Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 43


__ADS_3

Keesokan harinya.


Waktu menunjukan pukul 07.00 wib. Ken sudah tampan dengan setelan tiga potongnya. Saat ini ia sedang duduk di atas kursi meja makan, menikmati sarapannya, bersama Seth asisten kepercayaannya itu.


"Apakah kamu sudah menemukan gedung untuk acara pernikahanku?" Tanya Ken setelah keduanya menyelesaikan sarapannya.


"Sudah Bos, dan lokasinya pun tidak jauh dari kediaman ibu Natasha." Jawab Seth membuat Ken menyunggingkan senyumannya.


"Bagus kalau begitu, kau harus mempersiapkan semuanya dengan maksimal, waktunya hanya tinggal dua minggu lagi." Ucap Ken kembali menampilkan raut wajahnya yang datar.


"Baik bos. Anda tenang saja, saya sudah menghandle semuanya." Jawab Seth penuh rasa percaya diri.


"Bagus! Aku percaya padamu, Seth. Dan satu lagi, terus kirim seseorang untuk selalu mengawasi calon istriku kemanapun dia pergi." Perintah Ken sambil menatap asistennya dengan tajam.


"Siap bos, saya sudah memerintahkan anak buah saya yang kemarin, agar tetap mengawasi nona Leta, kemanapun nona Leta pergi." Sahut Seth sambil meletakkan gelas yang sudah kosong di atas meja makan.

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu, ayo kita berangkat." Ucap Ken sambil merapikan jasnya, kemudian ia berdiri dari kursinya.


Seth hanya menganggukan kepalanya, lalu ia pun berdiri dan melangkahkan kedua kakinya mengekori sang bos dari belakang.


Tiba di parkiran, Seth langsung membukakan pintu mobil untuk Ken, Ken pun segera masuk dan duduk di kursi penumpang. Seth kembali menutup pintu mobil itu, lalu ia berjalan memutar dan membuka pintu mobil bagian kemudinya. Seth langsung masuk dan duduk di kursi kemudi, tak lupa ia juga menutup pintu mobilnya dan menguncinya.


Perlahan Seth mulai melajukan kendaraan roda empat itu dengan hati-hati.


Sepanjang perjalanan bos dan asisten itu hanya terdiam dengan pikirannya masing-masing. Dimana pikiran Seth hanya fokus dengan setir kemudinya, sementara Ken, sudah jangan di tanya lagi, kalian pasti dapat menebaknya bukan?


Tiba-tiba saja Ken tertawa pelan, membuat Seth sedikit terkejut dan menoleh ke arah sang bos.


"Bukankah saya yang seharusnya bertanya sama anda, bos. Kenapa anda tiba-tiba tertawa sendiri? Apakah anda sedang kerasukan setan?" Ucap Seth tentunya dalam hati, mana mungkin ia berani bertanya langsung kepada bos dinginnya itu. Bisa-bisa dia di kirim ke Afrika saat itu juga.


"Ah tidak ada, bos." Sahut Seth seadanya.

__ADS_1


"Kalau tidak ada, fokus saja dengan setir kemudimu, aku masih ingin hidup." Seru Ken sambil menatap Seth dengan tajam.


"Baik, bos. Saya juga masih ingin hidup bos." Sahut Seth membuat Ken berdecak kesal.


Seth kembali fokus dengan setir kemudinya, sementara Ken kembali memikirkan calon istrinya itu. Dengan senyumannya yang mengembang Ken bergumam. "Aku sangat tidak sabar menantikan hari pernikahan kita, Leteshia. Pasti kamu sangat cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih itu."


"Pasti, bos. Nona Leta pasti akan terlihat sangat cantik nanti. Apalagi wajah nona Leta memang sudah cantik dan natural, tentu saja ia akan semakin terlihat cantik di pesta perinakahannya nanti." Sahut Seth yang mendengar gumaman bos dinginnya itu.


Ken langsung menatap kesal asistennya, jelas-jelas dia tidak berbicara dengan sang asisten, kenapa pula asistennya itu menyahut seenak jidatnya? Apakah dia tidak tahu, dengan menyahut seperti itu, membuat imajinasi Ken buyar seketika.


"Kau.... Diam dan fokus saja dengan setirmu, Seth. Dan satu lagi, jangan memuji calon istriku seperti tadi, atau gajimu bulan depan aku potong semuanya. Mengerti." Seru Ken dengan tegas, membuat Seth langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


Setelah itu, Ken kembali memikirkan calon istrinya, sementara Seth, ia fokus dengan setir kemudinya.


Ken si tukang marah-marah

__ADS_1



Bersambung.


__ADS_2