sambil menatap kepergian Leta yang kini sudah menghilang dari balik pintu.


Ken kembali berjalan menuju kursi kebesarannya, ia kembali mendudukkan bokongnya di atas kursi itu. Ken kembali tersenyum sendirian, wajah cantik Leta masih saja melekat di pikirannya, seolah-olah gadis cantik itu masih berada di dalam ruangannya. Bahkan wangi tubuh gadis itu masih tercium oleh indera penciumannya yang tajam, membuat sesuatu yang berada di bawah sana terasa sangat sesak.


"****.... Lagi-lagi tubuhku bereaksi sangat berlebihan. Argh... Sial." Gerutu Ken sambil berusaha untuk menghilangkan pikiran kotornya yang kini mulai bersemayam di otak kecilnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2