Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 27


__ADS_3

Kediaman Georgy.


Leta berjalan memasuki rumah pamannya dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagai membuat Emily langsung membuka mulut pedasnya.


"Wah, wah, wah. Sepertinya kamu sedang bahagia hari ini. Ah aku lupa kalau sebentar kamu akan menikah dengan pengusaha kaya raya dan juga tampan, tentunya kamu pasti sangat bahagia, bukan?" Ucap Emily sambil menatap kepulangan Leta dengan sinis.


Leta seketika menghentikan langkah kakinya, ia menatap Emilya, lalu menyunggingkan senyumannya. "Sepertinya kamu sangat tidak suka jika aku menikah dengan laki-laki yang kamu sebut tampan itu, kalau kamu tidak suka, kamu bisa membicarakannya langsung dengan paman." Sahut Leta membuat langsung berjalan ke arahnya dengan penuh amarah.


"Dengar ya, Leta. Kamu itu tidak pantas menikah dengan dia, kamu itu hanyalah anak yatim piatu yang di besarkan oleh keluargaku. Jadi, kamu harus tahu diri dan tahu posisimu. Satu lagi, jika kamu tidak ada di rumah ini, sudah pasti aku yang menjadi istrinya." Ucap Emily penuh amarah.


"Ada atau tidaknya aku di rumah ini, jika dia tidak menyukaimu, maka kamu tidak akan pernah bisa menjadi istrinya. Aku permisi dulu." Setelah mengatakan hal itu, Leta pun langsung bergegas melangkahkan kedua kakinya kembali meninggalkan Emily yang terlihat semakin murka.


"Argh... Sialan! Aku pasti akan memberitahu Ray tentang pernikahanmu, lihat saja, Ray pasti akan sangat membencimu." Teriak Emily membuat langkah kaki Leta terhenti.


Emily tersenyum saat melihat Leta menghentikan langkah kakinya, dengan segera Emily pun kembali membuka mulutnya yang pedas itu.


"Leta, Leta. Lo itu hanya gadis yatim piatu, jangan bermimpi untuk menjadi cinderella yang di keliling oleh pangeran tampan. Saatnya lo bangun dari tidur lo, Leta. Lo itu sama sekali tidak pantas untuk Ken atau pun Ray. Sadar diri!"


"Aku sadar, aku ini hanyalah gadis yatim piatu yang numpang tinggal di keluarga lo. Tapi, satu hal yang harus lo harus tahu, Emily. Pantas atau tidaknya gue bersama Ray ataupun laki-laki yang lo sebut itu, bukan lo yang nentuin. Sebaiknya lo bercermin, Emily. Perbaiki diri lo sendiri." Ucap Leta membuat amarah Emily semakin memuncak tak tertahankan.


Setelah mengatakan hal itu, Leta pun kembali melangkahkan kedua kakinya meninggalkan Emily yang kini sudah melempar vas bunga, melampiaskan amarahnya.


"Ray! Aku sampai melupakan prrnikahan sialan ini karena terlalu asik mengobrol dengan Ray tadi. Bagaimana pun juga, aku harus memberitahu Ray tentang pernikahan ini. Karena cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya." Batin Leta tanpa menghentikan langkah kakinya.


Setelah tiba di depan pintu kamarnya, Leta pun segera meraih knop pintu tersebut, lalu membukanya secara perlahan, hingga pintu itu terbuka lebar. Kaki Leta perlahan masuk ke dalam kamarnya, tak lupa ia juga menutup kembali pintu itu, lalu berjalan menuju sis ranjang.

__ADS_1


Leta langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, saat ini pikirannya kembali kacau, se kacau-kacaunya. Bayangan wajah bahagia kekasih hatinya muncul dalam benaknya, membuat Leta tersenyum sendu.


"Ray! Apa aku sanggup memberitahumu tentang pernikahanku dengan laki-laki itu? Apa kamu akan menerimanya? Apa kamu akan membenciku, karena aku sudah mengingkari janji kita." Ucap Leta sambil menatap langit-langit kamarnya


Leta kembali teringat akan ucapan Ray tadi, Ray mengajaknya pergi ke suatu tempat yang sudah Ray siapkan untuk Leta. Ntah tempat seperti apa itu Leta sendiri tidak tahu, yang jelas besok ia harus pergi dengan kekasih hatinya itu.


"Mungkin besok waktunya aku untuk memberitahu Ray yang sebenarnya. Aku tidak ingin Ray mengetahui dari orang lain, karena itu akan jauh lebih menyakitkan hatinya." Batin Leta sambil mengusap air matanya yang mulai menetes membasahi wajah cantiknya.


Perlahan, Leta mulai bangkit dari ranjangnya, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


***


Keesokan harinya.


Leta sudah cantik mengenakan gaun berwarna merah, saat ini ia sedang menatap dirinya melalui pantulan cermin yang berada di dalam kamarnya.


"Leta, kamu pasti bisa. Yakinlah ini adalah jalan terbaik untukmu dan juga Ray." Batin Leta berusaha untuk menguatkan hatinya yang sedang rapuh dan hancur.


Tok... Tok...


Suara ketukkan pintu membuat Leta langsung kembali ke alam sadarnya, dengan segera Leta pun mengambil tas kecil, lalu berjalan menuju pintu kamarnya.


"Non Leta, di bawah ada mas Ray sedang menunggu anda." Ucap si bibi yang selalu memperlakukan Leta dengan sangat baik.


"Iya, bi. Ini aku baru mau turun." Sahut Leta selalu lembut seperti biasanya.

__ADS_1


Setelah itu, Leta dan juga si bibi pun segera turun ke bawah, hati Leta benar-benar terasa sakit ketika ia melihat senyuman bahagia yang terpancar dari wajah kekasih hatinya itu.


"Tahan Leta, tahan. Jangan sampai kamu menangis di hadapannya." Batin Leta sambil berjalan menghampiri Ray.


"Sayang, kamu sudah selesai?" Tanya Ray begitu lembut dan halus. Bahkan senyumannya yang manis tidak pernah hilang dari sudut bibirnya.


"Sudah, Ray." Jawab Leta pelan.


"Kalau begitu, ayo kita pergi." Ajak Ray tanpa mengubah nada suaranya yang lembut dan halus.


Leta tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan, lalu ia menatap sang paman yang terlihat sendu melihat kedekatan ponakan kesayangannya dengan kekasihnya itu.


"Paman, aku pergi dulu." Pamit Leta yang mendapat anggukkan kepala dari pamannya.


"Saya juga pamit dulu ya, paman." Ray pun berpamitan sanbil mengulurkan tangan kanannya ke hadapan pak Antonius.


Pak Antonius segera meraih uluran tangan kekasih ponakannya itu sambil menampilkan senyumannya.


"Tolong jaga Leta nak Ray, dan jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya." Ucap pak Antonius yang mendapat anggukkan kepala dari Ray.


"Paman tenang saja, aku pasti akan menjaga calon istriku dengan baik." Sahut Ray terlihat begitu serius membuat rasa bersalah dalam hati pak Antonius kembali muncul kembali, namun ia hanya dapat tersenyum sambil menepuk pundak Ray pelan.


Beruntunglah hari ini Natalia dan juga Emily sedang tidak ada di rumah, jika kedua mahluk itu ada di rumah, tentu saja suasana akan terasa menegangkan. Mengingat Emily yang begitu membenci Leta, tentu saja Emily tidak akan tinggal diam saja, dia pasti akan memberitahu langsung Ray, tanpa memperdulikan perasaan Ray ataupun Leta.


Setelah berpamitan Leta dan juga Ray pun langsung melangkahkan kedua kakinya meninggalkan pak Antonius dengan sejuta rasa bersalahnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku benar-benar paman yang jahat, aku tega menghancurkan kebahagiaan keponakanku sendiri demi kehidupan sempurna untuk keluargaku. Maafkan paman Leta, maafkan paman Ray. Paman terpaksa melakukan ini, karena ini adalah jalan satu-satunya agar perusahaan paman terselamatkan." Batin pak Antonius sanbil menatap kepergian Leta dan juga Ray yang kini sudah menghilang dari balik pintu.


Bersambung.


__ADS_2