Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Ciuman lembut


__ADS_3

"Ken, jangan macam-macam." Seru Leta kembali sembari berusaha untuk melepaskan cekalan tangan calon suaminya tersebut.


Ken semakin senang melihat Leta yang terlihat ketakutan itu, ia pun semakin ingin mendekati dan menggoda gadis pujaan hatinya tersebut.


"Kenapa, sayang? Bukankah tadi kamu masih berani berteriak kepadaku? Mengapa sekarang kamu malah ketakutkan seperti ini?" Bisik Ken dengan suara yang terdengsr berat di telinga gadis itu. Bahkan wajah Ken dengan Leta hanya berjarak beberapa centi meter saja.


"Ken, tolong jangan seperti ini. Aku,,,, aku sungguh tidak nyaman." Lirih Leta berusaha untuk memalingkan wajahnya ke arah lain, namun sayangnya tangan kanan Ken segera menahannya, membuat gadis itu mau tidak mau harus menatap Ken dengan jarak yang begitu dekat. Hembusan nafas beraroma mint masuk ke dalam indera penciuman Leta, membuat detak jantung gadis itu tiba-tiba saja berdegup sangat kencang. Ia yang awalnya takut terhadap Ken, kini malah berubah menjadi gugup.


Leta terus berusaha untuk menjauhkan Ken dari dirinya, namun sayanngnya usahanya itu tetap sia-sia, bahkan tubuh laki-laki itu sama sekali tidak bergerak.


"Ken.... Menjauhlah." Pinta Leta dengan lirih.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik sekali, Letashia." Bisik Ken dengan tatapan matanya yang dalam. Leta hanya terdiam, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa ataupun berkata apa, laki-laki ini sangat sulit untuk ia taklukan.


Sementara itu, Ken yang awalnya menatap kedua bola mata Leta, kini tatapan matanya beralih pada bibir berwarna pink milik sang pujaan hatinya.


"Ya Tuhan... Laki-laki ini mau apa? Dan kenapa jantungku berdegup sangat kencang sekali? Apa yang harus aku lakukan." Batin Leta sembari memejamkan kedua bola matanya tidak ingin berlama-lama menatap wajah tampan Ken dari jarak yang sangat dekat itu.


Melihat sang pujaan hatinya saat ini sedang memejamkan matanya, tentu saja hal itu menjadi kesempatan besar bagi Ken untuk melahap bibir pujaan hatinya tersebut. Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Ken pun mulai mendaratkan bibir miliknya di atas bibir milik gadis itu, mengecupnya dengan sangat lembut, dan ********** secara perlahan membuat Leta seketika membuka kedua bola matanya sempurna.


"Kamu!!! Mesum..." Teriak Leta dengan wajah yang memerah.


Ken nampak tersenyum, tangannya mengusap wajah cantik yang memerah itu dengan lembut. "Balas ciumanku, sayang. Atau aku akan melakukan hal yang lebih daripada sekedar ciuman ini." Ucap Ken dengan nada suaranya yang berat, serta tatapan matanya yang semakin dalam.

__ADS_1


"Ken, please!!! Aku tidak mau, sebaiknya kita pulang sa... " Sebelum Leta menyelesaikan ucapannya, Ken sudah mendaratkan bibirnya kembali, dan ******* bibir Leta dengan lembut, gadis itu kembali memberontak, mulutnya terkunci rapat ketika lidah Ken berusaha untuk menerobos masuk ke dalamnya membuat Ken sedikit kesal.


"Buka mulutmu, sayang. Atau aku kita akan kembali masuk ke dalam rumah mama dan aku akan melakukan hal yang lebih parah dari ini." Ancam Ken ketika ia melepaskan bibir manis milik sang pujaan hatinya tersebut. Mendengar hal itu tentu saja membuat Leta terkejut, sekaligus ketakutan.


"Kamu mengancamku.... " Ucapan Leta lagi-lagi tercekat di tenggorokkan ketika Ken kembali mendaratkan bibirnya di atas bibir sang pujaan hatinya itu. Ken kembali berusaha untuk menerobos masuk ke dalam mulut Leta, namun gadis itu tetap mengunci rapat mulutnya, hingga pada akhirnya Ken pun menggigit sedikit kencang bibir Leta, dan seketika itu pula Leta langsung membuka mulutnya. Ke tersenyum di sela-sela ciumannya, ia segera memasukan lidahnya ke dalam mulut sang pujaan hati.


Ken mulai mengabsen setiap inci di dalamnya dengan sangat lembut hingga membuat Leta terbuai dan mau membalas ciumannya. Lidah keduanya kini saling membelit satu sama lain dengan waktu yang cukup lama.


Setelah di rasa oksigen terkuras habis, barulah Ken menyudshi ciumannya, ia menempelkan keningnya dengan kening sang pujaan hatina dengan nafas keduanya yang terengah-engah akibat ciuman yang di lakukannya barusan.


"Sudah sampai di sini dulu permainan kita, sayang. Nanti kita akan lanjutkan lagi ketika kita tiba di kediamanku." Bisik Ken membuat bulu kuduk Leta meremang seketika.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2