
"Kenapa kamu selalu menggenggam tanganku? Apakah kamu takut aku akan kabur? Kamu tenang saja aku tidak akan kabur darimu, lebih tepatnya, aku tidak bisa kabur darimu." Ucap Leta sembari melangkahkan kedua kakinya mengikuti calon suaminya.
Ken tersenyum, ia melirik sekilas kw arah Leta. "Karena aku sangat menyukainya. Menggenggam tanganmu membuatku terasa sangat nyaman." Jawab Ken membuat Leta mendengus kesal.
"Terserah kau saja." Gumam Leta membuat Ken terkekeh pelan.
Keduanya terus berjalan meninggalkan ruangan berukuran besar itu menuju lift. Sementara itu, di lantai bawah, para karyawan sedang sibuk menggosipkan bos mereka yang tiba-tiba datang ke perusahaan dengan membawa seorang perempuan yang pernah mereka lihat beberapa hari lalu.
"Eh kamu tau gak, tadi pagi pak Ken datang bersama seorang perempuan. Bahkan aku melihat pak Ken menggenggam tangan perempuan itu." Ucap Rara salah satu karyawan perusahaan Kendrick Group.
"Masa sih? Yang bener kamu Ra? Wah siapa perempuan beruntung itu? Aku sangat ingin melihatnya." Sahut temannya yang memang tadi pagi tidak ada di lantai itu.
"Emang gue kelihatan becanda apa? Itu loh perempuan yang pernah datang ke sini beberapa hari yang lalu." Ucap Rara membuat temannya berusaha untuk mengingat siapa perempuan yang datang ke perusahaan itu bebedapa hari yang lalu.
"Hah! Perempuan yang mana sih? Kok gue gak ingat ya."
"Astaga, Tina.... Itu loh yang datang bareng pak Seth." Ucap Rara geregetam karena memiliki teman pelupa.
"Ah iya, gue ingat. Tapi, seriusan pak Ken datang bersama perempuan itu tadi pagi?" Tanya Tina masih tidak percaya.
"Serius, Tina. Masa iya gue becanda sih. Kita benar-benar tidak ada harapan, Tina." Ucap Rara terlihat kecewa.
__ADS_1
"Lagian nih ya, pak Ken juga gak bakal ngelirik kita kali, meskipun dia masih jomblo. Lo sih halu nya ketinggian." Seru Tina sambil tertawa renyah.
"Eh eh lihat tuh pak Ken sudah turun, OMG beruntung sekali perempuan itu, ahhh andai saja tanganku yang di genggam olehnya. Pasti aku akan sangat amat bahagia." Ucap Rara ketika melihat Ken keluar dari lift pribadinya bersama Leta.
"Waah ternyata lo benar, Ra. Perempuan itu yang datang bersama pak Seth beberapa hari yang lalu. Gue perhatiin, perempuan ternyata lebih cantik daripada kita, pantas saja pak Ken jatuh hati padanya. Sungguh membuat gue iri." Seru Tina sambil menatap kehadiran bosnya dan juga Leta yang kini sedang berjalan melewati mereka berdua.
Ketika melewati para karyawan itu, Leta memberikan senyuman manisnya kepada mereka, mereka pun membalas senyuman yang di berikan oleh Leta, perempuan yang menurut mereka sangat cocok menjadi pasangan bos dinginnya itu.
"Kenapa kamu tersenyum manis sama mereka? Bukankah sudah ku bilang, kalau kamu tidak boleh tersenyum sama siapa pun, kecuali sama aku." Ucap Ken yang tidak sengaja melihat calon istrinya itu tersenyum kepada para karyawannya.
"Jangan berlebihan. Aku sudah terbiasa memberikan senyumanku kepada orang lain. Lagian, senyum itukan ibadah." Sahut Leta kesal.
"Lain kali, kamu tidak boleh tersenyum seperti tadi lagi. Mengerti." Tegas Ken membuat Leta mendengus kesal.
"Sedang memikirkan siapa? Kenapa wajahmu tiba-tiba berubah?" Tanya Ken ketika ia melihat raut wajah sang pujaan hati berubah seketika.
"Aku tidak memikirkan siapa-siapa. Kamu terlalu banyak berpikir." Jawab Leta sambil menghentikan langkah kakinya ketika keduanya sudah tiba di samping mobil mewah berwarna hitam milik Ken.
"Aku tidak bisa di bohongi, Leteshia. Aku tahu kalau kamu barusan sedang memikirkan mantan kekasihmu itu kan? Sebaiknya kamu segera melupakan dia, atau aku akan membuatnya lenyap dari muka bumi ini." Ucap Ken terlihat begitu serius membuat Leta sedikit takut.
"Sebaiknya sekarang kita masuk dulu ke dalam mobil." Sambung Ken ketika Seth sudah membukakan pintu mobil untuknya dan juga calon istrinya.
__ADS_1
"Dasar laki-laki aneh." Batin Leta sembari masuk ke dalam mobil milik calon suaminya tersebut. Setelah Leta masuk, Ken pun segera masuk, tak lupa ia juga menutup pintu mobil itu sedikit kencang membuat Leta dan juga Seth yang berada di luar terkejut.
"Astaga, ada apa dengan si bos? Bukankah amarahnya sudah menghilang? Lalu! Kenapa barusan dia terlihat sangat kesal?" Gumam Seth sembari melangkahkan kedua kakinya menuju pintu mobil bagian kemudi.
"Apa kamu ingin membuatku mati karena terkejut?" Seru Leta sambil menatap kesal calon suaminya itu.
"Menurutmu? Apakah aku akan membiarkanmu mati terkejut? Tentu tidak sayang." Bisik Ken kembali menggenggam tangan calon istrinya.
"Sudahlah, aku malas berdebat dengannya lagi. Sebaiknya aku diam saja." Batin Leta sambil menatap lurus ke depan dan membiarkan calon suaminya itu kembali menggenggam tangannya.
"Seth. Kita pergi ke restaurant yang ada di dekat pantai." Perintah Ken kepada Seth yang kini sudah duduk manis di kursi kemudinya.
"Baik bos." Jawab Seth sambil fokus setir mobilnya.
Keadaan mendadakhening, sudah tidak ada lagi yang berbicara, Leta hanya fokus melihat ke arah jendela, sementara Ken, ia terlihat sedang membalas chat dari sang mama, dengan satu tangan yang masih setia menggenggam tangan calon istrinya itu.
Note. Untuk kalian yang tidak menyukai visualnya, silahkan di skip aja, atau kalian bebas berimajinasi sesuai dengan visual kalian masing-masing. Salam sayang untuk kalian yang sudah mau mengikuti ceritaku.😘😘😘
__ADS_1
Bersambung..