
"Leta, apakah kamu tau, ini adalah pertama kalinya aku duduk disini bersama seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, dan aku sungguh sangat bahagia." Batin Ken sembari menatap Leta dalam.
"Andai saja yang bersamaku sekarang adalah, Ray. Tentu aku akan sangat bahagia." Leta membatin di iringi dengan helaan nafas beratnya membuat Ken seketika mengernyitkan keningnya.
"Ada apa? Kenapa kamu menghela nafas?" Tanya Ken sembari menggenggam tangan calon istrinya.
"Aku hanya teringat sama Ray, saja." Sahut Leta tanpa sadar membuat darah dalam diri Ken naik seketika.
"Kamu bilang apa?" Tanya Ken dingin membuat Leta langsung tersadar, bahwa yang saat ini dirinya sedang bersama calon suaminya.
Astaga, kenapa aku bisa tidak sadar sih kalau sekarang aku lagi sama dia, gawat aku sudah membangunkan macan yang sedang tidur. Dasae bodoh!" Batin Leta merutuki kebodohannya sendiri.
"Ahh tidak... Aku tidak bilang apa-apa. Mungkin kamu salah dengar, Ken. Dan tolong lepaskan tanganku." Jawab Leta berusaha untuk menarik tangannya yang di genggam oleh Ken.
__ADS_1
"Kamu pikir aku budeg, hah! Ingat, Leta. Jangan pernah kamu mengingat mantan kekasihmu itu lagi, apalagi menyebut namanya di hadapanku. Atau aku akan menghancurkannya, dan melenyapkannya dari muka bumi ini, mengerti." Ucap Ken terdengar sangat dingin, dan juga tegas.
"Dasar gila, emang dia pikir dia siapa? Mau mengatur hidupku. Kalau bukan karena paman, aku mana sudi menikah dengan lelaki macam dia. Egois, emosional, mesum lagi. Cuma punya wajah tampan dan kekayaan saja." Batin Leta sembari menatap Ken dengan kesal.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak mendengar ucapanku?" Ken kembali berkata ketika ucapannya tidak di tanggapi oleh gadis pujaannya itu.
" Iya,,,, iya aku dengar. Kamu tidak perlu meninggikan suaramu, telingaku masih normal, masih bisa mendengar bisa meskipun kamu berbicara pelan." Sahut Leta semakin kesal.
"Kalau kamu mendengar suaraku,kenapa kamu tadi diam saja? Kenapa tidak menjawab langsung? Apa kamu kembali memikirkan mantan kekasihmu itu?" Tanya Ken penuh selidik.
"Baguslah, mulai sekarang kamu hanya boleh memikirkan aku, mengerti." Ucap Ken dengan tegas.
"Aku tidak menyukaimu, bagaimana mungkin aku bisa memikirkanmu, kamu jangan keterlaluan, kamu pikir dengan kekuasaanmu, kamu bisa mengendalikan perasaanku? Walau pun aku menikah denganmu, tapi kamu harus ingat, aku tidak pernah mencintaimu, jadi, jangan memaksaku untuk memikirkanmu." Seru Leta mengeluarkan kekesalannya.
__ADS_1
Bukannya marah, Ken justru terkekeh pelan, membuat Leta semakin kesal di buatnya.
"Dasar gila." Gerutu Leta sembari memalingkan wajahnya ke arah lain. Namun, tiba-tiba saja kedua tangan Ken menangkup wajahnya, membuat keduanya kembali berhadapan.
"Apa yang...." Belum sempat Leta menyelesaikan ucapannya, bibir Ken sudah mendarat sempurna di atas bibir manis miliknya membuat Leta langsung terdiam dsn membulatkan kedua bola matanya sempurna.
"Kamu terlalu cerewet, sayang." Ucap Ken setelah ia melepaskan ciumannya."
"Kamu... Mesum, gila. Aku benci sama kamu." Teriak Leta sembari menutup bibirnya dengan kedua tangannya.
"Aku memang sudah gila, sayang. Gila karena aku terlalu mencintaimu." Jawab Ken dengan santai.
"Dasar pria mesum, kenapa dia mengambil ciuman pertamaku? Nyebelin." Ucap Leta dalam hati. Ya! Bagaimanapun juga, Leta memang belum pernah berciuman, meskipun dia pernah menjalin hubungan dengan Ray, tetapi, keduanya sama sekali tidak pernah berciuman. Leta ingin memberikan ciuman pertamanya, ketika ia dan Ray menikah nanti. Namun sayangnya, impiannya untuk menikah dengan Ray, harus hancur di tengah jalan.
__ADS_1
Bersambung.