
Ken dan juga Leta berjalan dengan bergandengan tangan, lebih tepatnya, Ken yang menggenggam erat tangan calon istrinya tersebut, seolah-olah ia takut jika calon istrinya itu kabur dari sisinya. Berlebihan sekali, dasar bucin tingkat monas.
Tiba di pintu utama, seorang pelayan dengan sigap membukakan pintu untuk Ken dan juga Leta, pelayan itu tersenyum ramah dan penuh hormat.
"Hati-hati di jalan tuan, nona." Ucap pelayan itu yang mendapat anggukkan serta senyuman manis dari Leta, sementara Ken, sudah jangan di tanya lagi, ia pasti akan memberikan wajahnya yang datar seperti biasanya.
Ken dan juga Leta kembali melangkahkan kedua kakinya menuju tempat dimana Ken memarkirkan kendaraan roda empatnya itu. Sementara si pelayan, ia kembali menutup pintu utama kediaman Kyler, tak lupa ia juga menguncinya langsung, lalu setelah itu ia pun kembali ke tempat peristirahatannya.
Setelah tiba di depan mobil miliknya, Ken pun segera merogoh kunci mobil itu dari dalam saku celananya, kemudian ia pun membukakan pintu mobil untuk calon istrinya tersebut.
"Silahkan masuk calon istriku tercinta." Ucap Ken ketika lembut tak lupa dengan senyumannya yang manis itu.
__ADS_1
"Terima kasih, tapi kamu tidak perlu memperlakukan aku seperti ini, Ken." Protes Leta sambil menatap calon suaminya tersebut.
"Sangat perlu sayang, kamukan calon istriku, jadi sudah sewajarnya aku memperlakukanmu seperti ini, dan kamu tidak boleh menolaknya, mengerti." Sahut Ken masih dengan nada suaranya yang lembut serta senyumannya yang mengembang dari sudut bibirnya itu.
Leta mendesah pelan, kemudian ia pun segera masuk tanpa mau menjawab ucapan Ken barusan. Setelah Leta masuk, Ken pun kembali menutup pintu itu, kemudian ia pun berjalan menuju pintu mobil bagian kemudian. Ken segera meraih pintu mobil itu, kemudian ia pun masuk dan duduk di kursi kemudinya.
Ken menatap ke arah Leta, gadis itu terlihat menekuk wajahnya membuat Ken seketika mengernyitkan keningnya bingung.
"Ada apa dengan wajahmu, sayang? Kenapa di Tekuk seperti itu?" Tanya Ken sembari memasang seatbelt untuk dirinya.
"Jangan berbohong, sayang. Apakah kamu merasa tidak senang?" Tanya Ken sembari menatap Leta lekat.
__ADS_1
"Kamu tahu itu." Sahut Leta singkat dan padat.
"Katakan! Apa yang membuat kamu tidak senang?" Tanya Ken masih dengan nada suaranya yang lembut dan halus itu.
"Aku tidak senang dengan perlakukanmu tadi, dan aku tidak senang di saat aku mau bicara tadi, kamu selalu saja mendahuluiku. Kamu tuh nyebelin banget tahu gak sih." Ucap Leta setengah berteriak membuat Ken seketika menutup telinganya.
"Astaga, sayang. Kamu tidak perlu berteriak seperti itu, bicara pelanpun aku masih bisa mendengarnya. Apakah kamu sengaja ingin aku memberikanmu hukuman?" Kesal Ken seraya menatap Leta dengan tajam.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Ayo jalankan mobilmu, ini sudah malam." Perintah Leta tanpa mau menjawab ucapan Ken barusan.
"Sepertinya kamu harus di berikan hukuman malam ini, sayang." Ken tersenyum menyeringai, perlahan ia pun melepaskan seatbeltnya, lalu mendekat ke arah Leta membuat Leta sedikit takut.
__ADS_1
"Kamu!!! Kamu mau apa? Jangan macam-macam, Ken. Ini masih di halaman rumah mama kamu, atau aku akan berteriak." Ucap Leta dengan kedua tangan menahan tubuh Ken agar tidak bisa mendekati dirinya. Namun sayangnya, tenaga dirinya tidak sebanding dengan tenaga calon suaminya tersebut, bahkan kedua tangannya pun kini sudah di cekal oleh Ken membuat Leta semakin ketakutan.
Bersambung.