Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 21


__ADS_3

Natasha tersenyum saat ia melihat putra semata wayangnya itu merona, baru kali ini ia melihat raut wajah sang putra yang sangat amat langka itu. Ah seharusnya ia langsung mengambil ponsel, lalu memotretnya dan menjadikannya sebagai kenangan.


"Mama kenapa tersenyum seperti itu?" Tanya Ken saat ia melihat sang mama yang tersenyum sambil menatap dirinya.


"Karena mama baru pertama kali melihat wajahmu memerah seperti itu, Ken. Kamu sangat lucu." Sahut sang mama di iringi dengan kekehannya.


"Mama salah lihat." Seru Ken sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Astaga, sangat memalukan. Mama pasti puas menertawakan aku sekarang." Batin Ken sambil berusaha untuk bersikap seperti biasanya.


"Mata mama masih normal, Ken." Ucap sang mama sambil menggelengkan kepalanya ketika ia melihat tingkah putranya yang malu-malu meong itu. Maklumlah, ini adalah kali pertamanya ia jatuh cinta dan ini juga kali pertamanya ia mengungkapkan isi hatinya kepada sang mama.


Ya! Selama ini Ken sangat sibuk dengan pekerjaannya, ia juga tidak pernah berpikir untuk memiliki seorang kekasih apalagi pendamping hidupnya. Bahkan ketika ada seorang perempuan yang sengaja datang dan menggodanya pun, Ken sama sekali tidak tertarik.


Namun ketika ia di pertemukan kembali dengan gadis penyelamatnya, rasa ketertarikan itu muncul seketika, bahkan rasa ingin memiliki gadis itu begitu tinggi. Ken sama sekali tidak perduli jika gadis itu sudah memiliki seorang kekasih atau tidak, yang jelas, ia ingin memiliki gadis itu sepenuhnya.


"Oh iya, Ken. Gadis itu tinggal dimana? Apakah gadis itu masih tinggal di kota yang sama dengan kita sekarang?" Tanya sang mama membuat Ken kembali memalingkan wajahnya ke arah sang mama.


"Iya, mah. Dia masih tinggal di kota yang sama dengan kita, dan dia adalah keponakan dari pak Antonius, pemilik perusahaan Georgy yang baru saja bekerja sama dengan perusahaan Kendrick Group." Sahut Ken selalu dengan nada yang lembut.


"Oh bagaimana dengan kedua orangtuanya?" Tanya sang mama sambil menatap lekat putranya itu.


"Kedua orangtuanya sudah meninggal, mah. Jadi, dia tinggal bersama paman dan juga bibinya. Dia,,, dia yatim piatu, mah." Ucap Ken diirngi dengan helaan nafasnya.


"Kasihan sekali nasib gadis itu." Lirih sang mama, namun masih dapat di dengar oleh, Ken.

__ADS_1


"Iya, mah. Mama setujukan kalau aku menikah dengannya?" Tanya Ken harap-harap cemas. Ya! Bagaimana pun juga, bagi Ken, menikah itu harus dengan restu orangtuanya, kalau mamanya tidak merestuinya, tentunya Ken juga tidak akan menyerah begitu saja, dia akan melakukan segala cara agar sang mama menyetujui rencananya untuk menikahi gadis penyelamatnya itu.


Natasha tersenyum saat ia melihat kecemasan yang sangat jelas terpancar dari raut wajah putra semata wayangnya itu.


"Kenapa kamu begitu cemas, Ken? Kamu pikir, mama orangtua macam apa nak? Apakah kamu berpikir kalau mama tidak akan merestuimu, hanya karena gadis yang kamu cintai adalah seorang yatim piatu?" Tanya sang mama yang mendapat anggukkan kepala dari putranya itu.


"Ken, mama pasti merestui kalian, asalkan kamu bahagia, mama pun ikut bahagia, tidak peduli kamu menikah dengan wanita biasa atau pun dari keluarga kaya raya, mama tetap merestui kamu sayang, karena mama ingin melihat anak mama bahagia dengan pilihannya sendiri." Ucapnya lagi membuat raut wajah Ken kembali berubah.


Natasha memang tidak pernah membedakan setatus seseorang, meskipun dia sangat kaya raya, namun dia tidak sombong, dia tidak pernah memandang rendah orang lain, dia juga sangat dermawan. Itulah yang membuat Ken sangat menyayanginya, apalagi setelah kepergian papanya, Andra Kyler, Ken pun begitu melindungi sang mama.


Andra Kyler adalah papa kandung Ken, dia telah meninggal dunia, sebelum Ken menjadi pemimpin perusahaan Kendrick Group. Pada saat itu perusahaan Kendrick Group hampir bangkrut karna kecurangan rekan bisnis papanya. Papa Ken yang memiliki penyakit jantung, akhrinya masuk rumah sakit karena serangan jantung dadakkan yang di alami olehnya. Namun sayang sekali dia tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.


Ken yang pada saat itu baru menginjak usia 25 tahun harus bekerja keras, untuk membangkitkan perusahaan Kendrick Group kembali seperti semula. Jadi, tidak ada waktu untuk Ken bersenang-senang dengan teman-temannya. Setiap hari dia di sibukan dengan berbagai pekerjaannya. Dan dengan ketekunan dan kecerdasannya, akhirnya perusahaan Kendrick Group pun bisa berdiri sampai sekarang, bahkan menjadi perusahaan nomor satu di Negaranya.


Ken memeluk tubuh sang mama, ia benar-benar beruntung memiliki orangtua seperti Natasha, yang tidak pernah membedakan status atau pun derajat orang lain, seperti kebanyakan ibu-ibu kaya lainnya.


Natasha tersenyum, ia mengusap pundak putranya lembut. "Iya sayang, kalau begitu mama pulang dulu ya nak." Pamit sang mama lembut.


"Kenapa mama tidak bermalam disini saja, besok aku antar mama pulang." Seru Ken sambil menatap sang mama.


"Tidak sayang, mama pulang saja. Lagian ini belum terlalu malam nak, kamu gak perlu khawatir." Jawab Natasha membuat Ken menghela nafasnya kasar.


"Yasudah kalau begitu mama hati-hati, ya." Ucap Ken tidak ingin memaksa sang mama untuk bermalam di kediamannya.


"Iya, sayang." Jawab Natasha sambil beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Ken pun ikut berdiri, dan mengantar sang mama ke depan pintu rumahnya.


"Pak Anton mari kita pulang." Ucap Natasha saat ia sudah tiba di depan rumah putranya itu.


"Baik, bu." Jawab pak Anton sopan. Pak Anton segera membukakan pintu mobil untuk majikannya itu, "Silahkan, bu." Ucapnya mempersilahkan Natasha untuk masuk ke dala mobilbya.


Natasha tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu ia berbalik dan menatapnya putranya. "Sayang, mama pulang dulu ya." Pamitnya sambil menepuk pundak putranya itu.


"Iya, mah. Hati-hati di jalan, ya." Jawab Ken yang mendapat anggukkan kepala dari sang mama.


Setelah berpamitan, Natasha pun masuk ke dalam mobilnya, pak Anton pun langsung menutup pintu mobil itu dengan sangat hati-hati, pergerakkannya tak luput dari tatapan tajam putra majikannya itu.


"Saya permisi dulu, den." Pamit pak Anton sebelum ia masuk ke dalan mobil majikannya.


"Hmm, pelan-pelan bawa mobilnya, mengerti." Seru Ken datar.


"Mengerti, den. Kalau begitu saya permisi dulu." Sahut pak Anton sopan. Ken hanya mengangguk pelan, lalu setelah itu pak Anton pun langsung berjalan dan masuk ke dalam mobil. Pak Anton mulai melajukan kendaraannya dengan sangat hati-hati, sementara Ken, ia kembali masuk ke dalam rumahnya dan berjalan menuju kamarnya.


Setelah tiba di dalam kamar, Ken pun langsung berjalan menuju kamar mandi, ia mulai membasuh wajahnya, lalu menatap dirinya yang tampan dari balik cermin.


"Tinggal sebentar lagi, rencanaku akan berhasil. Ah tidak, rencanaku memang sudah berhasil, aku hanya perlu mengatur tanggal pernikahanku dengan gadisku, saja. Sampai saat itu tiba, Leteshia bakalan menjadi milikku seutuhnya. Tidak ada lagi laki-laki lain yang dapat memilikinya, selain diriku." Ucapnya di iringi dengan seringai yang menyebalkan.


"Argh sial, kenapa tubuhku mendadak panas seperti ini? Padahal aku hanya membayangkan dia berada dalam pelukanku, saja. Tapi, kenapa tubuhku bereaksi berlebihan seperti ini? Apakah ini efek kelamaan menjomblo? Ah sudahlah, sebaiknya aku sekalian mandi saja, biar tubuhku tidak panas seperti ini lagi." Gerutunya sambil melepas kemeja putih yang melekat di tubuh yang indah.


Ken jangan menggoda gadis yang baca ceritamu, ya.

__ADS_1



Bersambung.


__ADS_2