
Keesokan harinya.
Waktu menunjukan pukul 06.00 pagi. Ken sudah terbangun dari tidurnya, ia bangkit dan bergegas menuju kamar mandi. Memang sudah menjadi kebiasaan Ken, setiap bangun dari tidur, ia akan segera mandi, untuk menyegarkan dirinya, kecuali hari libur. Jika hari libur, ia memilih untuk berolahraga terlebih dahulu, baru setelah itu, ia pun mandi.
Setelah beberapa saat kemudian, Ken pun sudah menyelesaikan ritual mandi paginya. Ia nampak menghela nafasnya kasar, karena ia lupa meminta si bibi untuk menyiapkan setelan kerjanya. Alhasil ia pun harus pergi mengambil sendiri ke kamar yang kini di tempati oleh Leta.
Tok....tok....tok.....
Ken mengetuk pintu kamarnya sebanyak tiga kali, namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam. Membuat Ken kembali mengetuk pintu kamarnya.
Tok..tok ..tok....
"Honey, apa kamu sudah bangun?" Tanya Ken masih setia berdiri dinswpan pintu kamarnya. Namun, tetap saja tidak ada jawaban, dari Leta.
"Apa dia masih tidur? Ah sebaiknya aku masuk saja." Gumam Ken sembari memutar knop pintu kamarnya dan bergegas masuk ke dalam kamar itu.
__ADS_1
Ken mengerutkan keningnya ketika ia tidak melihat keberadaan Leta di atas ranjangnya.
"Kemana dia? Apakah sudah bangun dan turun ke bawah?" Ken bertanya-tanya sendirian sambip melangkahkan kedua kakinya menuju walk in closet. Namun sebelum ia tiba di sana, pandangannya terarah pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat dengan lampu yang menyala.
"Hmmm ternyata dia sedang mandi. Sial, kenapa aku tidak kepikiran sama sekali, sebaiknya aku segera pergi dari sini." Gumam Ken kembali melangkahkan kedua kakinya menuju walk in closet.
Ken langsung mengambil pakaian kerjanya, lalu ia kembali berjalan menuju pintu kamarnya, namun belum sempat ia tiba di pintu kamarnya, Leta sudah membuka pintu kamar mandinya. Leta yang tidak sadar akan kehadiran Ken pun berjalan dengan santai menuju ranjang. Rambutnya yang basah, serta handuk kecil yang hanya menutupi bagian sensitifnya saja membuat Ken langsung terdiam mematung sembari meneguk salivanya dengan susah payah. Mimpi apa dia semalam, sehingga pagi ini ia mendapatkan pemandangan indah yang sungguh luar biasa.
"Astaga, kenapa aku bisa lupa bawa pakaian ganti sih?" Gerutu Leta sembari mengambil pakaian yang sudah di siapkan oleh si bibi atas perintah calon suaminya.
"Sebaiknya aku ganti di sini saja deh, lagian tidak mungkin kan si mesum itu masuk ke dalam kamar ini sekarang? Dia pasti masih tidur." Ucap Leta sambil meraih ujung handuknya berniat untuk melepaskannya saat itu juga. Namun, niatnya terhenti ketika tatapan matanya tidak sengaja mengarah pada pintu kamar, di mana seseorang masih berdiam diri dengan tatapan mata seperti singa kelaparan.
Ken yang sedari tadi diam membeku pun langsung terkejut mendengar teriakan calon istrinya itu.
"Astaga... Kenapa kamu berteriak begitu kencang, aku hanya ingin mengambil pakaian kerjaku saja. Mana aku tau, kalau kamu sedang mandi." Ucap Ken sembari menutup telinganya dengan pakaian yang ia ambil tadi."
__ADS_1
" Pembohong mesum, keluaaar, aku mau pakai baju." Teriak Leta sambil memberikan tatapan matanya yang tajam.
"Keluar ya keluar saja, tidak perlu kamu berteriak seperti itu, kamu pikir aku tuli." Ucap Ken mulai kesal karema Leta kembalai berteriak semakin kencang.
"Cepatlah, aku akan menunggumu di bawah." Sambung Ken sebelum ia membalikkan tubunya dan pergi meningalkan calon istrinya tersebut.
"Dasar gadis tarzan, bukankah dia juga melihat tubuhku? Kenapa dia malah berteriak?" Gumam Ken sembari melangkahkan kedua kakinya menuju kamar sebelah.
Tapi, sepertinya hari ini adalah hari kebuntunganku." Ucapnya lagi di iringi dengan seringaiannya.
Dalam kamar.
Setelah Ken keluar dari kamar itu, Leta pun cepat-cepat mengganti pakaiannya, ia takut jika si laki-laki yang menurutnya mesum itu, tiba-tiba masuk kembali ke dalam kamarnya.
Setelah selesai berpakaian, Leta pun menyisir rambutnya yang basah, tak lupa ia juga memakai make up tipis agar wajahnya nampak cerah. Secerah mentari pagi.
__ADS_1
" Hmm tidak ku sangka, gaun ini sangat pas di tubuh ku, apakah dia tau ukuran ku? Atau memang hanya kebetulan saja? Ah sudahlah lebih baik aku segera turun, sebelum laki-laki mesum itu ngomel-ngomel." Gumam Leta sembari berjalan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan kamar tersebut.
Bersambung.