
Natalia segera menggandeng tangan Leta ketika keduanya sudah berada di lantai bawah, ia segera membawa Leta menghampiri suaminya yang terluhat sedang mengobrol sengan Ken.
"Pah, ini Leta sudah datang." Ucap Natalia membuat pak Antonius seketika menengok ke arah istrinya.
"Leta, ayo duduk dekat paman." Ajak pak Antonius yang mendapat anggukkan kepala dari Leta.
Dengan ragu, Leta pun berjalan ke arah pamannya, tatapan matanya hanya fokus ke dasar lantai, ia sama sekali tidak ingin melihat calon suaminya itu.
"Leta, ini adalah Ken, calon suamimu." Ucap pak Antonius membuat Leta mau tidak mau mengangkat wajah cantiknya dan menatap Ken laki-laki yang akan menjadi calon suaminya itu.
"Kamu... Kamu kenapa bisa ada di sini!" seru Leta sangat terkejut saat melihat calon suaminya itu ternyata pemilik mobil yang ia tabrak waktu lalu.
"Astaga kenapa dia bisa berada disini? Atau jangan-jangan dia adalah pemilik perusahaan terbesar itu? Tapi, bagaimana mungkin?" Batin Leta masih belum tersadar dari keterkejutannya.
Sementara Ken, ia hanya dapat tersenyum sambil menikmati raut wajah sang pujaan hati, yang menurutnya sangat lucu itu.
"Jaga bicaramu, Leta. Jangan sampai membuat Ken marah." Bisik pak Antonius. Leta hanya terdiam dengan tatapan mata lurus ke depan. Sungguh ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
"Maafkan atas kelancangan keponakan saya, pak Ken." Ucap pak Antonius merasa tidak enak karena Leta tiba-tiba saja berucap dengan cukup keras.
"Tidak apa-apa, pak Antonius. Anda tidak perlu meminta maaf." Sahut Ken tanpa melepaskan pandangannya dari wajah cantik Leta.
__ADS_1
"Selamat malam nona Leteshia. Senang bertemu denganmu." Ucap Ken sambil mengulurkan tangan kepada pujaan hatinya itu.
Dengan terpaksa, Leta pun menyambut uluran tangan Ken.
"Ya! Selamat malam tuan Ken." Sahutnya singkat dan padat membuat Ken tersenyum tipis.
Leta segera melepaskan tangan Ken, ia kembali duduk di tempatnya.
"Saya mau pernikahan saya dengan Leta di adakan akhir bulan ini." Ucap Ken tanpa basa basi membuat semua orang yang berada di ruang tamu itu terkejut, apalagi Leta, matanya hampir keluar saking terkejutnya.
"Aku tidak setuju." Seru Leta dengan lantang.
"Leta jaga sikapmu, kamu harus menuruti apa yang di ucapkan oleh pak Ken, mengerti." Ucap Natalia yang sudah kesal dengan sikap keponakan suaminya itu. Leta langsung terdiam, dengan tangan terkepal dengan kuat.
"Tidak masalah pak Antonius. Saya bisa mengerti. Tapi, karena Leta tidak setuju, maka pernikahan ini saya majukan menjadi dua minggu lagi! Bagaimana pak Antonius, apakah anda setuju?" Ucap Ken semakin menambah keterkejutan calon istrinya itu.
"Apa-apaan dia ini, apakah dia sudah gila?" Batin Leta sambil menatap kesal Ken yang terlihat begitu serius dengan ucapannya.
Leta langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian ia berkats. "Saya mau berbicara dengan anda tuan, silahkan ikut dengan saya sebentar."
Setelah mengatakan hal itu, Leta langsung melangkahkan kedua kakinya, sementara Ken hanya tersenyum sambip beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Dengan senang hati ia pun mengikuti Leta dari belakang yang berjalan menuju taman samping kediaman Georgy.
"Maksud anda apa tuan? Anda mempermainkan saya?" Tanya Leta ketika ia sudah tiba di taman samping.
"Aku tidak mempermainkanmu." Sahut Ken santai kayak di pantai.
"Terus apa maksud dari semua ini? Jelas-jelas aku sudah bilang bahwa aku sudah memiliki kekasih, dan aku tidak akan menikah denganmu. Tapi, kenapa sekarang kamu datang dan menjadi calon suamiku? Apakah menurutmu ini sangat lucu?" Ucap Leta sambil menatap Ken dengan kesal.
"Bukankah kamu sudah menyetejui pernikahan ini? Apa kamu berpikir pemilik perusahaan Kendrick Group adalah orang lain?" Seru Ken sambil menatap lekat wajah cantik sang pujaan hati.
Leta terdiam sejenak, ia memang tidak pernah berpikir jika pemilik perusahaan terbesar itu adalah pemilik mobil mewah yang ia tabrak beberapa hari lalu.
"Perkenalkan aku adalah Jarvis Kendrick Kyler, pemilik perusahaan Kendrick Group sekaligus pemilik mobil yang kamu tabrak beberapa hari yang lalu." Ken kembali bersuara, kali ini nada suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya.
Leta hanya menatapnya, ia sama seklai tidak menggubris ucapan Ken barusan, membuat Ken kembali membuka mulutnya.
"Kenapa kamu diam? Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Ken sambil menatap dalam kedua bola mata pujaan hatinya itu.
"Aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa membatalkan pernikahan ini." Sahut Leta membuat expresi di wajah Ken berubah seketika. Namun, beberapa detik kemudian, Ken kembali tersenyum dengan tatapan mata yang masih sama.
__ADS_1
Bersambung.