Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 53


__ADS_3

Restaurant Samudera.


"Hmmm.... Kemana dia? Kenapa belum muncul juga? Atau mungkin dia tidak masuk kerja sekarang?" Gumam Arsha yang sedari tadi mencari keberadaan sahabatnya Leta.


Sam yang melihat Arsha pun segera menghampirinya.


"Nyari siapa kamu, Sha? Serius amat." Tanya Sam membuat Arsha sedikit terkejut.


"Ahh pak Sam. Bapak ngagetin aku aja. Ini loh aku lagi cari Leta, tumben sekali dia belum datang, biasanya kan dia paling pagi datangnya, apa dia gak masuk kerja ya hari ini?" Ucap Arsha sambil mengalihkan pandangannya kepada Sam.


"Leta tidak masuk kerja hari ini, dia sudah minta izin, katanya ada urusan penting." Sahut Sam terlihat sedikit kecewa.


Sebenarnya sih yang meminta izin kepada Samuel bukan Leta sendiri, melainkan Seth asisten kepercayaannya Ken.


"Oh begitu! Hmmm... Kenapa dia tidak mengabari aku ya? Biasanya kalau tidak masuk, dia pasti selalu bilang sama aku." Ucap Arsha makin penasaran, karena biasanya Leta selalu menghubunginya, ketika Leta tidak masuk kerja. Namun kali ini, Leta sama sekali tidak menghubunginya, membuat jiwa kepo Arsha meronta-ronta.


"Mungkin saja Leta lupa. Sudahlah sekarang waktunya kerja, sana siap-siap dulu." Seru Samuel sebelum ia melangkahkan kedua kakinya menuju ruangannya.


"Ish sudah apanya. Aku kan kepo tahu. Ah sebaiknya nanti saja aku tanyakan langsung sama Leta." Gumam Arsha sambil menatap kepergian menegernya itu.


"Arsha, kerja. Kamu mau kalau gajimu saya potong!" Seru Sam ketika ia berbalik dan mendapati Arsha masih berdiri di tempatnya.

__ADS_1


"Iya, iya, ini juga saya mau kerja, kok. Bapak masuk aja dulu ke ruangan bapak." Sahut Arsha sedikit berteriak.


"Huh dasar maneger nyebelin. Enak aja main potong gajiku. Sudahlah sebaiknya aku mulai kerja, daripada gajiku di potong kan gak lucu banget." Gerutu Arsha sambil melangkahkan kedua kakinya dan mulai melakukan pekerjaannya.


Perusahaan Kendrick Group.


Setelah beberapa jam kemudian, Ken pun sudah menyelesaikan pekerjaannya. Ia mulai bangkit dari tempat duduknya dan meregangkan otot-ototnya. Setelah itu ia berjalan menghampiri Leta yang ntah sejak kapan sudah terlelap dalam tidurnya.


Ken tersenyum, kemudian ia jongkok dan menatap lekat wajah cantik Leta yang kini sedang tertidur dengan pulas. Perlahan tangan Ken terulur, dan mengelus lembut pipi mulus calon istrinya itu.


"Kamu sangat cantik Leteshia. Aku adalah laki-laki yang paling beruntung bisa memilikimu, walaupun caraku salah, tetapi, selama aku bisa mendapatkanmu, aku tidak peduli itu. Siapa pun yang menghalangi jalanku untuk mendapatkanmu, akan aku pastikan dia hancur, sehancur-hancurnya."Ucap Ken pelan sambil menyunggingkan senyuman di wajah tampannya.


Perlahan Ken mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik calon istrinya itu, ingin sekali ia mencium bibir berwarna pink yang menggoda itu, namun ia harus menahannya. Dan pada akhirnya Ken hanya mengecup mesra kening gadis pujaan hatinya itu.


"Honey! Bangun." Ucap Ken penuh dengan kelembutan. Namun tidak ada reaksi sama sekali dari calon istrinya itu sehingga membuat Ken kembali membangunkan calon istrinya.


"Sayang! Bangun. Kalau tidak bangun aku akan cium bibirmu itu." Bisik Ken seperti bisikkan iblis yang mampu membangunkan Leta dari tidur nyenyaknya.


Leta membuka kedua matanya secara perlahan, pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah, wajah tampan laki-laki yang sudah membuatnya bosan dan ketiduran. Sontak saja hal itu membuat Leta terkejut setengah mati.


"Astaga pantas saja tadi aku mendengar suara dia di telingaku, aku pikir, aku sedang bermimpi, ternyata tidak." Batin Leta sambil mendorong wajah Ken dengan satu tangannya.

__ADS_1


"Kamu.... Berani mendorong wajahku?" Seru Ken kesal.


"Aku tidak sengaja, lagian salah sendiri, kenapa wajahmu begitu dekat denganku." Ucap Leta sambil duduk di atas sofa.


"Aku sedang membangunkanmu, kamu tidur seperti kebo. Susah sekali di bangunkannya." Sahut Ken sambil bangkit dan duduk di samping Leta.


"Kamu yang kebo." Dengus Leta sembari menatap kesal calon suaminya itu.


"Apa kamu sudah selesai?" Tanya Leta mengalihkan pembicaraannya.


"Sudah honey. Ayo kita makan siang dulu, kamu pasti sudah lapar kan." Sahut Ken kembali ke nada suara asalnya yang lembut dan halus.


"Jangan memanggilku honey, aku tidak suka." Seru Leta membuat Ken terkekeh pelan.


"Baiklah, sayang." Ucap Ken sambil mengelus pucuk kepala Leta.


"Sayang juga aku tidak suka." Seru Leta kesal.


"Suka tidak suka, kamu harus menerima panggilan sayang dariku. Mengerti." Tegas Ken tak terbantahkan.


"Terserah kau saja." Ucap Leta semakin kesal.

__ADS_1


"Gadis pintar. Yasudah ayo kita pergi, sayang. Seth sudah menunggu kita di bawah." Ucap Ken sambil menarik tangan Leta, kemudian ia bangkit dari tempat duduknya. Leta hanya bisa menurut dan bangkit dari tempat duduknya.


Bersambung.


__ADS_2