Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 39


__ADS_3

Leta sudah duduk di samping pamannya, sementara Ken, ia baru saja tiba, lalu duduk di tempat asalnya. Wajah Ken nampak biasa saja, seolah ia tidak menerima tendangan dari calon istrinya itu, padahal rasa ngilu itu masih terasa, namun, demi menjaga image nya, ia pun berusaha untuk menyembunyikan rasa ngilu itu.


"Leta, apa yang kamu bicarakan tadi dengan pak Ken?" Tanya pak Antonius setengah berbisik.


"Tidak ada, paman." Jawab Leta berbohong.


"Jangan berbohong, Leta. Paman tahu kamu... " Ucapan pak Antonius tercekat di tenggorokkan ketika ia mendengar Ken angkat suara.


"Ehmm pak Antonius, bagaimana dengan pernikahannya, apakah anda setuju dengan rencana saya tadi?" Tanya Ken dengan expresi datarnya.


"Ahh tentu saja saya setuju dengan rencana anda, jadi pernikahan akan di tetapkan akhir bulan ini?" Ucap pak Antonius membuat Leta harus menghela nafasnya kasar. Sepertinya sudah tidak ada lagi harapan untuk melarikan diri dari pernikahaan paksa si CEO tampan namun aneh itu.


"Tidak! Maksudku, pernikahaan ini akan di adakan dua minggu lagi di hitung dari sekarang." Seru Ken membuat Leta seketika membolakan kedua matanya lebar.


"Kenapa jadi dua minggu lagi? Bukankah kamu bilang akhir bulan?" Ucap Leta sambil menatap kesal calon suaminya itu.


"Baiklah, kalau kamu tidak setuju, maka pernikahaan ini kita adakan satu minggu lagi, dan kalau.... "


"Aku setuju, pernikahaan kita adakan dua minggu lagi, apa kamu puas." Sela Leta dengan raut wajah yang terlihat sangat amat kesal.

__ADS_1


"Hmm bagus kalau begitu. Persiapkan dirimu dua minggu lagi." Ucap Ken sambil menyunggingkan senyuman di wajah tampannya.


Leta menatap Ken kesal, sementara pak Antonius hanya dapat mengikuti apa yang di ucapkan oleh Ken barusan.


"Pak Antonius, jadi pernikahaannya di adakan dua minggu lagi, pak Antonius tenang saja, semuanya biar asisten saya yang urus." Ucap Ken sambil melirik sekilas ke arah asistennya yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia saja.


"Ah baiklah, pak Ken. Semoga semuanya berjalan lancar." Sahut pak Antonius di iringi dengan senyumannya.


"Tentu saja pak Antonius. Kalau semuanya tidak berjalan lancar, mungkin akan ada seseorang yang ku kirim ke Afrika." Ucap Ken kembali melirik sekilas asisten pribadinya itu.


"Jahat sekali anda, bos." Batin Seth kesal.


"Karena ini sudah malam, maka saya harus undur diri dulu." Sambung Ken sembari beranjak dari tempat duduknya.


Ken menyambut uluran tangan pak Antonius, kemudian ia menjawab. "Terima kasih, pak Antonius. Saya permisi dulu dan selamat malam."


"Selamat malam pak Ken." Sahut pak Antonius sambil menganggukkan kepalanya pelan.


Setelah itu Ken pun langsung melangkahkan kedua kakinya dan berjalan menghampiri Leta yang kebetulan duduk di ujung sofa, samping pak Antonius.

__ADS_1


"Selamat malam sayang, bersiaplah karena sebentar lagi kita akan segera menikah, dan jangan coba-coba berkencan dengan lelaki lain lagi. Mengerti." Bisik Ken di telinga Leta membuat Leta sedikit merinding.


Setelah mengatakan hal itu, barulah Ken melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruang tamu, begitu pun juga dengan Seth.


Pak Antonius pun turut mengantar pulang tamu pentingnya itu hingga halaman rumahnya, lalu setelah itu pak Antonius kembali menghampiri Leta yang masih terdiam di tempatnya.


"Leta, jawab dengan jujur. Sebenarnya apa yang kamu bicarakan tadi dengan calon suamimu?" Tanya pak Antonius masih penasaran.


"Tidak ada, paman. Aku hanya membicarakan tentang pernikahan saja tadi." Sahut Leta berbohong. Tidak mungkin Leta bilang, jika dirinya meminta Ken untuk membatalkan pernikahannya, bukan?


"Sungguh?" Ucap pak Antonius masih tidak percaya.


"Iya, paman." Sahut Leta tanpa merubah expresi di wajahnya.


"Baiklah kalau memang begitu, paman harap kamu tidak mengecewakan paman dan juga Ken." Ucap pak Antonius memperingati Leta untuk tidak berbuat macam-macam yang nanti akan merugikan dirinya maupun Ken.


"Ya paman. Aku tidak mungkin mengecewakan paman karena paman sudah mau merawat dan menampungku sedari kecil hingga sekarang. Jadi, paman tenang saja." Sahut Leta terdengar sendu membuat pak Antonius kembali merasa bersalah.


"Yasudah, kalau begitu aku mau istirahat dulu, paman."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Leta pun langsung beranjal dari tempat duduknya, ia mulai melangkahkan kedua kakinya menuju anak tangga.


Bersambung.


__ADS_2