Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 32


__ADS_3

Perusahaan Kendrick Group.


Terlihat Ken tengah duduk di kursi kebesarannya, matanya yang tajam menatap Seth sang asisten kepercayaannya.


"Seth, nanti malam kita pergi ke kediaman pak Antonius, aku ingin membahas pernikahanku Leteshia." Ucap Ken sambil menyunggingkan senyumannya yang manis.


"Baik bos, apa perlu saya jemput ibu Natasha?" Tanya Seth sambil menatap bos dinginnya itu.


"Tidak perlu. Jarak antara Mansion utama dengan kediaman pak Antonius lumayan jauh, aku tidak ingin mama kecapean nantinya. Lagian! Jika mama ikut, nanti mama pasti akan tahu jika pernikahaan ini, adalah Pernikahaan paksa." Ucap Ken sambil menyanggah dagu dengan kedua tangannya.


"Baiklah, saya mengerti."


"Oh iya, Seth. Jangan lupa cari gedung yang paling mewah, tetapi dekat dengan mansion utama. Mengerti." Perintah Ken membuat Seth seketika mengernyitkan keningnya bingung.


"Gedung, bos? Apa anda ingin mengadakan sebuah acara?" Tanya Seth dengan tampang polosnya membuat Ken geretan sekaligus kesal.


"Menurutmu?"


"Menurut saya begitu bos."

__ADS_1


"Kalau sudah tahu, kenapa bertanya lagi." Seru Ken kesal.


"Ah tapi, anda ingin mengadakan acara apa, bos? Apakah pesta ulang tahun ibu Natasha? Ah tapi ulang tahun ibu Natasha kan sudah lewat. Ah saya tahu pasti anda ingin mengadakan acara ulang tahun untuk anda, bukan?" Ucap Seth semakin membuat Ken kesal.


"Astaga, Seth. Kenapa kamu mendadak bodoh, sih." Seru Ken membuat Seth seketika terdiam dengan bingung.


"Aku memintamu mencari gedung, itu untuk pesta pernikahaanku dengan Leteshia. Bukan untuk pesta ulang tahunku. Apa kau mengerti." Ucap Ken kesal.


"Mengerti, bos." Sahut Seth sambip menganggukkan kepalanya pelan.


"Jadi, kapan pernikahannya akan di laksanakan?" Tanya Seth sambil menatap bosnya.


"Jadi kapan, bos?" Tanya Seth kembali karena belum mendapat kepastian dari bosnya itu.


Ken menghela nafasnya panjang, kemudian ia berkata. "Tiga minggu lagi. Kau atur semuanya, ingat! Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun, mengerti." Seru Ken yang mendapat anggukkan kepala dari Seth.


"Saya mengerti, bos. Ada lagi, bos?" Tanya Seth yang mendapat gelengan kepala dari bosnya itu.


"Kalau begitu saya permisi dulu, bos" Pamit Seth sedikit membungkukkan tubuhnya.

__ADS_1


"Hmmm." Hanya deheman pelan yang keluar dari mulut bosnya itu.


Setelah berpamitan, Seth pun langsung berbalik dan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruangan sang bos.


Setelah kepergian Seth, Ken mulai tersenyum kembali, satu tangannya mengetuk-etuk meja kerjanya, sementara satu tangannya lagi memainkan sebuah pena yang ada di atas meja kerjanya.


"Sebentar lagi, Leteshia. Kamu akan menjadi milikku seutuhnya." Ucapnya sambil beranjak dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah jendela.


Ken berdiri di dekat jendela itu, ia menatap langit yang terlihat begitu cerah, secerah hatinya.


Ken kembali menyunggingkan senyumannya, mengingat malam ini ia akan datang menemui sang pujaan hatinya, tentu saja membuatnya merasa sangat amat bahagia. Ken sangat menantikan expresi wajah Leta ketika Leta mengetahui bahwa ia adalah calon suaminya. Pasti Leta akan sangat amat terkejut, bukan. Dengan hanya membayangkannya saja, sudah membuat Ken senyum-senyum sendirian seperti orang gila.


"Kamu pasti tidak menyangka jika calon suamimu adalah laki-laki yang kamu tolak mentah-mentah itu. Ah aku sungguh tidak sabar untuk melihat expresi wajahmu, Leteshia. Pasti sangat menggemaskan." Ucapnya lagi di iringi dengan kekehannya.


Calon suami bucin



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2