Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Amarah Ken


__ADS_3

Di tempat lain di waktu yang sama.


Ken baru saja keluar dari minimarket itu dengan membawa minuman di tangannya. Ia berjalan tanpa ekpresi menuju kendaraan roda empatnya. Setelah tiba di samping mobilnya, Ken pun segera membuka pintu mobil itu, dan masuk lalu duduk di kursinya.


"Ini, minumlah jangan sampai kamu kehausan....?? Sial! Kemana dia pergi, berani sekali dia melarikan diri dariku, astagaaaa... Perempuan ini benar-benar sudah menguji kesabaranku. Letashia... Kamu benar-benar sudah membuatku marah." Geram Ken sembari melempar minuman yang ia beli tadi dengan kencang. Wajahnya nampak memerah menahan amarah karena ulah gadis itu. Bahkan sorot matanya begitu tajam, sangat menakutkan.


Ken segera melajukan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan di atas rata-rata, saat ini yang ada di pikiran dia hanyalah Leta, gadis yang sudah melarikan diri dari dirinya sekaligus gadis yang sudah menguji batas kesabarannya.


"Letashia! Beraninya kamu mengelabuhiku, lihat saja bagaimana aku akan memberimu hukuman." Ken kembali menggeram penuh amarah, ia sesekali memukul setir kemudinya guna meluapkan amarah dalam dirinya itu.


"Aaaarghhh, sial!!! Gadis itu harus aku ikat agar tidak bisa melarikan diri lagi dariku. Tunggu saja besok, kamu pasti tidak bisa akan bisa kemana-kemana lagi."


Ken perlahan merogoh ponsel yang berada di dalam saku celananya, kemudian ia segera mencari kontak Seth sang asisten pribadinya itu. Dengan segera Ken pun menghubungi Seth dan memasang headset di telinganya.


" Selamat malam, bisa. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Seth setelah ia menerima panggilan telpon itu.


"Seth segera percepat pernikahanku dengan Leta." Perintah Ken dingin.


"Maksud anda bos?" Tanya Seth bingung, karena pernikahan bosnya dengan Leta hanya tinggal beberapa hari lagi, dan sekarang bosnya itu meminta dirinya untuk mempercepat pernikahannya itu.


"Kau tidak mengerti maksudku, Seth? Sejak kapan kamu mendadak bodoh begini? Aku bilang percepat pernikahanku dengan Leta, kalau perlu lakukan besok, apakah kau masih tidak mengerti juga." Ucap Ken dengan intonasi yang tinggi.


"Maaf bos, sepertinya kalau di lakukan besok tidak bisa, karena kita sudah membuat janji dengan WOnya pada akhir bulan dan saat ini kebetulan WOnya sedang berada di luar negeri." Jelas Seth segan hati-hati agar bosnya itu mengerti.


"Kalau begitu lusa kau urus semuanya." Ucap Ken tanpa mengubah nada suaranya yang dingin itu. Setelah itu Ken pun langsung mengakhiri panggilannya tanpa menunggu Seth menjawab ucapannya.


Tidak lama setelah Ken mengakhiri panggilannya, tiba-tiba saja ponsel itu berbunyi, Ken mendesah pelan, kemudian ia pun segera menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa?" Tanya Ken dingin.


"Kenapa nada suara lo dingin sekali, apakah lo tidak senang kalau gue menelpon lo?" Tanya seorang laki-laki dari seberang telpon sana.

__ADS_1


"Gue lagi di jalan, katakan ada apa lo nelpon gue?" Ken bertanya dengan nada suaranya yang masih dingin.


"Ckkk... Memang lo itu selalu dingin dari dulu. Padahal gue itu sahabat lo yang sudah lama tidak bertemu, tapi nada suara lo tetap saja tidak berubah." Ucap laki-laki itu sedikit kecewa.


"Sudahlah, Galang. Gue lagi malas bada-badi, katakan saja ada apa lo telpon gue?" Tanya Ken kesal. Galang adalah sahabat Ken yang baru saja pulang dari luar negeri.


"Tidak ada apa-apa, gue hanya ingin ngajak lo keluar saja karena gue baru pulang dari luar negeri." Sahut Galang dengan santai.


"Kapan lo sampai?"


"Kurang lebih empat jam yang lalu. Ayo kita keluar untuk bersenang-senang merayakan kepulangan sahabat lo yang tampan ini." Ucap Galang dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.


"Ckkk... Memiliki ketampanan di bawah rata-rata saja bangga." Ken berucap dengan nada yang mengejek membuat Galang mendengus kesal di seberang telpon sana.


"Sialan lo! Dari dulu sampai sekarang masih saja senang ngejek ketampanan gue. Ya gue akui lo jauh lebih tampan daripada gue, tapi asal lo tahu, pengalaman gue jauh lebih bagus daripada lo." Ucap Galang dengan bangga. Pengalaman yang di maksud oleh Galang adalah pengalaman dalam urusan percintaan. Galang memang tipe laki-laki playboy cap gayung, dia paling senang memainkan hati perempuan dan mencicipi setiap perempuan yang jatuh ke dalam perangkapnya, setelah itu ia tinggalkan perempuan itu dan mencari mangsa yang baru.


"Ya gue memang tidak memiliki pengalaman seperti lo, karena gue itu tipe laki-laki sejati, gue tidak pernah mempermainkan hati perempuan apalagi sampai menidurinya seperti lo. Ckkk... Lo itu sudah seperti laki-laki brengsek, habis makan enak, di tinggalkan begitu saja." Sahut Ken dengan santai.


"Yang penting gue puas. Lagian mereka sendiri yang datang kepada gue, bukan gue yang datang kepada mereka. Gue hanya meladeninya saja. Jadi, bukan salah gue kan." Ucap Galang tanpa merasa bersalah.


"Gue lagi di jalan, gue mau ke tempat lo." Sahut Galang terdengar santai.


"Sialan lo. Kenapa baru bilang sekarang kalau lo mau ke tempat gue, untuk apa juga lo ngajak gue keluar. Dadar saiton." Geram Ken kesal. Setelah itu Ken langsung memutuskan sambungannya secara sepihak.


Ken menambah kecepatan laju kendaraannya, tangan kirinya mulai mencari kontak Leta, lalu menghubunginya berharap gadis itu mau menerima panggilan telpon dari dirinya. Namun sayangnya beberapa menit ia menunggu, panggilan itu sama sekali tidak di hiraukan oleh Leta. Dengan sabar Ken pun mengulang panggilannya, namun sayangnya hasilnya tetap sama.


"Sialan! Bahkan dia tidak menjawab panggilan dariku. Awas saja kamu Leta, kalau sampai besok aku tidak menemukanmu, maka jangan salahkan aku jika aku menghancurkan keluarga pamanmu itu." Geram Ken sembari menambah kembali laju kemudinya.


***


Di tempat lain.

__ADS_1


Leta baru saja tiba di depan rumah sahabatnya, ia segera turun dari taksi itu, kemudian ia berjalan cepat menuju pintu rumah sahabatnya tersebut.


Setelah tiba di depan pintu rumah Arsha, Leta pun pun langsung mengetuk pintu itu dengan sedikit kencang membuat Arsha yang saat ini sedang melakukan perawatan wajahnya terganggu. Dengan kesal Arsha pun langsung berjalan dan membuka pintu rumahnya.


"Aaaaargggghhhh kuntilanaaaaaaaak.... " Teriak Leta ketika melihat wajah Arsha yang saat ini sedang memakai masker berwarna putih. Di tambah lagi baju tidur yang di kenakan Arsha berwarna putih dan panjang, serta rambutnya yang acak-acakan persis seperti setan sadako.


Mendengar teriakan Leta, tentu saja membuat Arsha kaget sekaligus takut, ia pun langsung menarik tangan Leta untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Lepaskan tangan gue kuntilanak sialan." Teriak Leta sembari memukul tangan Arsha dengan kencang membuat Arsha tersadar jika kuntilanak yang di maksud oleh Leta adalah dirinya sendiri.


"Letashiaaaaa.... Ini gue Arsha bukan kuntilanak." Teriak Arsha sambil menatap Leta dengan tatapan horornya.


"Astaga, Arsha... Gue pikir lo kuntilanak, gue udah ketakutan setengah mati." Ucap Leta tanpa sembari memeluk sahabatnya itu.


"Sialan! Masa gue di samain dengan kuntilanak sih, tau gitu tadi gue tidak bukain pintu, biar lo di samperin kuntilanak beneran." Omel Arsha masih dengan wajahnya yang kesal itu.


"Sorry Sha. Gue kan kaget liat penampilan lo yang seperti ini, coba deh lo ngaca, lo juga pasti kaget kayak gue. Penampilan lo itu udah mirip kayak setan sadako." Ucap Leta sembari menggandeng tangan sahabatnya itu.


"Tetap saja lo keterlaluan, Ta. Ah sudahlah sebaiknya kita pergi ke kamar gue yuk._ Sahut Arsha yang mendapat anggukkan kepala dari Leta. Lalu setelah itu keduanya pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar Arsha.


"Ta tumben lo malam-malam datang ke tempat gue, apa lo sedang ada masalah sama keluarga paman lo?" Tanya Arsha ketika mereka sudah tiba di dalam kamar.


"Tidak ada kok, Sha. Gue lagi pengen nginep di tempat lo aja. Soalnya kan kalau gue sudah nikah sama si laki-laki mesum itu, gue tidak mungkin bisa menginap di tempat lo lagi." Sahut Leta berbohong.


"Yakin hanya karena itu alasannya?" Tanya Arsha terlihat curiga.


"Yakinlah, Sha. Memangnya alasan apa lagi?" Sahut Leta sembari menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur Arsha.


Leta tentu saja tidak akan menceritakan kejadian di saat Ken memaksa ciumannya, dan di saat Ken akan membawa Leta untuk menginap di tempatnya. Kalau sampai Leta menceritakan semuanya kepada Arsha, bisa-bisa Arsha mengejeknya setiap saat.


"Okelah, gue percaya sama lo. Yasudah gue mau cuci muka gue dulu, kalau lo mau minum ambil sendiri aja ya." Ucap Arsha yang mendapat anggukkan kepala dari Leta. Setelah itu Arsha pun langsung melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi, sementara Leta ia terlihat menghela nafas lega karena sahabatnya itu mempercayai ucapannya.

__ADS_1


Bersambung.


Hallo guys. Aku mau memberikan informasi kepada kalian, tentang novel ini. Novel ini memang sengaja ku buat dengan alur yang lambat, karena novel ini akan end setelah pernikahan Leta dan Ken selesai. Nanti akan ada season 2 nya ya tentang pernikahan mereka. Kalau yang penasaran silahkan ikuti terus kisah mereka ya, untuk yang mulai bosan dengan cerita ini, silahkan tinggalkan ya. 😘😘😘😘


__ADS_2