Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
bab62


__ADS_3

"Ray apakah kamu masih ingat, tempat ini adalah tempat terakhir kita bertemu." Ucap Leta dengan raut wajah yang mulai berubah.


"Ya! Tentu saja aku masih ingat, Leta. Dulu sebelum aku pergi keluar negeri, aku mengajakmu ke tempat ini, dan aku sudah membuatmu menangis di tempat ini." Jawab Ray lembut, namun percayalah, hati Ray saat ini benar-benad hancur, tetapi ia tidak ingin menunjukkannya kepada mantan kekasihnya itu.


"Jadi, sekarang apa maksudmu mengajakku ke tempat ini lagi?" Tanya Leta penasaran.


Ray menghembuskan nafasnya kasar, ia menatap Leta dengan sendu.


"Leta, mungkin ini adalah terakhir kalinya bagi kita untuk bertemu, aku sudah memutuskan, bahwa aku akan pergi keluar negeri. Aku tidak ingin menyaksikan wanita yang aku cintai menikah dengan laki-laki lain." Ucap Ray dengan nada suaranya yang masih sama. Namun hatinya sangat hancur ketika ia mengatakan kalimat tersebut.


Leta hanya terdiam, sejujurnya ia tidak ingin melepaskan kepergian mantan kekssihnya itu, namun ketika ia menyadari bahwa dirinya sudah bukan lagi kekasih laki-laki di hadapannya, Leta pun hanya dapat terdiam seribu bahasa. Apalagi ketika ia mengingat bahwa sebentar lagi dirinya akan menjadi istri orang lain, mungkin ini memang jalan terbaik untuk Ray dan juga dirinya.


"Leta, tunggu sampai aku bisa mengalahkan kekuasaan Ken, aku pasti akan kembali, dan membawamu pergi dari sini, dan kita akan hidup bahagia selamanya." Sambung Ray terlihat sangat serius.


Leta tersenyum sendu, ia mulai mengalihkan tatapan pada pemandangan yang ada di hadapannya.


"Jangan becanda, Ray. kamu tahu kalau perusahaan Kendrick Group adalah perusahaan terbesar di negara ini. Jadi, kalau kamu mau pergi, pergilah, Ray. Aku berharap kamu dapat menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku. Dan aku akan selalu mendoakanmu, Ray." Ucap Leta membuat hati Ray semakin hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Gadis cantik itu mengatakannya tanpa ekspresi, namun percayalah, hati gadis itu juga tidak lebih hancur dari hati Ray. Bahkan ucapan gadis cantik itu tidak sama dengan isi hatinya sendiri. Dalam hati, Leta berharap bahwa Ray tidak akan pernah melupakannya, walau bagaimanapun juga, Ray adalah laki-laki yang ia cintai dari dulu hingga sekarang, dan Leta selalu menjaga hatinya hanya untuk, Ray. Namun, tiba-tiba saja Ken muncul dsn memghancurkan semua impiannya bersama Ray.


"Aku tidak mungkin bisa melupakanmu, Leta. Bagaimana pun juga, kamu adalah wanita pertama dan yang terakhir yang aku cintai, aku yakin suatu saat nanti, aku bisa merebutmu kembali dari dia." Ucap Ray dengan raut wajahnya yang serius. Leta hanya terdiam, ntahlah ia bingung mau berkata apa lagi.


Keduanya saling terdiam dengan posisi yang akan membuat siapapun salah paham, termasuk laki-laki yang kini sedang menatap keduanya dengan penuh amarah.


Laki-laki itu perlahan berjalan mendekati mereka berdua, kemudian ia berdiri tepat di sebelah kiri Leta.


"Bagus sekali kamu, Leteshia. Kamu masih berani menemuinya." Bisik Ken membuat Leta terkejut setengah mati.


"Kamu .... Kamu, kenapa bisa ada disini?" Tanya Leta sembari menatap Ken dengan ekpresi wajah terkejut.


"Lepaskan tanganmu." Ray mulai bersuara sembari mencoba untuk melepaskan tangan Ken.


"Kalau aku tidak mau, kau bisa apa?" Ucap Ken sangat dingin, bahkan tatapan matanya begitu menakutkan.


"Aku bilang lepaskan tanganmu. Kau tidak berhak melarangnya untuk bertemu dengan siapa pun, termasuk aku." Seru Ray penuh amarah.

__ADS_1


"Aku berhak melarangnya, karena aku CALON SUAMINYA. Apakah kau lupa itu, tuan Ray?" Ucap Ken menekankan dua kata yang membuat Ray semakin geram.


"Kau.... " Ucapan Ray tercekat, saat Leta kembali bersuara.


"Lepaskan aku Ken, aku bertemu dengan Ray karena dia ingin berpamitan denganku, itu saja." Ucap Leta berharap calon suaminya itu mau melepaskan tangannya.


"Ray, pergilah." Ucapnya lahi kepada Ray.


"Aku tidak akan pergi, Leteshia. Bagaimana pun juga, aku yang membawamu kesini, jadi, aku yang seharusnya mengantarmu pulang." Sahut Ray lembut membuat Ken kembali tersulut emosi.


"Pergi atau aku akan menghancurkan perusahaanmu sekaligus perusahaan papamu saat ini juga." Seru Ken sambil menatap tajam mantan kekasih calon istrinya itu.


"Ray, aku mohon.... Pergilah." Ucap Leta dengan tatapan mata yang memohon, sungguh ia tidak ingin perusahaan mantan kekasihnya itu hancur hanya karena dirinya saja.


"Baiklah aku akan pergi, jaga dirimu baik-baik, selamat tinggal, Leteshia." Ucap Ray terdengar sangat sendu di telinga Leta.


"Tunggu saja kau, aku pasti akan kembali dan merebut Leta darimu." Batin Ray sambil menatap sendu mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


Setelah itu Ray pun pergi meninggalkan wanita yang begitu ia cintai bersama Ken. Bagaimana pun juga, ia tidak akan pernah bisa menang jika lawannya adalah, Ken, laki-laki yang memiliki segalanya.


Bersambung.


__ADS_2