
Pak Antonius menatap Ray, pemuda berparas tampan itu menghela nafasnya panjang, kemudian ia pun mulai membuka mulutnya.
"Maaf om, saya mengganggu om malam-malam begini, tetapi, ada yang hal yang saya ingin sampaikan kepada om, ini sangat penting bagi saya dan juga Leta om." Ucap Ray sambil menatap pak Antonius dengan serius.
Pak Antonius menghela nafasnya kasar, jujur, ia baru saja memejamkan kedua matanya, namun suara ketukkan pintu kamar membuatnya harus kembali membuka kedua bola matanya lebar. Terganggu? Tentu saja ia merasa sangat terganggu, namun ia juga tidak bisa marah ketika ia melihat wajah Ray yang sangat menyedihkan, dengan rambut yanh acak-acakan, pak Antonius sudah dapat menebak, jika Leta pasti sudah memberitahukan tentang pernikahannya dengan Ken, sehingga membuat Ray nekat mendatangi dirinya malam-malam begini.
"Ada apa, nak Ray? Katakanlah." Sahut pak Antonius sambil menatap balik laki-laki muda itu.
"Apakah om bisa membatalkan pernikahan Leta dengan pemilik perusahaan itu? Om tenang saja, masalah perusahaan om, saya dapat membantu om. Saya jamin perusahaan om dapat kembali seperti semula lagi." Ucap Ray terlihat sangat serius membuat pak Antonius kembali menghela nafasnya kasar.
__ADS_1
"Maafkan om, Ray. Om tidak bisa membatalkan pernikahan Leta dengan Ken. Ini semua sudah menjadi kesepakatan om sama Ken. Jika om membatalkannya dengan tiba-tiba, Ken pasti tidak akan tinggal diam." Sahut pak Antonius kembali merasa bersalah karena sudah memisahkan dua insan yang saling mencintai itu demi kelangsungan hidup keluarganya.
"Om, saya mohon. Om batalkan pernikahan Leta dengan laki-laki itu, saya sangat mencintai Leta, om. Saya tidak bisa membiarkan gadis yang saya cintai menikah dengan laki-laki lain." Ucap Ray memohon, berharap agar pak Antonius mau membatalkan prnikahan sang kekasih dengan pemilik perusahaan Kendrick Group.
"Om, saya bisa membantu perusahaan om, dan saya jamin... " Ucapan Ray tercekat di tenggorokkan.
"Nak Ray. Om minta maaf sama nak Ray. Bukannya om tidak mau membatalkan pernikahan Leta dengan Ken, tetapi, ini sudah menjadi kesepakatan antara perusahaan om dengan perusahaan Ken. Om tidak bisa membatalkannya secara sepihak, atau perusahaan om akan benar-benar bangkrut."
Jujur saja, ia benar-benar tidak tega melihat keadaan Ray saat ini, namun ia juga tidak dapat membatalkan pernikahan Leta dengan Ken, jika ia membatalkannya, maka dapat di pastikan perusahaannya akan hancur dalam hitungan menit. Ken bukanlah orang yang dapat di permainkan, apalagi pernikahan itu adalah syarat yang di berikan oleh Ken sendiri, jika ia tiba-tiba membatalkannya, sama saja ia mendorong keluarganya ke dasar jurang.
__ADS_1
"Om, saya tahu perusahaan saya tidak sebesar perusahaan Kendrick Group. Tetapi saya dapat menjamin perusahaan om akan kembali seperti semula jika perusahaan om bekerja sama dengan perusahaan saya. Saya mohon om, batalkan pernikahan itu." Seru Ray sambil menatap pak Antonius dengan sendu.
"Maafkan om, nak Ray. Om tidak bisa membatalkannya. Sebaiknya, nak Ray pulang sekarang, ini sudah sangat malam. Om juga mau istirahat, selamat malam nak Ray."
Setelah mengatakan hal itu, pak Antonius pun langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan panggilan dari Ray.
"Om, saya belum selesai bicara om. Om saya mohon, batalkan pernikahan Leta om, saya sangat mencintainya, saya tidak bisa kehilangannya om." Seru Ray sambil menatap kepergian pak Antonius yang kini sudah menghilang dari balik pintu kamarnya.
"Aaaaargh.... Kenapa Tuhan tidak adil kepadaku? Kenapa Tuhan harus memisahkanku dengan kekasihku sendiri? Apa salahku Tuhan?" Batin Ray sambil berjalan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan kediaman Georgy.
__ADS_1
Bersambung.