Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Sahabat Ken


__ADS_3

Di tempat lain.


Waktu menunjukkan pukul sebelas malam, Ken baru saja tiba di kediamannya, terlihat mobil sahabatnya sudah terparkir rapi di halaman kediamannya tersebut. Ken segera memarkirkan kendaraan roda empatnya itu tepat di samping mobil sahabatnya, Galang. Perlahan Ken pun. Melepaskan seatbeltnya, lalu meraih pintu mobil dan membukanya dengan tidak sabaran. Setelah itu Ken pun keluar dari dalam mobilnya, tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobil itu dan menguncinya langsung.


Ken perlahan berjalan memasuki kediamannya, ia di sambut hangat oleh pelayan setianya di depan pintu utama.


"Selamat malam, tuan. Di dalam ada teman anda sedang menunggu anda." Sapa si pelayanan itu dengan ramah.


"Ya, aku tahu." Jawab Ken selalu dengan nada suaranya yang datar dan raut wajahnya yang selalu tidak berexpresi. Setelah itu Ken pun kembali melangkahkan kedua kakinya menuju ruang tamu. Disana Galang sudah duduk manis sembari menikmati jus yang di buatkan oleh pelayan tadi. Melihat kedatangan Ken, Galang langsung menyunggingkan senyumannya yang menurut Ken sangatlah menyebalkan.


"Akhirnya lo sampai juga. Lo tahu gue itu sedari tadi nungguin lo di sini sampai badan gue mau berkarat." Ucap Galang sangat berlebihan sekali membuat Ken berdecih.


"Dasar berlebihan." Dengus Ken sembari menjatuhkan bokongnya di atas kursi sofa itu.


"Ckkk... Memang kenyataannya begitu, Jarvis!" Seru Galang sambil menaruh jus yang ia minum tadi. "Bagaiamana kabar lo selama ini? Apakah sudah ada kemajuan?" Tanya Galang sambil menatap sahabatnya yang saat ini sedang melepaskan jas berwarna hitam dan menaruhnya di kepala sofa.


"Seperti yang lo lihat sekarang, gue baik-baik saja, dan tentunya ada kemajuan, apa selama ini lo tidak melihat berita tentang perusahaan gue? Masih saja bertanya." Ucap Ken seraya melepaskan satu kancing kemejanya.


"Kalau soal perusahaan lo gue tahu, Ken. Tapi yang gue maksud bukan masalah kemajuan perusahaan lo." Dengus Galang sedikit karena sahabatnya itu sama sekali tidak peka dengan apa yang ia tanyakan.


"Lalu kemajuan apa yang lo maksud?" Tanya Ken sambil menatap Galang tidak mengerti.

__ADS_1


"Ya, kemajuan tentang percintaan lo lah, gue penasaran, apakah sudah ada wanita yang memikat hati lo yang dingin itu, atau belum?" Galang bertanya dengan raut wajah yang sangat penasaran.


"Urus saja percintaan lo, kenapa lo kepo dengan masalah percintaan gue." Ucap Ken membuat Galang mendengus kesal.


"Ckkk... Tentu saja gue kepo. Secara lo itu tidak pernah dekat dengan wanita manapun, dan gue denger lo bakalan menikah dalam waktu yang dekat ini. Gue sangat penasaran siapa gadis yang akan menjadi calon nyonya seorang Jarvis Kendrick Kyler itu. Apakah dia seorang model? Artis? Atau seorang dokter? Ah atau jangan-jangan dia putri dari rekan bisnis lo lagi." Cerocos Galang benar-benar merasa sangat penasaran. Pasalnya ia tidak pernah melihat berita tentang hubungan Ken dengan wanita manapun, namun ia tiba-tiba saja mendengar kabar bahwa Ken akan menikahi seorang wanita dalam waktu yang sangat singkat ini.


"Siapa yang memberitahu lo tentang pernikahan gue? Apakah mama?" Tanya Ken sambil menatap Galang penasaran.


"NO! Stela yang memberitahu gue tadi pas di telpon. Dan dia cuma sekedar memberitahu lo bakalan menikah saja, dia sama sekali tidak memberitahu gue siapa calon istri lo itu. Makannya gue nanya sama lo langsung, karena gue sangat penasaran apakah yang di ucapkan oleh Stela itu benar, atau bohing." Sahut Galang membuat Ken terlihat kesal.


"Ckkk gadis itu sungguh menyebalkan." Gumam Ken sembari meneguk sebotol minuman yang sudah tersedia di atas meja.


"Malah minum dia. Gue lagi bertanya Ken, jawab kek." Seru Galang kesal karena Ken sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.


"What! Besok lusa? Lo serius?" Tanya Galang setengah berteriak membuat Ken kesal dan langsung melemparnya dengan bantal sofa.


"Sialan! Malah di lempar." Omel Galang sembari menangkap bantal sofa itu.


"Lo berisik teriak-teriak tengah malam begini. Lo kira rumah gue hutan." Seru Ken dengan sorot matanya yang tajam.


"Gue kaget, Ken. Jadi yang di katakan sama si Stela itu beneran? Wah akhirnya lo jadi laki-laki juga." Ucap Galang dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

__ADS_1


"Sialan lo. Lo pikir selama ini gue bukan laki-laki hah! Dasar brengsek." Hardik Ken dengan wajahnya yang sangat kesal.


"Sorry,,, sorry... Bukan itu maksud gue... "


"Sudahlah tidak perlu di bahas lagi. Jadi, lo kembali mau ngapain?" Tanya Ken mulai mengalihkan pembicaraannya.


"Gue balik karena gue harus mengurus perusahaan bokap gue, ya meskipun sebenarnya gue malas dan lebih nyaman tinggal di luar negeri, tetapi gue sangat kasihan mendengar kondisi bokap gue, yang sering sakit-sakitan, makannya gue balik." Ucap Galang sekilas memperlihatkan kesedihannya.


"Ya memang sudah seharusnya lo ngurus perusahaan bokap lo dari dulu, bukannya malah enak-enak tinggal di luar negeri, sementara bokap lo di sini bekerja keras untuk membangun dan mempertahankan perusahaannya. Dasar anak durhaka." Seru Ken sambil melihat ponsel miliknya berharap ia mendapat pesan dari calon istrinya tersebut.


"Ckkk, malah ngatain gue lo. Gue tuh bukan anak durhaka, tapi... " Ucapan Galang tercekat di tenggorokan.


"Anak pembangkang maksud lo." Sela Ken membuat Galang kesal.


"Dasar ******, selalu saja nyela ucapan gue. Oh iya ngomong-ngomong gue tadi ketemu sama perempuan yang menarik sekali.... " Lagi-lagi ucapan Galang tercekat di tenggorokkannya ketika Ken sudah kembali membuka mulutnya.


"Gue tidak tertarik sama cerita lo itu." Sela Ken masih tetap fokus menatap layar ponselnya.


"Sialan! Gadis ini sama sekali mengabaikan pesan dariku. Awas saja kamu Letashia." Batin Ken dengan perasaannya yang sangat kesal.


"Dasar sahabat tidak punya hati, sahabatnya mau cerita malah tidak mau mendengarkan, benar-benar menyebalkan." Galang menggerutu sembari meraih jusnya kembali, lalu meneguknya dengan kesal.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2