
Kediaman Kyler.
Stela terlihat menyunggingkan senyumannya, sambil memegang segelas jus apel di tangannya. Mama Natasha yang tidak sengaja melihat Stela tersenyum sendiri pun langsung mengernyitkan keningnya bingung sekaligus penasaran.
"Stela, kenapa kamu tersenyum sendirian seperti itu? Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu yang membuatmu tersenyum seperti itu?" Tanya Natasha seraya menghampiri Stela.
"Tante Natasha, bikin aku kaget saja. Aku hanya merasa bahagia saja, tan. Aku tidak memikirkan apa-apa kok." Sahut Stela sembari menaruh segelas jus itu di atas meja, tak lupa ia juga memperlihatkan senyumannya kembali.
"Masa sih, kamu pasti berbohong. Hayo ngaku siapa yang sedang kamu pikirkan itu?" Tanya Natasha sambil menatap Stela penuh selidik.
"Ish tante, aku nggak bohong, seriusan. Bagaimana keadaan tante sekarang? Sudah mendingan?" Tanya Stela mengalihkan pembicaraannya sembari menatap Natasha dengan khawatir.
"Tante sudah mendingan kok, Stel. Tante tadi hanya masuk angin saja, dan sekarang sudah baikan, jadi kamu tidak perlu khawatir seperti itu." Ucap Natasha sambil mengusap baju Stela lembut.
"Syukurlah kalau tante hanya masuk angin saja, aku lega mendengarnya." Ucap Stela kembali memperlihatkan senyuman di wajah cantiknya itu. "Tapi tante, tadi aku sudah menghubungi Ken dan menyuruh Ken datang kemari. Karena tadi aku terlalu panik dan takut tante kenapa-kenapa." Sambung Stela sembari menggenggam tangan Natasha lembut.
"Tidak apa-apa, Stela. Mungkin tiga jam lagi Ken akan sampai." Ucap Natasha memaklumi kekhawatiran putri sahabatnya itu.
Stela tersenyum kembali, ia sama sekali tidak berniat untuk pergi dari kediaman Kyler sebelum ia bertemu dengan Ken, laki-laki yang ia kagumi itu.
***
Waktu menunjukkan pukul 18.30, Ken baru saja tiba di kediaman mamanya, ia pun segera memarkirkan kendaraan roda empatnya itu di halaman rumah sang mama dengan hati-hati.
__ADS_1
Ken segera melepaskan seatbeltnya, lalu menatap Leta yang kini sudah membuka kedua bola matanya dengan lebar.
"Kita sudah sampai, sayang. Ayo kita turun." Ajak Ken dengan nada suaranya yang selalu saja lembut.
"Emm ok." Sahut Leta seraya melepaskan seatbeltnya. Lalu setelah itu ia pun langsung meraih pintu mobil dan membukanya lebar. Perlahan Leta mulai menurunkan kakinya dan menatap kagum kediaman Kyler yang begitu mewah itu, meskipun kediaman pamannya terbilang mewah, akan tetapi jika di bandingkan dengan kediaman orangtua Ken, kediaman pamannya itu tidak ada apa-apanya.
"Kenapa malah bengong, sayang. Ayo kita masuk." Ucap Ken yang sudah berdiri dan menggenggam hangat tangan sang pujaan hatinya itu.
"Emm ternyata rumah kediaman orangtuamu sangat mewah seperti tempat tinggalmu. Apa aku pantas memasuki rumah mewah ini." Tanya Leta membuat Ken tidak suka mendengarnya.
"Jangan berbicara seperti itu, sayang. Pantas atau tidaknya, bukan kamu yang nentuin. Sudahlah sekarang kita masuk dan bertemu dengan mamaku." Ucap Ken sambil mengusap lembut pucuk kepala Leta membuat gadis itu tersenyum.
Setelah itu keduanya pun mulai melangkahkan kedua kakinya memasuki kediaman mewah itu.
Seperti biasanya, Ken hanya menganggukkan kepalanya dengan wajahnya yang datar. Sementara Leta, ia memperlihatkan senyumannya yang manis dan menjawab sapaan si kepala pelayan tersebut dengan lembut.
"Selamat malam, terima kasih, bi." Jawab Leta tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya yang cantik itu.
Setelah itu keduanya pun kembali melangkahkan kedua kakinya melewati si kepala pelayan tersebut.
"Apakah nona itu calon istri tuan Ken? Mereka sangat cocok sekali. Nona itu sangat ramah berbeda dengan nona Stela yang angkuh dan juga sombong itu." Gumam si kepala pelayan seraya menatap kepergian Ken dan juga Leta.
Di dalam rumah, mama Natasha yang melihat kedatangan Ken pun langsung menyanbutnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Ken sudah sampai sayang. Kamu datang bersama siapa nak?" Tanya Natasha ketika pandangannya menangkap sosok wanita cantik yang berjalan di belakang putranya tersebut.
"Iya, mah. Kata Stela mama sakit? Apa mama sudah memanggil dokter?" Tanya Ken sambil menatap sang mama khwatir.
"Mama hanya masuk angin saja, Ken. Kamu tidak perlu khawatir seperti itu. Oh iya siapa gadis cantik yang berada di sebelahmu itu? Kamu belum menjawab pertanyaan mama." Natasha kembali bertanya sembari menatap Leta yang saat ini sudah berdiri di samping putra semata wayangnya itu.
"Kenalkan dia calon istri aku mah. Namanya Edrea Leta Letashia, mama bisa memanggilnya Leta." Ucap Ken sembari memperlihatkan senyuman di wajahnya yang tampan itu menandakan jika dirinya benar-benar mencintai gadis yang berdiri di sampingnya tersebut.
"Sayang, kenalkan ini mama aku." Kini Ken beralih pada Leta, Leta tersenyum seraya mengulurkan tangannya kepada mama Natasha. Mama Natasha segara menyambut uluran tangan calon menantunya itu.
"Selamat malam tante, saya Leta." Sapa Leta dengan nada suaranya yang lembut serta senyumannya yang manis tidak pernah lepas dari wajah cantiknya itu.
"Selamat malam sayang, selamat datang di rumah tante. Ternyata kamu sangat cantik, pantas saja Ken sangat mencintai kamu." Puji mama Natasha membuat Leta tersenyum malu.
"Tante bisa saja, oh iya bagaimana kabar tante?" Tanya Leta sedikit gugup namun tetap memperlihatkan senyuman di wajahnya.
"Baik sayang. Jangan gugup seperti itu, tante tidak akan memakanmu kok." Ucap mama Natasha ketika ia melihat Leta sedikit gugup saat berbicara dengan dirinya. "Ayo kita duduk kebetulan Stela juga ada di sini." Ajak Natasha seraya menarik lembut tangan calon menantunya tersebut tanpa menghiraukan putra semata wayangnya itu.
"Mentang-mentang ada Leta, aku sampai di lupakan." Gumam Ken namun masih bisa di dengar oleh sang mama.
"Kamu kan bisa jalan sendiri Ken, jangan manja ah." Sahut mama Natasha tanpa menghentikan langkah kakinya. Ken hanya dapat menghela nafasnya kasar, lalu setelah itu ia pun berjalan mengikuti langkah kaki sang mama dan juga calon istrinya tersebut.
Bersambung.
__ADS_1