
Di tempat lain.
Setelah pergi dari perusahaan Kendrick Group, Ray mengendarai kendaraan roda empatnya menuju restaurant Samudera, tempat dimana Leta bekerja.
Setelah menempuh perjalanan kurang dari 1 jam, mobil Ray pun tiba di restaurant tersebut. Ray segera memarkirkan mobilnya, kemudian ia pun segera turun, lalu berjalan masuk ke dalam restaurant tersebut.
Arsha yang tidak sengaja melihat kedatangan Ray pun langsung memberirahu sahabatnya, Leta.
"Ta, bukankah itu Ray? " Ucap Arsha sembari menunjuk ke arah Ray.
Leta langsung mengarahkan pandangannya pada jari telunjuk sahabatnya, dan ternyata yang di ucapkan sahabatnya memang benar.
"Iya, Sha." Sahut Leta singkat sambil menatap Ray yang sedang berjalan menghampirinya.
"Ray, untuk apa kamu datang kemari?" Batin Leta khawatir.
"Leta, aku ingin berbicara denganmu." Ucap Ray ketika ia berdiri di hadapan Leta. .
"Bicaralah, Ray. " Jawab Leta singkat.
__ADS_1
"Tidak disini, Leteshia. Tolong ikut aku sebentar." Ucap Ray selalu saja bernada lembut dan halus.
"Yasudah, kalau begitu aku izin ...." Ucapan Leta tercekat di tenggorokkan, ketika Arsha sahabatnya membuka mulutnya.
"Biar gue aja yang minta izin sama pak Sam, Ta. Lo pergi aja sana." Sela Arsha diirngi dengan senyuman manisnya.
"Makasih ya Sha. Kalau begitu gue pergi dulu." Ucap Leta yang mendapat anggukkan kepala dari sahabatnya.
Setelah itu, Leta dan juga Ray pun pergi melangkahkan kedua kakinya keluar dari restaurant tersebut. Walau dalam hati Leta selalu merasa tak tenang, namun ia tetap pergi mengikuti mantan kekasihnya itu.
"Semoga saja, dia tidak mengirimkan mata-mata untukku." Batin Leta berharap calon suaminya itu tidak mengirimkan seseorang untuk memata-matainya.
"Masuklah." Ucap Ray setelah ia membukakan pintu mobil untuk mantan kekasihnya itu.
"Ada apa, Ray?" Tanya Leta penasaran.
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu, Leteshia. Tapi, tidak bisa disini." Jawab Ray lembut.
"Kenapa tidak bisa di sini? " Tanya Leta sedikit cemas.
__ADS_1
"Kenapa? Apakah kamu tidak mau ikut denganku walau hanya sebentar?" Ucap Ray dengan raut wajah yang mulai berubah.
"Bukan begitu, Ray. Tapi, apakah kita tidak bisa mengobrol disini saja?" Tanya Leta sambil menatap Ray lekat.
"Tidak bisa, Leteshia." Jawab Ray mulai menyalakan mobilnya.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu." Ucap Leta diiringi dengan helaan nafasnya.
Ray hanya tersenyum, lalu setelah itu, ia pun mulai melajukan kendaraan roda empatnya menuju tempat yang akan ia datangi.
Selama perjalanan, keduanya sama sekali tidak saling berbicara, Ray hanya fokus dengan setir kemudinya, sementara Leta, ia hanya fokus menatap jalanam yang ada di hadapannya.
Tidak lama kemudian, mobil yang di kemudikan oleh Ray pun tiba di tempat tujuan, Ray segera mematikan mesin mobilnya, kemudian ia membuka pintu mobilnya, lalu turun dan berjalan menuju pintu mobil bagian penumpang.
"Ayo turun, kita sudah sampai" Ucap Ray ketika ia sudah membukakan pintu mobil untuk mantan kekasihnya itu.
Leta menganggukkan kepalanya, ia pun segera turun dari dalam mobil mewah itu.
"Kenapa kamu mengajakku kesini, Ray?" Tanya Leta ketika ia melihat tempat yang tidak asing itu.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak senang jika aku membawamu kesini?" Ray berbalik nanya dengan nada suaranya yang lembut. Leta segera menggelengkan kepalanya pelan, namun tatapan matanya mengarah pada pemandangan yang indah, namun menyimpan kenangan menyakitkan untuk dirinya di masalalu.
Bersambung.