
Kediaman Georgy.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Ken sudah tiba di kediaman Georgy bersama Seth asisten kepercayaannya.
Ken di sambut hangat oleh pak Antonius yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Selamat malam pak Antonius." Ucap Ken sembari mengulurkan tangan kanannya kepada pak Antonius.
Dengan segera pak Antonius pun menerima uluran tangan pemilik perusahaan terbesar di negaranya itu.
"Selamat malam pak Ken, silahkan masuk." Jawab pak Antonius ramah.
Ken dan juga Seth mengangguk, keduanya pun mulai melangkahkan kakinya memasuki kediaman Georgy.
"Silahkan duduk, pak Ken, pak Seth." Ucap pak Antonius ketika mereka semua sudah tiba di ruang tamu.
Ken dan juga Seth mengangguk pelan, lalu keduanya pun duduk si sofa yang berhadapan langsung dengan pak Antonius.
__ADS_1
Natalia dan juga Emily yang melihat kedatangan Ken pun segera menghampirinya dengan raut wajah berbinar.
"Mah, ini pak Ken, pemilik perusahaan Kendrick Group, dan ini pak Seth, asisten kepercyaan pak Ken." Ucap pak Antonius segera mengenalkan Ken dan juga Seth kepada istrinya.
Natalia tersenyum senang, ia tidak menyangka jika dirinya akan bertemu langsung dengan pemilik perusahaan terbesar itu. Dengan semangat yang menggebu, Natalia pun langsung mengulurkan tangannya kepada Ken.
"Selamat malam pak Ken, saya Natalia, istri pak Antonius. Dan ini putri saya Emily." Ucap Natalia sembari menerima uluran tangan calon bibinya itu.
"Ya! Selamat malam tante Natalia, juga Emily." Seru Ken selalu datar seperti biasanya.
"Mah, suruh si bibi membuatkan minum untuk tamu penting kita." Ucap pak Antonius yang mendapat anggukkan kepala dari Natalia.
Emily sedari tadi menatap Ken tanpa berkedip, iya benar-benar terpesona oleh ketampanan seorang Jarvis Kendrick Kyler, pengusaha muda yang memiliki kekayaan berlimpah itu.
"Sial. Seharusnya dia menjadi suamiku, bukan si gadis yatim piatu itu." Batin Emily tanpa melepaskan tatapannya dari wajah tampan Ken.
"Pak Antonius! Dimana keponakan anda itu? Kenapa aku tidak melihatnya." Tanya Ken tidak sabaran karena ia sangat ingin melihat wajah cantik pujaan hatinya itu.
__ADS_1
"Astaga, bos. Anda benar-benar sangat tidak sabaran. Raut wajah anda benar-benar terlihat begitu jelas. Sungguh hebat nona Leta bisa meluluhkan hati anda yang sudah membeku itu." Batin Seth saat melihat raut wajah bosnya yang terlihat sangat tidak sabaran itu.
"Leta ada di dalam kamarnya, pak Ken. Sebentar, biar saya panggilkan dia dulu." Sahut pak Antonius berniat untuk beranjak dari tempat duduknya. Tetapi, niatnya terhenti ketika Natalia sudah kembali dari dapur dan berkata.
"Biar, mama saja yang panggilkan Leta, pah. Papa temani saja pak Ken di sini." Ucap Natalia yang mendapat anggukkan kepala dari suaminya itu. Setelah mengatakan hal itu, Natalia pun berjalan menaiki anak tangga menuju kamar keponakan suaminya tersebut.
Tanpa menunggu waktu yang lama, Natalia pun sudah tiba di depan pintu kamar Leta, ia segera mengetuk pintu itu dengan cukup keras membuat Leta yang berada di dalam sana sedikit terkejut.
"Leta, pak Ken sudah sampai, cepet kamu turun ke bawah, jangan sampai membuat dia menunggu terlalu lama." Ucap Natalia selalu dengan nada suaranya yang dingin.
Dengan malas, Leta pun membuka pintu kamarnya, dan mendapati bibinya yang kini tengah bersidekap menatap sinis dirinya.
"Cepetan turun, jangan sampai dia menunggu lama. Dan kamu harus ingat, Leteshia. Utang budi kamu sama keluarga ini, jika kamu membuat pak Ken tidak senang dan membatalkan kerja samanya, maka kamu akan tahu sendiri akibatnya, mengerti." Seru Natalia membuat Leta tersenyum.
"Aku mengerti, bi. Bibi tidak perlu khawatir." Jawab Leta selalu saja tersenyum meskipun hatinya merasa sangat sakit.
"Bagus kalau kamu mengerti." Setelah mengucapkan hal itu, Natalia pun berbalik dan melangkahkan kedua kakinya menuruni anak tangga. Sementara Leta, ia mulai menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan, kemudian ia pun mulai melangkahkan kedua kakinya menuruni anak tangga dengan hati yang gelisah.
__ADS_1
Bersambung.