Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 26


__ADS_3

Kediaman Kyler.


Seorang pelayan datang menghampiri, Natasha yang saat ini sedang menikmati secangkir teh hangat sambil menonton drama favoritnya.


"Permisi, bu. Di depan ada nona Stela ingin bertemu dengan ibu." Ucap pelayan itu membuat Natasha langsung mengalihkan pandangannya dari layar televisi.


"Ohh biarkan dia masuk, bi." Sahut Natasha lembut. Si bibi menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu ia pun berbalik dan melangkahkan kedua kakinya menuju pintu depan.


"Silahkan, nona." Ucap si bibi itu sopan.


"Terima kasih." Jawab Stela sebelum ia berjalan masuk melewati pelayan itu.


Natasha tersenyum saat ia melihat kedatangan Stela, ia pun segera berdiri dan berjalan menghampiri putri sahabatnya itu.


"Stela, tumben kamu datang kesini tidak memberitahukan tante dulu?" Seru Natasha menyambut hangat kedatangan Stela.


"Aku sengaja, tante. Biar jadi kejutan buat tante." Jawab Stela diiringi dengan senyumannya.


"Oh iya, ini aku bawain sesuatu buat tante, aku yakin tante pasti suka." Ucapnya sambil menyerahkan bingkisan kepada Natasha.


Natasha tersenyum sembari mengambil bingkisan yang di berikan oleh putri sahabatnya itu.


"Wah, kamu tahu aja kalau tante lagi pengen makan ini. Terima kasih sayang. Yasudah ayo kita duduk dulu." Seru Natasha sambil menggandeng tangan Stela dan berjalan menuju sofa.


"Ken, tidak ada di sini, ya tante?" Tanya Stela saat dirinya tidak melihat kehadiran Ken, laki-laki yang di inginkannya itu.

__ADS_1


"Dia belum datang, Stel. Biasanya dia datang sore hari kalau waktu libur." Sahut Natasha lembut.


"Ohh begitu. Oh iya, tante. Tentang perjodohan itu, apa tante udah berbicara sama Ken?" Tanya Stela sangat amat penasaran. Stela sangat berharap bahwa Ken mau menerima perjodohan itu.


"Tante sudah berbicara dengan Ken, tetapi, Ken sudah memiliki gadis yang di cintainya, dan tante tidak bisa memaksa Ken, untuk menerima perjodohan ini, maafkan tante ya, Stel. Sepertinya perjodohan ini tidak dapat di lakukan." Ucap Natasha terlihat merasa bersalah kepada Stela.


Stela langsung terdiam, ia benar-benar merasa sangat marah mendengar ucapan Natasha barusan. "Jadi, Ken sudah memiliki gadis yang dia cintai? Dan dia menolak perjodohan ini? Sialan, siapa gadis itu? Aku harus mencari tahu semuanya, aku tidak akan pernah membiarkan wanita manapun merebut Ken dariku. Ken hanya milikku. Milik Stela." Batin Stela sambil mengepalkan satu tangannya kuat.


"Stela, kamu tidak apa-apa, sayang?" Tanya Natasha saat ia melihat keterdiaman putri sahabatnya itu.


"Ah, a,,, aku tidak apa-apa kok tante, dan tante tidak perlu meminta maaf sama aku, mungkin aku bukan jodoh Ken, tante." Ucap Stela sambil memperlihatkan senyumannya guna menutupi amarah dalam dirinya.


"Terima kasih, Stela. Tante sangat yakin, suatu saat nanti kamu pasti akan menemukan laki-laki yang sangat cocok denganmu. Kamu itu perempuan baik dan sangat cantik, pasti banyak laki-laki yang tertarik sama kamu, sayang." Seru Natasha sambil mengusap lembut punggung Stela.


"Tapi, laki-laki yang aku inginkan hanyalah Ken, bukan orang lain, tante. Dan aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku pasti akan merebut Ken dari perempuan sialan itu." Batin Stela penuh amarah.


"Oh iya tante, kalau boleh tahu perempuan yang di cintai Ken siapa, ya? Apakah tante pernah bertemu dengannya?" Tanya Stela sangat penasaran, sekaligus mencari tahu tentang perempuan yang sudah berani merebut Ken dari dirinya.


"Gadis penyelematnya dua belas tahun yang lalu. Tante sendiri belum pernah bertemu dengan gadis itu." Sahut Natasha membuat Stela tersenyum.


"Tante belum pernah bertemu dengan gadis itu? Bagaimana kalau gadis itu, bukan gadis baik-baik, tante? Bukankah itu akan membuat Ken kecewa." Seru Stela sengaja ingin menghasut Natasha.


"Tante yakin dengan pilihan Ken, Stela. Dan tante sangat yakin kalau gadis itu adalah gadis baik-baik." Jawab Natasha membuat Stela menghela nafasnya kasar. Ternyata menghasut Natasha tidaklah mudah.


"Tante, bagaimanapun juga, tante belum pernah bertemu dengan gadis itu, dan mengingat status Ken sekarang, tentu saja membuat para gadis berlomba-lomba untuk mendekatinya. Ya, mungkin saja salah satunya gadis yang Ken cintai itu. Percaya sama aku tante, gadis itu belum tentu baik. Jadi, aku saranin sama tante, agar tante mencari tahu tentang gadis itu." Stela terus berusaha untuk menghasut Natasha, ia tidak akan menyerah sebelum Natasha terhasut oleh ucapannya itu.

__ADS_1


Natasha menghela nafasnya panjang, ia menatap Stela dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


"Stela, tante percaya dengan pilihan putra tante, dan tante sudah tahu tentang gadis itu dari putra tante. Tante tidak akan meragukan pilihan Ken, karena ini adalah kali pertamanya Ken mengungkapkan isi hatinya kepada tante. Dan itu artinya, gadis yang di cintai oleh Ken, adalah gadis baik-baik. Karena apa, karena Ken bisa menilainya sendiri." Ucap Natasha tetap tidak terhasut oleh ucapan Stela itu.


"Tante, aku hanya ingin tante berjaga-jaga saja, agar Ken tidak kecewa nantinya. Lagiankan, jaman sekarang itu sangat sulit mendapatkan gadis yang benar-benar tulus mencintai seseorang, apalagi Ken, dia adalah sosok laki-laki sempurna yang memiliki kekayaan berlimpah. Mungkin saja gadis itu hanya mengincar harta Ken saja, kita kan gak tahu, tante." Seru Stela masih berusaha untuk menghasut Natasha.


"Tante tetap percaya sama pilihan putra tante, Stela. Dia tidak akan salah pilih, tante sangat yakin itu." Sahut Natasha mulai sedikit kesal dengan ucapan Stela.


"Sialan, kenapa susah sekali sih untuk menghasut tante Natasha. Kenapa dia begitu percaya pada gadis sialan itu?" Batin Stela semakin kesal mendengar jawaban Natasha barusan.


"Sebaiknya kita ngobrol yang lain saja ya, lupakan tentang Ken dan gadis itu, ok." Sambung Natasha yang hanya mendapat anggukkan kepala dari Stela.


"Oh iya, kamu mau minum apa, Stela?" Tanya Natasha sambil menatap Stela.


"Tidak perlu repot-repot, tante. Kebetulan aku juga belum haus." Jawab Stela masih tetap dengan expresi seperti biasanya. Padahal hatinya sudah sangat amat dongkol karena rencana untuk mengasut Natasha gagal total.


"Tidak kok. Sebentar ya tante panggil si bibi dulu untuk buatin minuman, nanti kalau kamu haus, kan tinggal minum." Ucap Natasha sambil terkekeh pelan.


"Iya tante, terserah tante saja." Sahut Stela membuat Natasha tersenyum.


Natasha pun segera bangkit dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan menuju dapur dan meminta si bibi membuatkan minuman untuk Stela dan juga dirinya.


"Argh sialan. Aku tidak akan menyerah begitu saja, aku pasti dapat membuat tante Natasha membenci perempuan sialan itu. Dengan begitu, tante Natasha tidak akan merestui hubungan Ken dengan gadis sialan itu. Aku harus segera mencari tahu tentang gadis itu." Batin Stela sambil mengepalkan kedua tangannya kuat.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2