
Ken sudah duduk manis di kursi meja makan, sementara Leta, ia baru saja turun dari tangga. Leta berjalan menuju ruang tamu, Ken yang melihat kedatangannya bersuara.
"Kenapa kamu lama sekali? Apakah kamu sudah berubah menjadi seekor kura-kura?" Seru Ken masih bernada kesal. Mungkin karena hidung mancungnya masih terasa ngilu.
"Kamu yang kura-kura." Sahut Leta tak kalah kesalnya.
Leta kemudian duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan calon suaminya itu.
"Apa kamu bilang?" Seru Ken sambil menatap calon istrinya itu dengan tajam.
"Aku tidak bilang apa-apa." Jawab Leta santai.
"Sudahlah, kamu makan yang banyak." Ucap Ken sembari menyodorkan satu piring yang sudah ia isi dengan makanan.
"Ini kebanyakan, Ken." Protes Leta sembari menatap Ken dengan kesal.
"Makan saja, jangan banyak protes!" Sahut Ken membuat Leta semakin kesal.
"Dasar nyebelin! Dia pikir perutku, perut kambing apa." Batin Leta sembari menyendok makanannya.
"Oh iya, boleh aku bertanya?" Tanya Leta membuat Ken langsung menatap ke arahnya dan menganggukkan kepalanya. "Orangtuamu, kemana? Kok aku sama sekali tidak melihat orangtuamu di sini?" Tanya Leta penasaran. Karena sedari tadi ia sama sekali tidak melihat kedua orangtua calon suaminya itu.
"Aku tinggal sendiri di sini. Mamaku tinggal di rumahnya, dan papaku sudah meninggal." Jawab Ken membuat Leta sedikit merasa bersalah.
"Maaf....."
"Tidak apa-apa." Jawab Ken sembari memperlihatkan senyumannya yang manis. Rasa kesalnya kini mulai hilang dalam dirinya saat ini.
__ADS_1
"Lalu! Mengapa kamu tidak tinggal bersama ibumu?" Tanya Leta penasaran.
"Ibuku tidak mau tinggal di sini, dan aku tidak bisa tinggal bersamanya, karena jarak kediaman ibuku dengan perusahaan ku lebih jauh." Jawab Ken diiringi dengan helaan nafasnya.
"Hmm begitu. Lalu! Kemana asisten mu itu? Kenapa dia tidak ikut makan?" Tanya Leta setelah ia menelan makanannya.
"Dia sudah pulang, kamj tidak perlu mengkhawatirkannya." Sahut Ken kembali kesal karena calon istrinya itu tiba-tiba saja bertanya soal keberadaan asisten pribadinya.
"Aku hanya sekedar bertanya saja, kamu marah, pulang ya pulang, kenapa kamu melotot begitu. Sangat menyeramkan sekali." Gerutu Leta yang masih dapat di dengar oleh Ken.
"Diam dan makanlah." Seru Ken dengam sorot mata yang tajam.
"Dasar pemarah." Ucap Leta dalam hati.
Setelah itu, tidak ada lagi suara yang mereka keluarkan. Keduanya mulai menikmati makanannya masing-masing.
"Ada apa? Apakah ada yang ingin kamu bicarakan sama aku?" Tanya Ken dengan nada suaranya yang sudah berubah menjadi lembut.
"Emm.... Bisakah kamu mengantarku pulang, sekarang?" Tanya Leta ragu.
"Tidak bisa, honey. Bukankah sudah aku bilang, kalau malam ini kamu akan menginap di rumahku." Ucap Ken masih bernada lembut.
"Tapi aku mau pulang, Ken. aku gak mau nginap disini." Ucap Leta pelan.
"Sudahlah, Leta. Aku malas berdebat denganmu, lebih baik kamu menurut saja, ok." Ucap Ken yang mendapat helaan nafas kasar dari Leta.
"Jangan menghela nafas, sayang. Sebaiknya kamu ikut aku sekarang." Sambung Ken sambil bangkit dari kursinya.
__ADS_1
"Kemana?" Tanya Leta malas.
"Ikut saja, nanti kamu juga akan tahu, honet." Jawab Ken sambil berjalan menghampiri Leta.
"Ayo bangun." Ajak Ken sembari mengulurkan tangan kanannya kepada Leta. Dengan terpaksa, Leta pun akhirnya bangkit dari kursinya, dan menerima uluran tangan calon suaminya tersebut.
"Dasar pemaksa." Gerutu Leta, namun tidak di hiraukan oleh calon suaminya tersebut.
Setelah itu, keduanya pun berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju taman belakang.
Taman itu begitu indah, di tanami oleh berbagai macam bunga mawar kesukaan Leta, Membuat Leta berdecak kagum.
"Wahh indah sekali." Ucap Leta berjalan mendahului Ken.
Ken tersenyum, ia berjalan menghampiri calon istrinya itu. "Kamu suka?" Tanya Ken lembut.
"Ya! Aku suka." Jawab Leta cepat.
"Karena kamu menyukainya, maka mulai dari sekarang, tinggallah bersamaku." Ucap Ken membuat Leta langsung berbalik dan menatap ke arahnya.
"Mimpi saja, meski pun aku menyukainya, tetapi aku tidak mau tinggal denganmu di sini." Jawab Leta kembali membalikkan tubuhnya dan melihat pemandangan indah yang berada di hadapannya itu.
"Aku tidak bermimpi, baby. Karena sebentar lagi kamu akan menjadi istriku, dan itu artinya kamu akan tinggal bersamaku, di sini." Ucap Ken dengan santai.
Leta hanya terdiam, ia malas menjawab ucapan calon suaminya itu, ia lebih memilih untuk menikmati keindahan taman tersebut.
Bersambung.
__ADS_1