Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Suasana hati yang baik


__ADS_3

Perlahan Leta mulai mengalihkan pandangannya pada, Arsha. Gadis itu masih betah menutup kedua bola matanya dengan tenang, seolah-olah ia tidak ingin bangun dari tidurnya. Leta tersenyum, sepertinya gadis ini memiliki rencana agar sahabatnya itu segera bangun dari tidurnya.


"Sha, bangun, sudah sljam delapan loh, nanti lo bisa terlambat pergi kerja, terus gaji lo di potong sama si pak Maneger." Ucap Leta dengan nada suaranya yang cukup kencang membuat sahabatnya itu langsung membuka kedua bola matanya dengan sempurna.


"Oh tidak!!! Gue tidak mau gaji gue di potong sama si Samuel. Aaaarghh lo kenapa baru bangunin gue sih, Ta." Seru Arsha segera bangkit dari tempat tidurnya.


"Sudah bagus gue bangunin lo, cepetan sana mandi." Ucap Leta sembari menahan tawanya agar tidak meledak melihat kepanikan sahabatnya tersebut.


"Mana keburu gue mandi, lo bilang sudah jam delapan, sebaiknya gue ganti baju saja. Oh iya lilo sendiri kenapa belum siap-siap?" Tanya Arsha mulai sibuk mencari baju untuk ia kenakan.


"Serius lo tidak mandi dulu, Sha? Ih jorok banget sih." Ucap Leta sembari menutupi hidungnya.


"Kalau gue mandi, gue bakalan lebih telat lagi, Leta. Lagian lo juga kenapa belum siap-siap? Lo mau bolos ya." Tebak Arsha seraya melepaskan pakaiannya di hadapan Leta.


"Gue emang mau bolos. Oh iya sekarang baru jam enam lewat lima menit, jadi sebaiknya lo mandi dulu deh. Biar tidak bau iler." Ucap Leta dengan santai seolah-olah ia tidak melakukan kesalahan yang sudah membuat sahabatnya itu panik.


"Astaga, Letaaaaaaaa.... Lo ngerjain gue hah! Aaarghh kenapa lo sangat menyebalkan sekali sih." Teriak Arsha membuat Leta langsung menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


Leta tertawa puas, sementara Arsha terlihat sangat kesal. "Sorry Arsha yang cantik, gue cuma becanda, jangan kesal begitu dong." Ucap Leta di iringi dengan kekehannya.

__ADS_1


"Ish lo itu seneng banget sih bikin gue kesel, semalam lo sudah menganggap gue sebagai kuntilanak, dan sekarang lo sudah ngerjain gue. Dasar rese." Seru Arsha seraya mengercutkan bibirnya kesal.


"Sorry, Sha. Lain kali gue tidak akan ngerjain lo lagi deh. Sudah sana pergi mandi, nanti lo beneran kesiangan lagi." Ucap Leta sembari merebahkan tubuhnya kembali di atas tempat tidur itu.


"Lo beneran mau bolos kerja, Ta?" Tanya Arsha mulai menghilangkan kekesalannya terhadap sahabatnya itu.


"Ya. Jadi gue minta tolong sama lo untuk meminta izin sama si Sam ya." Sahut Leta tanpa menatap ke arah Arsha.


"Tumben banget lo bolos kerja, Ta. Biasanya kan lo paling bersemangat kalau masalah kerjaan. Lo pasti ada apa-apa deh." Ucap Arsha sambil menatap Leta penuh selidik.


"Tidak ada kok, Sha. Gue memang lagi males aja hari ini. Udah sana mandi." Sahut Leta sembari berbalik dan membelakangi sahabatnya tersebut.


"Sorry, Sha. Gue tidak mungkin memberitahu lo alasan gue yang sebenarnya, secara lo itu kan paling seneng ngeledekin gue, dan juga lo itu sangat kepo banget, kalau gue ngasih tahu lo, lo pasti akan terus bertanya-tanya, gue udah hapal sifat lo Arhsavina. Meskipun lo sahabat gue, tetap aja gue merasa malu jika gue harus menceritakan tentang kejadian semalam, kejadian dimana Ken mencium gue dan memaksa gue untuk membalas ciumannya itu. Benar-benar sangat memalukan." Batin Leta sembari memejamkan kedua bola matanya guna menghilangkan ingatan tentang ciuman semalam bersama calon suaminya tersebut.


***


Kediaman Ken.


Ken baru saja keluar dari dalam kamarnya, ia terlihat sudah rapi dengan setelan tiga potong serta dasi panjang yang bertengger di lehernya. Ia mulai berjalan menuruni anak tangganya satu persatu sembari bersensndung kecil, bahkan senyuman yang manis ikut tersungging dari sudut bibirnya menandakan bahwa pagi ini dirinya sedang dalam suasana hati yang baik.

__ADS_1


Galang yang sudah duduk manis di atas kursi meja makan pun seketika mengerutkan keningnya ketika ia melihat Ken yang terlihat sangat jauh berbeda dari semalam. Apalagi tingkahnya kali ini sangat amat berbeda dari Ken yang dulu ia kenal. Ken terlihat melambai-lambaikan kedua tangannya di atas, serta memperagakan tarian kecil yang menurut Galang terlihat seperti orang aneh.


"Apakah lo sudah salah minum obat?" Tanya Galang ketika Ken sudah duduk di atas kursinya..


"Maksud lo?" Ken berbalik nanya sembari menatap Galang tajam.


"Sepertinya lo memang salah minum obat sampai-sampai lo bertingkah aneh seperti tadi." Ucap Galang membuat Ken kesal.


"Lo yang salah minum obat." Seru Ken kesal.


"Nah,,,, nah ini Ken yang gue kenal dulu, si pemarah dan cepat kesal." Ucap Galang sembari menyunggingkan senyuman yang sangat menyebalkan di mata Ken.


"Dasar sialan. Dasar playboy cap ikan teri. Selalu saja bikin gue kesal." Omel Ken membuat Galang seketika membulatkan kedua bola matanya sempurna.


"Hey,,, hey! Jaga mulut lo, gue emang playboy, tapi bukan cap ikan teri juga, Bambang. Yang bagusan dikit kek." Protes Galang mulai kesal.


"Bodoamat, gue malas ladein lo." Sahut Ken sembari mengambil makanannya dan mulai menyantapnya dengan tenang tanpa memperdulikan wajah sahabatnya yang terlihat semakin kesal itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2