Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 38


__ADS_3

"Baiklah, aku mau menikah denganmu, tetapi dengan satu syarat." Ucap Leta setelah beberapa menit berpikir.


Ken tersenyum senang, ia mulai sedikit menjauhkan wajahnya dari aang pujaan hati. "Katakanlah." Jawabnya singkat.


Leta menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan. Ia menatap Ken ragu. "Kamu tidak boleh menyentuhku dan ini hanyalah pernikahan paksa. Aku harap kita tidak menggelar pesta pernikahaan yang mewah. Karena aku tidak mau jika orang tahu bahwa aku adalah istrimu, istri seorang pengusaha kaya raya, karena itu akan membuatku tidak nyaman." Ucap Leta tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan calon suaminya itu.


Ken tertawa pelan, apakah ia akan menerima syarat yang di berikan oleh calon istrinya itu? Oh tentu tidak!


"Kenapa kamu malah tertawa, apakah ada yang lucu dengan ucapanku?" Seru Leta kesal. Bukannya menjawab Ken malah menertawakannya. Dasar laki-laki aneh.


"Apakah kamu berpikir aku akan menerima syarat yang di berikan olehmu?" Tanya Ken tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis di hadapannya itu.


"Ya! Mungkin saja." Jawab Leta ragu.


"Bagaimana kalau aku tidak mau?" Ucap Ken kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah calon istrinya itu.


"Menjauhlah." Seru Leta sambil mendorong tubuh Ken dengan sekuat tenaganya.

__ADS_1


"Apa yang ingin dia lakukan? Aku harus kabur dari laki-laki aneh ini." Batin Leta tetap berusaha untuk mendorong tubuh calon suaminya itu.


Ken segera menangkap tangan calon istrinya yang berusaha untuk mendorongnya itu dan mencekalnya dengan erat membuat Leta kesusahan untuk melepaskan diri.


"Lepaskan aku, jangan macam-macam, atau aku akan berteriak." Ucap Leta sambil berusaha untuk melepaskan tangannya dari Ken.


"Teriaklah, aku tidak akan melarangmu." Sahut Ken membuat Leta kesal.


"Kamu!!! Kamu mau apa?" Seru Leta saat Ken semakin mendekatkan kembali wajahnya dengan dirinya.


"Apa yang akan laki-laki ini lakukan? Apakah dia akan.... Ah tidak,,, tidak.. Aku tidak boleh berpikiran yang macam-macam, dia,, dia tidak mungkin berani melakukan hal itu kan." Batin Leta gelisah.


"Menjauhlah, lepaskan tanganku." Ucap Leta masih berusaha untuk melepaskan diri dari si laki-laki tampan itu. Namun bukannya lepas, cekalan Ken justru semakin erat, bahkan kini hidung Ken hampir saja menempel di hidung mancung milik Leta membuat Leta harus menahan nafasnya sesaat.


"Leta aku tidak bisa untuk tidak menyentuhmu, bahkan sekarangpun aku tidak bisa." Bisik Ken semakin merapatkan dirinya dengan sang pujaan hatinya itu.


"Aku ingin memilikimu seutuhnya, aku bisa memberikan apapun yang kamu inginkan, tapi tidak dengan syarat yang kamu berikan itu. Karena aku menikahimu untuk memilikimu, menyentuhmu, dan mendapatkan cintamu. Semua yang ada dalam dirimu harus menjadi milikku, termasuk hatimu. Apakah kamu mengerti." Bisiknya kembali dengan hembusan nafas yang menyapu seluruh wajah Leta. Bau mint yang keluar dari mulut Ken, mampu membuat setiap perempuan tergila-gila.

__ADS_1


Leta memejamkan kedua matanya sekuat mungkin, kini yang ada dalam pikirannya hanyalah melepaskan diri dari calon suaminya itu, sementara Ken, ia justru tersenyum sambil berusaha untuk menempelkan bibirnya dengan bibir manis milik calon istrinya itu, ia sungguh tidak sabar ingin merasakan seberapa manisnya bibir yang sudah memancing jiwa kelelakiannya itu.


Baru saja bibir Ken akan menyentuh bibir manis itu, tiba-tiba saja sesuatu yang sangat amat keramat itu terasa ngilu, Ken langsung melepaskan tangan Leta, ia menatap wanita yang sudah menggagalkan rencananya itu dengan kesal.


"Kamu..... Beraninya kamu menendang aset berhargaku. Aaarghhh sial." Seru Ken sembari memegangi aset berharga miliknya.


Leta tersenyum, ia merasa puas karena ia sudah dapat terbebas dari cengkraman calon suaminya itu.


"Rasakan! Itulah akibatnya kalau kamu berani macam-macam sama aku." Ucap Leta sambil menjulurkan lidahnya.


Ken memelototkan kedua bola matanya, ini adalah kali pertamanya ia mendapatkan tendangan di aset berharganya, jika wanita lain, tentu saja ia tidak akan membiarkannya hidup, namun yang memberikan tendangan itu adalah calon istrinya sendiri, tentu saja ia akan memaafkannya. Namun bukan berarti ia akan melupakan kejadian malam ini.


"Bye, bye." Leta kembali bersuara sambil melambaikan satu tangannya kepada Ken, Ken hanya dapat membiarkan gadis itu pergi begitu saja.


"Aaargh gadis itu, berani sekali dia menendang aset berhargaku. Lihat saja bagaimana aku membereskanmu nanti, tunggu sampai kau menjadi milikku, Leteshia." Ucap Ken sembari menatap kepergian calon istrinya itu.


"Hmm sepertinya aku harus mempercepat pernikahan ini. Lalu! Memberikan gadis nakal itu hukuman." Ucapnya lagi dengan senyuman yang mengembang dari sudut bibirnya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2