Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Sayang, bangun


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul satu siang. Ken pun mulai menyudahi pekerjaannya, lalu ia meregangkan otot-otot di tangannya sambil mengalihkan pandangannya kepada calon istrinya. Ken tersenyum, ia pun mulai berdiri dan melangkahkan kedua kakinya menuju sofa dimana istrinya berada.


Perlahan Ken mendekati calon istrinya, lalu berjongkok dengan tangan kanan yang terulur mengusap pucuk kepala Leta dengan lembut.


"Sayang, ayo bangun. Apakah kamu tidak lapar?" Ken membangunkan Leta dengan nada suaranya yang lembut, namun sepertinya gadis itu masih asik dengan mimpi indahnya sehingga ia sama sekali tidak membuka kedua bola matanya membuat Ken kembali membangunkannya.


"Sayang, ayo bangun, ini sudah siang." Ucap Ken dengan nada suaranya yang sedikit kencang membuat gadis itu dengan perlahan membuka kedua bola matanya. Pandangan yang pertama Leta lihat adalah wajah tampan calon suaminya yang saat ini sedang tersenyum manis sembari menatap dirinya.


"Ka,, kamu sudah selesai?" Tanya Leta gugup sembari bangun dari posisi tidurnya.


"Ya, aku sudah selesai, sayang. Apakah kamu tidak lapar hmm." Tanya Ken tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya yang tampan itu.


"Tentu saja aku lapar, bahkan sangat-sangat lapar, Ken." Sahut Leta dengan jujur.


"Yasudah kalau begitu ayo kita makan, sayang." Ajak Ken dengan sangat lembut.


"Makan apaan? Di sini sama sekali tidak ada makanan. Kamu ingin menyuruhku makan angin ya." Leta bertanya dengan kesal.

__ADS_1


"Astaga aku lupa, sayang. Sebentar ya aku panggilkan Seth dulu." Ucap Ken seraya merogoh benda pipih dari dalam saku celananya.


Ken mencari kontak asistennya tersebut, ia berniat untuk meminta sang asisten mengirimkan makan siangnya. Namun ketika ia hendak melakukan panggilan terhadap asistennya tersebut, tiba-tiba saja pintu ruangannya di ketuk.


"Masuk." Perintah Ken seperti biasanya, datar.


Seseorang yang tak lain adalah Seth pun masuk, ia berjalan melangkahkan kedua kakinya menghampiri sang bos.


"Selamat siang, bos. Ini makan siang anda." Ucap Seth sambil menunjukkan makanan yang sengaja ia pesan untuk bosnya dan juga Leta.


Seth segera meletakan semua makanan itu di atas meja sesuai dengan perintah bosnya barusan.


"Kenapa banyak sekali, Ken?" Tanya Leta ketika ia melihat makanan yang di letakkan oleh Seth begitu banyak.


"Memangnya kenapa sayang? Apakah masih kurang?" Ken berbalik nanya seraya menatap calon istrinya tersebut.


"Tidak, bahkan ini jauh lebih dari cukup, Ken. Apakah kita bisa menghabiskan semua makanan ini? Ah bagaimana kalau anda ikut makan dengan kita?" Ucap Leta, lalu bertanya kepada Seth seraya memperlihatkan senyumannya yang manis yang membuat Ken mendengus kesal.

__ADS_1


"Terima kasih nona atas tawarannya. Tapi, saya sudah makan siang nona, jadi maaf saya tidak bisa menerima tawaran anda." Tolak Seth sambil membalas senyuman yang di berikan oleh Leta kepada dirinya.


"Kamu dengar itu, dia sudah makan, jadi kamu tidak perlu mengajak dia untuk makan siang bersama kita, mengerti." Ucap Ken kesal.


"Sebaiknya kamu makan yang banyak, biar sehat." Sambung Ken masih dengan kesal.


Leta hanya memutar kedua bola matanya dengan malas, ia sama sekali tidak berniat untuk menjawab ucapan calon suaminya barusan.


"Kalau begitu, saya permisi dulu bos, nona." Pamit Seth yang tidak ingin berlama-lama berada di dalam ruangan bosnya tersebut. Ken dan juga Leta hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu, Seth pun langsung berbalik dan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruangan bosnya itu.


Setelah kepergian asistennya, Ken pun duduk di atas kursi sofa yang berada di samping Leta. Ia menatap Leta, lalu tersenyum manis. "Ayo makan, sayang. Kenapa malah diam saja." Ucap Ken dengan nada suaranya yang mulai berubah lembut.


"Iya, ini aku akan makan." Sahut Leta seraya meraih makanan yang berada di atas meja itu. Ken tersenyum senang, ia pun mulai meraih makanannya dan mulai menyantapnya dengan tenang.



Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2