Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Kucing Nakal


__ADS_3

Ken nampak sudah tiba sabar menunggu wanita pujaannya. Bahkan ia selalu menatap arah tangga, namun Leta belum juga menampakkan batang hidungnya membuat Ken mendengus kesal.


"Kenapa dia lama sekali? Apakah dia seekor kura-kura?" Gerutu Ken di iringi dengan helaan nafas kasarnya.


Beberapa menit kemudian, Leta pun turun dengan wajah yang terlihat kesal. Ia berjalan menghampiri Ken yang kini sedag menatap dirinya.


"Kenapa kamu lama sekali? Apakah kamu kura-kura? Sangat lambat" Ucap Ken tanpa melepaskan tatapan matanya dari wajah cantik sang pujaan hati. Jujur saja, ia sesungguhnya sangat mengagumi kecantikan Leta saat ini. Namun, mengingat teriakan Leta tadi, membuat Ken kembali kesal.


"Cihhh cuma beberapa menit saja sudah mengomel. Dasar mesum." Gerutu Leta seraya menjatuhkan bokongnya di atas kursi.


"Apa kamu bilang!" Seru Ken kesal.


"Apanya yang apa? Aku tidak bilang apa-apa." Sahut Leta sambil menatap laki-laki yang duduk di hadapannya itu.


"Sudahlah sebaiknya kita sarapan dulu, nanti aku antarkan kamu ke tempat kerja." Ucap Ken tidak ingin berdebat lagi.


"Aku bisa berangkat sendiri, tidak perlu kamu antar." Jawab Leta kembali membuat Ken kesal.


"Jangan membantah, ikuti saja ucapanku, mengerti." Tegas Ken membuat Leta semakin kesal. Laki-laki mesum bin pemaksa ini sungguh sangat menyebalkan.


"Kamu hanya akan membuang waktumu, jika kamu mengantarku kerja." Seru Leta dengan tangan bersidekap menatap lurus calon suaminya itu.


"Waktuku denganmu jauh lebih berharga daripada apapun, makannya aku ingin mengantar mu, jadi daripada kita berdebat, lebih baik kamu habiskan dulu sarapanmu, sayang. Mengerti? " Ucap Ken dengan nada suara yang mulai berubah seratus delapan puluh derajat celsius. Sungguh luar biasa bukan?


"Astaga,,,, apakah dia seekor bunglon? Kenapa cepat sekali berubahnya. Dasar manusia aneh." Batin Leta menatap tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar barusan.


"Ada apa, sayang? Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah kamu sudah mulai tertarik dengan ketampananku?" Tanya Ken seraya memperlihatkan senyumannya yang manis, membuat Leta mendengus pelan.

__ADS_1


"Jangan terlalu percaya diri. Aku sama sekali tidak tertarik sama ketampananmu." Ucap Leta sembari memutar kedua bola matanya dengan malas.


"Oh tapi sepertinya sebentar lagi kamu akan tertarik dengan ketampananku ini." Goda Ken seraya menyentuh dagu Leta membuat gadis itu terkejut.


"Dasar mesum..."


"Mesum sama calon istri sendiri tidak apa-apa, sayang." Ucap Ken santai kayak di pantai.


"Bodo amat. Terserah kau saja." Seru Leta sembari mengambil sarapannya.


Ken terkekeh pelan, ia paling seneng menggoda calon istrinya tersebut.


"Pelan-pelan makannya, sayang. Kamu tenang saja, tidak akan ada yang merebut makananmu, kok." Ucap Ken sembari menatap Leta lekat.


"Jangan memanggilku sayang, aku tidak suka." Protes Leta setelah ia menelan makanan yang ada di mulutnya.


"Kamu!!! Aaah sudahlah berbicara denganmu tidak akan pernah menang." Seru Leta membuat Ken kembali terkekeh pelan.


Di tempat lain....


Ray baru saja tiba di bandara, ia mencari keberadaan asistennya Dino. Tak lama kemudian Dino pun menghampirinya dengan terburu-buru.


"Selamat datang pak Raymond, biar saya bawakan koper anda." Ucap Dino ramah.


"Ya. Terima kasih. Bagaimana dengan perusahaan Din? " Tanya Ray seraya menyerahkan kopernya kepada Dino.


"Seperti yang saya kabarkan pak Raymond, perusahaan anda saat ini sedang mengalami kendala, dan kondisinya semakin parah." Jawab Dino sembari berjalan di samping Ray.

__ADS_1


"Apakah kau belum menemukan perusahaan lain untuk di ajak kerja sama dengan perusahaan kita?" Tanya Ray datar.


"Belum pak Raymond, mereka semua tidak mau bekerja sama dengan perusahaan kita, mereka lebih memilih untuk bekerja sama dengan anak perusahaan Kendrick Group." Jawab Dino di iringi dengan helaan nafas beratnya.


"Yasudah kalau begitu, nanti kita bahas lagi di kantor." Ucap Ray tanpa menghentikan langkah kakinya. Dino hanya menganggukkan kepalanya pelan. Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan di antara keduanya.


Beberapa menit kemudian, Ray dan juga Dino pun tiba di tempat parkiran mobil. Dengan sigap, Dino langsung membukakan pintu mobil untuk bosnya tersebut. "Silahkan, pak." Ucap Dino yang mendapat anggukkan kepala dari Ray. Ray pun segera masuk ke dalam mobil itu, sementara Dino, ia berjalan menuju bagasi mobil, kemudian, ia membuka bagasi mobil itu dan menaruh koper milik bosnya. Setelah selesai, Dino kembali menutup bagasi mobil itu, kemudian ia berjalan menuju pintu mobil bagian kemudi. Dino mulai membuka pintu mobil itu, kemudian ia masuk dan duduk di kursi kemudinya. Perlahan, Dino mulai menyalakan mesin mobil itu, tak lupa ia juga memasang sealbeltnya, lalu melajukan kendaraan roda empat itu meninggalkan bandara.


"Ken, suatu saat nanti, kau akan menerima pembalasanku, dan aku akan merebut Leteshia kembali. Tunggu saja." Ucap Ray dalam hati seraya mengepalkan kedua tangannya kuat.


Ray begitu marah terhadap Ken. Ray bersumpah, ia akan kembali dan merebut pujaan hatinya tersebut.


Di tempat lain..


Mobil Ken telah sampai di tempat kerja Leta. Tangan Leta mulai meraih pintu mobil itu, namun tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh calon suaminya tersebut.


"Kenapa kau hobby sekali menarik tanganku? lepaskan, aku mau turun." Ucap Leta seraya menatap Ken dengan kesal.


"Kamu ini cerewet sekali, biarkan aku mencium keningmu dulu, ok." Sahut Ken dengan lembut membuat gadis itu terlihat sangat terkejut. Sebelum Leta protes, Ken sudah mendaratkan kecupannya di kening Leta. Ia nampak tersenyum bahagia ketika melihat wajah Leta yang memerah seperti tomat itu.


"Suudah, sayang. Sana keluar, atau aku akan mencium bibirmu." Ucap Ken tanpa rasa bersalah karena sudah membuat gadis itu terkejut.


"Kamu.... Sudah ku bilang jangan pernah cium aku lagi. Aaaah kamu sangat menyebalkan Kennnn." Teriak Leta kesal. Setelah itu, Leta pun segera keluar dari mobil itu, ia berjalan memasuki restaurant tersebut dengan wajah yang kesal.


"Astaga.... Kenapa dia suka sekali berteriak, membuatku terkejut saja. Dasar kucing nakal." Gumam Ken seraya menatap kepergian sang pujaan hatinya itu.


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2