Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 49


__ADS_3

Leta dan juga Ray masih menumpahkan perasaannya masing-masing, sementara itu di tempat lain yang tidak jauh dari mereka, seorang laki-laki tampan masih mengepalkan tangannya kuat, tatapan matanya semakin tajam, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa merinding.


"Jadi kamu masih berani bertemu dengan kekasihmu itu Leta? Lihat saja bagaimana aku akan membereskanmu." Ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Ken.


Ken memang sengaja ingin bertemu dengan pak Antonius, namun sebelum ia tiba di kediaman pak Antonius, ia malah melihat pemandangan yang membuatnya sangat marah sekaligus cemburu.


Ken akhirnya memutuskan untuk turun dari mobilnya, lalu ia berjalan menghampiri calon istrinya yang masih berada di dalam pelukan laki-laki lain.


Ken semakin marah, rasa cemburunya semakin berkobar ketika ia sudah berada di belakang mereka pun, mereka tetap tidak menyadarinya. Mereka masih tenggelam dalam kesedihan tanpa melepaskan pelukannya.


Braaaak......


Akhirnya Ken menendang pintu mobil Ray dengan sangat kencang, sontak saja hal itu membuat Leta dan juga Ray kaget, dan langsung melepaskan pelukannya. Keduanya langsung melihat ke arah pintu mobil yang di tendang oleh Ken tadi.


Ken menatap Leta dengan amarahnya, kemudian ia menatap Ray dengan tatapan membunuhnya. Leta yang melihat calon suaminya pun begitu terkejut, apalagi tatapan yang di berikan oleh Ken sangat amat menakutkan. Siapapun yang mendapat tatapan itu, pasti akan ketakutan termasuk Leta sendiri.


"Astaga kenapa dia bisa berada disini, bagaimana ini? Kenapa dia terlihat sangat menakutkan." Batin Leta sambil menyembunyikan dirinya di belakang tubuh mantan kekasihnya itu. Dan hal itu sukses membuat Ken semakin di selimuti rasa cemburu dan juga amarahnya.

__ADS_1


"Kemarilah." Perintah Ken terdengar sangat dingin.


Leta masih terdiam di belakang tubuh mantan kekasihnya itu, ia terlalu takut untuk berhadapan dengan Ken saat ini.


"Kau tidak berhak menyuruh kekasihku seperti itu." Seru Ray sambil menatap dingin Ken, laki-laki yang sudah membuatnya berpisah dari sang pujaan hatinya.


Ken terkekeh pelan, dengan angkuhnya ia berjalan satu langkah dan menarik tangan calon istrinya kencang, hingga membuat Leta langsung terjatuh ke dalam pelukannya.


"Lepaskan dia." Ucap Ray sambil menarik tangan Leta, namun di tepis kasar oleh Ken.


Ray mengepalkan kedua tangannya, rasanya ingin sekali ia menghajar pria yang berada di hadapannya itu, namun Ray menyadari bahwa pria yang berada di hadapannya itu adalah pemilik perusahaan Kendirick Group sekaligus calon suami dari wanita yang sangat di cintainya itu.


Bagaimana pun juga, perusahaan Kendrick Group sudah terkenal dimana-mana, apalagi sang pemilik yang masih muda dan juga tampan, tentu saja nama perusahaan itu semakin menyebar luas, termasuk di Negara yang di tinggali oleh Ray saat itu.


"Aku baru tau, ternyata seorang pemilik perusahaan Kendrick Group hanya bisa mengancam dengan kekuasaannya." Ucap Ray sambil tersenyum dingin.


"Aku tidak peduli dengan ucapanmu, lebih baik kau ingat ucapanku tadi, menjauh dari calon istriku. Mengerti." Sahut Ken semakin membuat Ray emosi.

__ADS_1


"Dia kekasihku, kau tidak berhak menyebutnya sebagai calon istrimu. Dan aku tidak pernah takut dengan ancamanmu." Ucap Ray semakin menambah amarah dalam diri Ken saat ini.


"Ray! Lebih baik kamu pergi saja dari sini. Aku mohon." Pinta Leta sebelum Ken mengeluarkan kata-kata nya kembali.


"Tapi, Leteshia.... "


"Please, Ray. Pergilah." Sela Leta terdengar sangat lembut membuat api cemburu dalam diri Ken semakin berkobar.


Ray menghela nafasnya kasar, melihat wajah sang pujaan hatinya yang memelas, membuat hatinya sakit, Ray tau betul, saat ini Leta sedang mengkhawatirkannya, dan Ray juga tahu, bahwa ucapan Ken bukanlah sekedar ancaman semata.


"Baiklah aku akan pergi, hubungi aku jika terjadi apa-apa." Ucap Ray mengalah.


"Jangan senang dulu. Aku pergi bukan berarti aku takut dengan ancamanmu, aku pergi karena aku tidak ingin membuat kekasihku mengkhawatirkanku. Dan suatu saat nanti, aku akan datang dan merebutnya kembali. Mengerti." Ucap Ray sebelum ia masuk ke dalam mobilnya. Ken hanya tersenyum, sepertinya Ray tidak tahu, jika sesuatu yang sudah berada di dalam genggaman Ken, maka orang lain pun tidak akan pernah bisa mendapatkannya.



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2