Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Cerita Raymond


__ADS_3

Di tempat lain.


Saat ini Raymond sedang berada di dalam ruangannya, ia terlihat sedang menatap layar ponselnya yang sadari tadi hanya menampilkan wallpaper seorang gadis cantik yang sedang tersenyum manis dengan rambut ekor kuda.


"Bahkan sampai saat ini pun kamu sama sekali tidak membalas pesan dariku, Leteshia." Batin Raymond tanpa mengalihkan pandangannya dari photo gadis cantik itu.


Tok...tok... Tok...


Tiba-tiba saja terdengar suara ketukkan pintu membuyarkan lamunan Raymond saat ini. Dengan suara yang sedikit serak, Raymond pun memerintahkan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.


Seorang laki-laki yang tak lain adalah Dino, masuk dan melangkahkan kedua kakinya menghampiri Raymond.


"Permisi pak Raymond. Ada tamu yang ingin menemui anda." Ucap Dino ramah.


"Siapa?" Tanya Raymond tanpa menatap asistennya tersebut.


"Nona Agnes, anak pemilik perusahaan VR Group." Jawab Dino cepat.


"Oh, biarkan saja dia masuk." Perintah Raymond masih dengan ekpresinya yang datar.


Dino menganggukkan kepalanya, lalu setelah itu ia pun berbalik dan berjalan keluar untuk memanggil Agnes. Tidak lama kemudian, Dino pun masuk bersama seorang gadis yang bernama Agnes itu.


"Pak Raymond, nona Agnes sudah berada di sini, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Dino yang mendapat anggukkan kepala dari Raymond. Setelah itu Dino pun berbalik dan mulai melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan ruangan bosnya tersebut.


Setelah kepergian Dino, Agnes pun mulai mengeluarkan suaranya yang merdu dan seksi itu.

__ADS_1


"Hay, apa kabar kamu, Ray?" Tanya Agnes sembari menatap Raymond yang saat ini mulai menaruh ponselnya itu di atas meja kerjanya.


"Seperti yang kamu lihat, Aku baik-baik saja." Jawab Raymond terkesan datar dan tanpa ada ekspresi di wajahnya.


Agnes tersenyum tipis, gadis cantik yang memiliki bola mata berwarna cokelat itu sudah terbiasa melihat dan mendengar Raymond berbicara datar dan selalu tanpa memperlihatkan ekspresi di wajahnya, kecuali ketika Raymond membicarakan tentang seorang perempuan yang di cintainya.


"Really? Aku dengar perusahaanmu sedang mengalami masalah." Ucap Agnes tanpa mengubah nada suara yang merdu dan terdengar sangat seksi itu.


Seketika Raymond langsung menatap Agnes, lalu ia pun mulai bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan menuju sofa yang berada di dalam ruangannya tersebut.


"Duduklah." Perintah Raymond setelah ia tiba di kursi sofa itu.


Agnes tersenyum kembali seraya menganggukkan kepalanya, kemudian ia pun duduk di atas kursi sofa itu dengan elegant.


"Jadi, apakah perusahaanmu benar-benar mengalami masalah?" Agnes kembali mengulang pertanyaannya sembari menatap Raymond.


"Aku bisa membantumu, Ray. Kenapa kamu tidak meminta bantuan dariku kemarin?" Tanya Agnes lembut.


"Aku tidak mau merepotkan kamu. Lagian aku masih bisa mengatasinya sendiri." Ucap Raymond membuat gadis cantik itu menghela nafasnya.


"Aku sama sekali tidak merasa di repotkan, Ray. Bukankah kita bisa bekerja sama. Aku adalah putri dari pemilik perusahaan VR Group. Aku yakin papaku juga pasti akan menyetujuinya." Tukas Agnes dengan tatapan matanya yang tak lepas dari wajah tampan Raymond.


"Baiklah, biar aku pikirkan lagi nanti." sahut Ray tanpa menatap gadis cantik itu.


"Ok, aku akan membicarakan masalah ini dengan papaku setelah aku pulang dari sini." Gadis itu tersenyum senang, ini adalah awal yang baik untuk mendekati laki-laki datar yang sudah menyita perhatiannya.

__ADS_1


"Oh iya, apakah kamu sudah melamar perempuan yang kamu cintai itu?" Tanya Agnes ketika ia mengingat sebelum Raymond pulang, Raymond pernah berkata bahwa dia akan melamar seorang gadis yang di cintai olehnya. Agnes benar-benar sangat penasaran tentang lamaran yang di lakukan oleh laki-laki yang sudah menyita perhatiannya tersebut.


"Ya, aku sudah melamarnya." Jawab Raymond sendu membuat Agnes seketika mengernyitkan keningnya bingung.


"Lalu, mengapa kamu terlihat sedih? Bukankah seharusnya kamu bahagia?" Tanya Agnes sangat penasaran.


"Dia,,,, dia menolak lamaran, Nes." Ucap Raymond terdengar sangat lirih.


"Mengapa? Bukankah kamu bilang bahwa kalian saling mencintai? Lalu, mengapa dia menolak lamaranmu, Ray?" Agnes semakin penasaran. Gadis cantik itu meskipun ia menyukai Raymond, namun ia tetap akan mendukung Raymond bersama wanita yang di cintai oleh laki-laki itu.


Raymond nampak menghela nafasnya kasar sebelum ia menjawab pertanyaan Agnes barusan.


"Dia.... Dia akan menikah dengan laki-laki lain, Nes." Jawab Raymond membuat Agnes terkejut.


"Apakah kamu serius, Ray? Bukankah kalian itu saling mencintai selama ini. Dan kamu bilang dia adalah wanita yang sangat baik dan setia menunggu kepulanganmu. Lalu mengapa dia tiba-tiba akan menikah dengan laki-laki lain? Aku benar-benar tidak mengerti." Ucap Agnes seraya menatap Raymond yang saat ini sedang menatap langit-langit ruangannya. Agnes sungguh tidak mengerti, bagaimana bisa perempuan itu melukai hati Raymond hingga seperti ini? Raymond yang selalu mencintai perempuan itu, Raymond yang selalu merindukan perempuan itu, namun balasan yang di dapatkan oleh Raymond dari perempuan itu sungguh sangat menyakitkan.


"Dia memang mencintai aku, dan dia terpaksa menikah dengan laki-laki lain karena dia memang tidak punya pilihan lain, Nes. Dan ini semua gara-gara aku yang terlambat membawanya pergi. Aku sungguh laki-laki yang tidak berguna, bahkan aku tidak bisa melawan laki-laki sialan itu." Lirih Raymond seraya mengusap wajahnya frustasi.


"Memangnya siapa laki-laki itu?" Tanya Agnes penasaran.


"Dia adalah Jarvis Kendrick Kyler, pemilik perusahaan Kendrick Group. Laki-laki yang berkuasa dan bisa melakukan apapaun sesuka hatinya. Apakah kamu tahu mengapa perusahaanku bisa mengalami masalah? Itu semua perbuatan dia." Jelas Raymond membuat Agnes terkejut.


"Apakah perempuan itu sangat istimewa, sampai-sampai dia bisa memikat pemilik perusahaan Kendrick Group. Pantas saja Raymond tidak bisa melawan laki-laki itu. Aku jadi penasaran dan ingin bertemu dengan perempuan itu." Batin Agnes sembari menatap sendu Raymond.


"Ray. Kamu harus tenang, jika perempuan itu memang jodohmu, kelak kamu dan dia pasti akan di satukan kembali. Tetapi, jika perempuan itu bukan jodohmu, maka lupakan dia dan buka hatimu untuk perempuan lain. Karena di luaran sana masih banyak perempuan yang mencintaimu dengan tulus." Ucap Agnes berharap laki-laki ini mau membuka hatinya untuk orang lain, terutama dirinya.

__ADS_1


Raymond tidak menyahut, ia hanya melirik Agnes sekilas, kemudian tatapan matanya kembali tertuju pada langit-langit ruangan itu. Bagaimana pun juga, Raymond tidak akan bisa melupakan gadis yang di cintainya itu. Bahkan Raymond sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika suatu saat nanti dia akan kembali dan merebut Leta dari tangan Ken.


Bersambung.


__ADS_2