Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab70. Mandi Air Dingin


__ADS_3

Beberapa saat kemudian.


Leta mulai mendorong tubuh Ken, membuat Ken langsung menunduk dan menatapnya penuh tanda tanya.


"Jangan menatapku seperti itu, sekarang lepaskan pelukanmu, ini sudah lebih dari sepuluh menit." Ucap Leta kesal.


Ken tersenyum, lalu mengusap lembut pucuk kepala Leta, tanpa melepaskan satu tangannya yang masih setia menempel di pinggang ramping calon istrinya itu.


"Sepertinya masih kurang sepuluh menit lagi." Ucap Ken membuat Leta semakin kesal.


"Ken! Jangan becanda, aku mau istirahat." Seru Leta dengan tatapan matanya yang tajam.


"Baiklah, sayang. Jangan menatapku seperti itu, nanti aku bisa khilap." Ucap Ken di iringi dengan kekehannya.


"Dasar mesum." Batin Leta, tanpa mau menjawab ucapan calon suaminya tersebut.


Ken mulai melepaskan pelukannya, membuat Leta dapat bernafas dengan lega. "Ayo, kita istirahat, sayang." Ajak Ken sembari menggenggam hangat tangan calon istrinya itu. Leta hanya menurut, ia tidak memberontak ketika tangan kanannya di genggam oleh calon suaminya itu, toh meskipun ia memberontak, dan menolak tangannya untuk di genggam, Ken tetap tidak akan melepaskannya.


***

__ADS_1


Ken dan juga Leta sudah berada di depan pintu kamar utama. Perlahan Ken meraih knop pintu kamar itu, lalu membukanya hingga pintu itu terbuka lebar. Setelah pintu itu terbuka lebar, Ken pun masuk ke dalam bersama calon istrinya.


"Istirahatlah, sayang." Ucap Ken ketika ia sudah berada di samping tempat tidur king size miliknya.


"Hmm... Kalau begitu kamu keluar. Dan selamat beristirahat." Jawab Leta sedikit mendorong tubuh calon suaminya tersebut.


"Iya aku akan segera keluar, selamat beristirahat juga, sayang. Jangan lupa mimpikan aku, ok." Ucap Ken begitu lembut dan halus. Bahkan, Ken memberikan kecupan mesranya di kening Leta.


Leta hanya terdiam seribu bahasa, tidak biasanya laki-laki bucin itu menuruti permintaannya tanpa menggodanya terlebih dahulu. Biasanya laki-laki bucin itu selalu saja menggoda dirinya. Sangat aneh!


Ken hanya dapat tersenyum melihat sang pujaan hatinya terdiam seperti patung, ia pun segera berbalik dan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan Leta, yang masih terdiam di tempatnya.


Beberapa saat setelah kepergian, Ken. Barulah Leta tersadar, dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran besar itu. Leta mulai menggeleng-gelengkan kepalanya ketika wajah tampan Ken dan kelembutan Ken masuk ke dalam otak kecilnya.


Aku tidak boleh luluh dengan kelembutan sesaatnya, bagaimana pun juga dia yang sudah menghancurkan hubunganku dengan Ray." Ucap Leta berusaha untuk menenangkan pikiran dan juga hatinya.


"Daripada aku memikirkannya, lebih baik aku tidur saja." Ucapnya lagi, sembari memejamkan kedua bola matanya.


***

__ADS_1


Ken tersenyum-senyum sendirian ketika ia mengingat kejadian tadi, saat ia mengecup bibir manis milik gadis pujaannya itu. Ia benar-benar merasa sangat bahagia malam ini.


Ya! Selama ini Ken memang belum pernah berciuman dengan wanita manapun, dan itu artinya ini adalah kali pertamanya ia mencium seorang perempuan, yaitu Leta, gadis pujaan hatinya.


Meskipun Ken pria normal dan banyak di gilai wanita-wanita seksi, dan bahkan banyak dari mereka yang merelakan tubuhnya, hanya demi mendapatkan cinta laki-laki dingin itu, namun Ken sama sekali tidak tertarik.


Ken bukanlah pria brengsek yang seperti kebanyakan orang kaya lainnya, Ken mungkin pernah datang ke bar bersama teman-temannya, tetapi ia tidak seperti teman-temannya, jika mereka datang ke bar hanya untuk mencari kesenangan dan kepuasannya masing-masing bersama para wanita ****** yang ada di sana, namun berbeda dengan Ken. Ken datang ke sana hanya ingin menghilangkan stres akibat pekerjaannya yang menumpuk.


Dia lebih memilih meminum alkohol, itu pun hanya beberapa gelas saja, jika ada perempuan yang datang kepadanya, maka dia akan memperlihat kan sorot matanya yang begitu tajam, sehingga membuat wanita itu pergi dengan sendirinya.


"Aku harus segera mendinginkan pikiranku, bagaimana pun juga, aku pria normal, walau pun selama ini aku tidak pernah tertarik dengan perempuan mana pun, namun, berbeda dengan Leta. Dia,,, dia sungguh membuatku gila. Hanya dengan memikirkan nya pun, aku sudah berkeringat dingin begini."


"Argh sial. Lebih baik aku cepat-cepat mandi air dingin. Sebelum aku semakin gila." Ucap Ken sembari mengusap wajahnya kasar.


Setelah itu, Ken pun langsung melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi, untuk mendinginkan kepalanya dan juga meredakan sesuatu yang mulai bangkit seperti tiang listrik.


Beberapa menit kemudian, Ken pun telah menyelesaikan ritual mandi air dinginnya. Ia pun keluar dan berjalan hanya dengan memakai handuk saja. Rambutnya yang basah, serta tetesan air di wajahnya, membuat dirinya semakin terlihat tampan, sayangnya ketampanannya itu tidak dapat di lihat oleh siapapun, termasuk authornya sendiri.


Ken berjalan menuju tempat tidurnya, di sana sudah ada piyama yang sudah di siapkan oleh si bibi tadi. Ken langsung meraih piyama itu dan mulai memakainya. Setelah itu, ia pun berbaring di atas tempat tidurnya, kemudian, ia mulai memejamkan kedua bola matanya secara perlahan.

__ADS_1



Bersambung.


__ADS_2