Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 34


__ADS_3

Leta langsung membekap mulut sahabatnya itu, ia benar-benar kesal saat mendengar Arsha berteriak dengan sangat amat lantang membuat sebagian orang yang sedang menikmati baksonya langsung menengok ke arah mereka berdua.


"Ssst... Gak usah teriak-teriak, Arsha. Malu ih di liatin sama orang." Bisik Leta membuat Arsha terkekeh pelan.


"Sorry, Ta. Gue benar-benar terkejut. Lo gak lagi becanda kan sama gue?" Ucap Arsha yang mendapat gelengan kepala dari Leta.


"Lalu! Bagaimana dengan Ray? Bukankah kalian saling mencintai? Dan gue lihat, Ray begitu mencintai lo, Ta." Ucapnya lagi membuat Leta menghela nafasnya kasar.


"Gue bingung, Sha. Di satu sisi, gue sangat mencintai Ray, tapi di sisi lain gue juga harus membayar utang budi gue kepada keluarga paman gue, Sha. Lo tahu kan gue dari kecil tinggal sama mereka, dan saat ini perusahaan paman gue sedang mengalami masalah, dan kata paman gue hanya perusahaan Kendrick lah yang bisa membantu perusahaannya." Leta kembali meraih minumannya, lalu meneguknya secara perlahan, kemudian ia kembali meletakkan gelas itu di atas meja.

__ADS_1


"Jadi, paman gue meminta gue untuk menikah dengan pemilik perusahaan itu, katanya, itu adalah syarat yang di berikan oleh pemilik perusahaan tersebut jika paman ingin bekerja sama dengan perusahaannya." Lanjut Leta membuat Arsha terdiam, merasa iba dengan apa yang di alami oleh sahabatnya itu.


"Apa tidak ada cara lain lagi, selain lo menikah sama pemilik perusahaan Kendrick Group?" Tanya Arsha setelah sesaat terdiam.


"Ntahlah, Sha. Tapi gue udah bicara sama Ray, dan kata Ray dia yang akan membantu perusahaan paman gue, agar gue tidak menikah dengan pemilik perusahaan itu. Tapi, ntah mengapa hati gue merasa tidak tenang, Sha. Gue ngerasa, gue benar-benar akan menikah dengan laki-laki itu dan berpisah dengan Ray. Apalagi malam ini, laki-laki itu akan datang ke rumah paman gue. Sepertinya, tidak ada harapan lagi bagi gue untuk bersama dengan Ray." Ucap Leta terdengar sangat sendu membuat hati Arsha dapat merasakan apa yanh kini Leta rasakan.


Leta tersenyum, ucapan sahabatnya itu memang ada benarnya juga, seberapa pun kita berusaha mempertahankan sebuah hubungan, jika dia bukan jodoh kita, pasti akan pisah juga. Begitu pun juga dengan dirinya.


"Lo bener, Sha. Jika Ray memang jodoh gue, Tuhan pasti akan mempersatukan gue sama dia. Tapi, jika dia bukan jodoh gue, seberapa besar usaha kita untuk mempertahankan hubungan ini, Tuhan pasti akan memisahkan kita berdua." Ucap Leta pasrah.

__ADS_1


"Sekarang lo jangan sedih lagi, ya. Percayalah, Tuhan pasti akan memberi lo laki-laki terbaik yang akan menjaga dan melindungi lo seumur hidup lo. Yakinlah sama takdir Tuhan."


"Iya, Sha." Sahut Leta pelan.


"Yasudah kita kembali lagi ke tempat kerja, yuk." Ajak Leta yang mendapat anggukkan kepala dari Arsha.


Keduanya pun mulai beranjak dari tempat duduknya masing-masing, lalu mereka pun pergi melangkahkan kedua kakinya setelah mereka membayar bakso yang mereka makan tadi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2