Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 31


__ADS_3

Kediaman Georgy.


Natalia dan juga Emily sudah tiba di kediamannya, wajah Emily masih saja di tekuk kesal karena laki-laki incarannya ingin menikahi adik sepupupnya, Leta.


"Emily, sayang. Sudah dong jangan pasang wajah cemberut seperti itu. Kita kan habis shoping. Lihatlah barang-barang yang kamu beli, bukankah ini semua favoritmu." Ucap Natalia pada anak kesayangannya itu.


"Mah, aku masih gak bisa terima semua ini, aku tidak akan membiarkan anak gadis yatim piatu itu menikah dengan Ken. Seharusnya aku yang menikah dengan Ken, mah." Sahut Emily sambil menatap kesal sang mama.


"Sayang, mama juga tidak setuju untuk menikahkan mereka, tapi ini semua demi kelangsungan hidup kita, apa kamu mau hidup kita jadi gelandangan? Sudahlah Emily, biarkan saja Ken menikahi Leta, masih banyak laki-laki lain di dunia ini yang ingin menikahimu." Ucap Natalia sambil mengusap pucuk kepala putrinya itu.


"Tapi, mah. Aku maunya Ken yang menjadi suamiku, bukan laki-laki lain. Pokoknya, aku harus membuat pernikahan itu batal." Seru Emily membuat Natalia harus menghela nafasnya kasar.


"Emily, jangan macam-macam. Pokoknya mama tidak ingin kamu melakukan hal yang akan merugikan kita nantinya. Kamu tahu perusahaan Kendrick itu adalah perusahaan terbesar di negara ini, jika kamu melakukan sesuatu untuk membuat pernikahan ini batal, maka perusahaan kita akan hancur. Kamu mau hidup di jalanan? Sudahlah Emily, lupakan saja Ken, kamu masih bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih tampan dari Ken." Ucap Natalia membuat Emily mendengus kesal.


"Tapi yang aku mau hanya Ken, mah. Dan yang cocok menjadi suamiku juga hanya Ken. Mama bukannya mendukungku, malah menyuruhku untuk melupakannya, mama sudah tidak sayang sama aku?" Seru Emily sambil menatap sang mama kesal.


"Bukan begitu, Emily. Mama hanya tidak mau hidup kita menjadi susah karena keegoisan kamu sayang, kamu tau sendiri perusahaan kita sudah di ujung tanduk, hanya perusahaan Kendrick Group lah yang bisa membantu kita. Kalau kamu menggagalkan pernikahaan Ken dengan Leta, maka bersiap-siaplah untuk menjadi gelandangan. Kamu mau hidup jadi gelandangan? Tidakkan, sayang." Ucap Natalia menjelaskan agar putri kesayangannya itu mau mengerti.

__ADS_1


Emily berdecak dengan kesal, tangannya ia lipat di dadanya. "Cihh aku mana sudi hidup jadi gelandangan, dengan memikirkannya saja, aku sudah ngeri, lebih baik aku mengalah saja dulu, nanti baru pikirkan cara agar Ken membenci Leta." Batin Emily sambil memutar otak, mencari cara untuk membuat Ken membenci Leta.


"Kamu sudah mengertikan, sayang." Tanya Natalia ketika melihat putrinya hanya terdiam dengan raut wajahnya yang kesal.


"Hmm, aku mengerti. Yasudah aku mau ke kamar dulu." Sahut Emily sambil bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju anak tangga.


"Mah, jangan biarkan Emily membuat masalah dengan Ken, kalau sampai Emily menggagalkan rencana kita untuk menikahkan Leta dengan Ken, maka habislah kita." Ucap pak Antonius yang tidak sengaja mendengar percakapan istri dan anaknya barusan.


"Iya pah, mama mengerti. Mama juga sudah berbicara sama Emily dan sepertinya dia tidak akan berbuat macam-macam." Sahut Natalia diirngi dengan helaan nafasnya.


Pak Antonius duduk di samping sang istri sambil menghela nafasnya panjang. Keduanya saling terdiam dengan pikirannya masing-masing.


Keesokan harinya.


Leta sudah rapi dengan pakaian kerjanya, ia segera bergegas berjalan menuju tempat parkir motor yang biasa dia bawa.


"Leta, kenapa kamu tidak sarapan dulu." Seru pak Antonius sedikit berteriak saat melihat Leta berjalan keluar.

__ADS_1


"Aku sarapan di tempat kerja saja, paman." Sahut Leta sambil memghentikan langkah kakinya.


"Oh yasudah kalau begitu." Ucap pak Antonius sambil berjalan menghampiri keponakannya itu. "Leta, nanti pak Ken mau kesini untuk membahas tentang pernikahan kalian berdua." Sambung pak Antonius membuat Leta begitu terkejut.


"Astaga apa-apaan ini? Kenapa secepat ini dia mau menikah denganku? Sialan bahkan aku sama sekali tidak bisa menolaknya." Batin Leta dengan satu tangan terkepal dengan kuat.


"Leta... " Seru pak Antonius membuyarkan lamunan keponakannya itu.


"Ya, paman. Emm yasudah biar dia berbicara dengan paman saja, kemungkinan aku akan pulang malam." Sahut Leta berusaha untuk tetap menampilkan raut wajah seperti biasanya.


"Tidak bisa, Leta. Pak Ken ingin bertemu langsung denganmu. Jadi, paman harap kamu pulang lebih cepat." Ucap pak Antonius membuat Leta menghela nafasnya pelan.


"Baiklah, aku akan usahakan pulang cepat." Sahut Leta terpaksa.


"Terima kasih, Leta."


"Hmm, yasudah kalau begitu aku berangkat dulu, paman." Pamit Leta yang mendapat anggukkan kepala dari pak Antonius.

__ADS_1


Setelah itu, Leta pun kembali melangkahkan kedua kakinya, menuju tempat parkir motornya. Ia benar-benar tidak menyangka jika si pemilik perusahaan terbesar itu ingin menemuinya secepat itu. Bahkan hubungannya dengan Ray pun masih tetap berlanjut, karena permohonan Ray yang membuatnya tidak tega untuk memaksakan kehendaknya. Apalagi Ray, sudah berjanji untuk mencari cara agar pernikahannya dengan pemilik perusahaan itu batal, tanpa merugikan siapapun.


Bersambung.


__ADS_2