
Setelah menempuh kurang lebih setengah jam, akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Seth pun tiba di perusahaan Kendrick Group. Tidak seperti biasanya, kali ini Ken langsung membuka pintu mobil dan turun dari dalam mobilnya, tak lupa ia juga menutup kembali pintu mobil itu sedikit keras membuat Seth yang baru saja mersih pintu mobilnya terkejut.
"Astaga, ada apa lagi dengan si bos? Kenapa dia selalu mengagetkanku akhir-akhir ini." Gumam Seth sembari menatap bosnya kesal karena selalu saja membuat jantungnya hampir copot. Sangat berlebihan.
Sementara itu, Ken mulai melangkahkan kedua kakinya memasuki perusahaan miliknya, seperti biasanya, banyak karyawan yang akan meyambutnya dengan ramah, juga tatapan memuja yang membuat Ken muak.
"Selamat pagi, pak Ken." Sapa mereka serentak.
Berhubung hatinya sedang berbunga-bunga, karena ia sebentar lagi akan menikah dengan sang pujaan hatinya, Ken pun menjawab sapaan mereka sambil menghentikan langkah kakinya.
"Hmm pagi semua." Sahutnya yang membuat para karyawan tersebut bersorak kegirangan.
Ken kembali melangkahkan kedua kakinya menuju lift khusus untuk dirinya.
__ADS_1
"Tunggu saya, bos." Seru Seth sambil menerobos masuk ke dalam lift tersebut.
Ken menatap kesal sang asisten, ntah mengapa ucapan Seth yang memuji calon istrinya cantik, selalu saja menghantui kepalanya, sehingga saat ia melihat Seth, bawaannya ingin menelan Seth hidup-hidup, berlebihan memang, namun itulah kenyataannya.
"Astaga, apakah aku melakukan kesalahan lagi? Ah tidak, aku sama sekali tidak melakukan kesalahan sama si bos. Tapi, mengapa tatapan si bos sangat menyeramkan sekali?" Batin Seth sambil mengalihkan pandangannya dari tatapan bos dinginnya yang seperti ingin menelan dirinya hidup-hidup.
Sementara itu, di lantai bawah, semua karyawan sedang bergosip ria, mereka menggosipkan Ken, yang baru saja membalas sapaan mereka semua. Biasanya, Ken hanya akan menganggukkan kepalanya, atau berdehem pelan, namun kali ini Ken benar-benar membalas sapaan mereka dengan suara merdunya. Sungguh luar biasa bukan.
"Astaga apa aku tidak salah dengar, tadi pak Ken tersenyum, dan menjawab sapaan kita? Ahh sungguh sangat tampan sekali dia." Ucap salah satu karyawan tersebut terlihat sangat antusias.
"Sepertinya pak Ken sedang jatuh cinta, iya gak sih?"
"Sotoy deh lo, mana mungkin laki-laki seperti dia jatuh cinta."
__ADS_1
"Mungkin saja, lagian tidak ada yang salah kan kalau pak Ken jatuh cinta?" Seru karyawan satunya lagi.
"Ya, tidak. Tapi....." Ucapan si karyawan itu tercekat di tenggorokkan ketika ia mendengar suara perempuan di belakangnya.
"Bubar-bubar kalian semua. Kenapa kalian malah menggosip di sini? Kalian mau di pecat? cepat kembali ke tempat kerja kalian masing-masing." Ucap Ana lantang.
"Ayo-ayo kita bubar, sebelum nenek sihir itu mengamuk." Sery karyawan yang tadi kepada teman yang lainnya.
Para karyawan lainnya mengangguk setuju, lalu setelah itu mereka pun bubar dan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Ana memang terkenal dengan julukan nenek sihir, selain sok cantik, Ana juga memiliki sifat yang angkuh dan juga sombong, seolah-olah hanya dialah wanita yang paling cantik di perusahaan itu. Maka tidak heran jika banyak karyawan yang tidak menyukai dirinya.
"Cihh dasar para karyawan murahan, mau coba-coba menarik perhatian pak Ken, jangan bermimpi!" Gumam Ana sambil tersenyum angkuh, dan menatap sinis para karyawan tersebut.
__ADS_1
Setelah itu, Ana pun pergi menuju lift yang akan membawanya ke lantai dimana dirinya bekerja.
Bersambung.