
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, mobil yang di kemudikan oleh Seth pun tiba di kediaman Ken.
Seth langsung memarkirkan mobil itu dengan hati-hati, kemudian ia pun segera mematikan mesin mobilnya, lalu melepaskan seatbelt yang menjaga keselamatannya itu. Setelah itu, Seth pun mulai meraih pintu mobil, dan bergegas turun, lalu berjalan menuju pintu mobil bagian belakang.
"Silahkan, bos." Ucap Seth ketika ia sudah membukakan pintu mobil untuk bosnya tersebut. Ken hanya mengangguk, ia pun langsung turun dari dalam mobilnya.
"Ayo turun, baby." Ucap Ken sambil mengulurkan tangan kanannya kepada Leta.
Dengan terpaksa, Leta pun meraih uluran tangan Ken, kemudian ia turun dari mobil mewah itu. Ken tersenyum, ia pun segera membawa Leta memasuki kediamannya.
Semua para pelayan kediaman itu pun langsung memberi hormat kepada tuannya.
"Selamat datang, tuan." Sambut bi Inah, kepala pelayan kediaman itu.
"Hmmm, minta pelayan untuk membuatkan minuman segar untuk calon istriku, dan aku." Perintah Ken selalu bernada dingin dan tanpa ekpresi.
"Baik tuan." Jawab bi Inah sopan. Setelah itu, bi Inah pun langsung bergegas melangkahkan kedua kakinya menuju dapur.
"Calon istri paksa." Gumam Leta sembari memutar kedua bola matanya. Ken yang berada di sampingnya pun dapat mendengarnya sangat jelas.
"Apa kamu bilang, baby?" Tanya Ken sambil menyipitkan sebelah matanya.
"Apanya yang apa? Aku sama sekali tidak bilang apa-apa." Sahut Leta malas.
"Kamu pikir, aku tidak mendengar tadi kamu berbicara apa?" Ucap Ken sembari menatap calon istrinya itu.
"Memangnya, apa? Mungkin kamu salah dengar." Sahut Leta masa bodo.
"Kamu bilang, kalau kamu itu calon istri paksa aku?" Seru Ken dengan kesal. Walau pun yang di ucapkan oleh Leta adalah sebuah kebenaran, namun ia tetap saja merasa kesal.
"Cihh memang kenyataannya begitu, kenapa kau harus marah." Ucap Leta tak kalah kesalnya dari Ken.
"Ahh sudahlah daripada kita terus berdebat, lebih baik kamu duduk di sini, ok." Ucap Ken mengalihkan pembicaraannya.
"Kamu sendiri yang ingin berdebat denganku dan tidak membiarkanku duduk." Seru Leta sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
Ken terkekeh pelan, ia tidak lagi menanggapi ucapan calon istrinya itu, atau ia akan membuat Leta semakin kesal dengan ucapannya yang tak mau kalah itu.
__ADS_1
"Malam ini, kamu nginap di rumahku." Ucap Ken tiba-tiba membuat Leta terkejut
"Apa! Menginap disini? Aku tidak mau, aku mau pulang." Sahut Leta sambil menatap kesal calon suaminya itu.
"Tidak ada penolakan, ini adalah hukuman untukmu, karena kamu sudah berani bertemu dengan mantan kekasihmu lagi." Ucap Ken dengan tegas.
"Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya, kenapa kamu masih saja mempermasalahkannya? Pokoknya aku tidak mau menginap di rumahmu. Biarkan aku pergi." Seru Leta dengan intonasi yang lumayan tinggi membuat salah satu pelayan kediaman itu dapat mendengarnya.
"Baiklah, kalau kamu mau melihat perushaan pamanmu hancur, maka pergilah." Ucap Ken dengan santai.
"Kamu..... Selalu saja mengancamku, dasar gila." Seru Leta dengan sambil mengepalkan satu tangannya menahan amarah dalam dirinya.
Ken hanya tersenyum sambil melepaskan jas hitam yang menutupi kemeja putihnya. Ia merasa sangat senang, karena malam ini Leta akan menginap di rumahnya.
"Dasar brengsek. Selalu saja mengancamku." Batin Leta sambil mengontrol emosinya. Tatapan mata Leta yang tajam tak lepas dari wajah tampan calon suaminya yang kini sedang melipat kemeja putihnya hingga siku.
"Silahkan tuan, nona di minum." Ucap bi Inah mengejutkan Leta yang tidak meyadari kedatangannya.
Meskipun terkejut, Leta tidak lupa untuk mengucapkan kata terima kasih kepada pelayan di kediaman itu. "Terima kasih, bi. Maaf sudah merepotkan."
"Tidak kok, non." Jawab bi Inah ramah.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu tuan, nona." Jawab bi Inah yang mendapat anggukkan kepala dari Ken dan juga Leta.
Setelah berpamitan, bi Inah pun langsung pergi melangkahkan kedua kakinya menuju belakang.
"Minumlah, sayang." Ucap Ken lembut.
"Aku tidak haus." Sahut Keta singkat.
"Kamu yakin, baby? Ah sepertinya kamu perlu bantuanku untuk meminum minuman segar ini." Ucap Ken dengan seringai yang menyimpan sebuah rencana.
"Apa lagi yang akan dia lakukan? Apakah dia berencana untuk memberiku minuman ini lewat mulutnya? Oh tidak. Sebaiknya aku minum saja." Batin Leta saat melihat Ken meminum minuman miliknya, lalu menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Leta.
"Aku minum sendiri." Ucap Leta sambil meraih minuman yang masih utuh. Dengan cepat, Leta pun meneguk minuman segar itu, Ken yang melihatnya pun langsung tersenyum senang.
"Gitu dong, sayang." Ucap Ken sambil mengelus lembut pucuk kepala Leta.
__ADS_1
"Sayang, haruskah pernikahan ini aku percepat?" Tanya Ken dengan tiba-tiba membuat Leta hampir saja tersedak minumannya.
"Tidak...Aku tidak mau." Sahut Leta sambil meletakan minumannya di atas meja.
"Kenapa tidak mau, sayang? Bukankah sama saja cepat atau lambat pun kamu akan tetap menjadi istriku." Ucap Ken tidak suka.
"Bukankah kamu tahu, aku mau menikah denganmu itu karena apa? Jadi, sebaiknya kamu tidak usah mempercepat pernikahan ini."
"Ok, baiklah. Kalau begitu kamu ikut denganku, sekarang."Ucap Ken sembari menarik tangan Leta.
"Kemana lagi kamu akan membawaku?" Tanya Leta cemas.
"Tentu saja ke kamarku." Bisik Ken membuat bulu kuduk Leta meremang.
"A,,,aku tidak mau, kau pergi saja sendiri." Seru Leta sembari berusaha untuk melepaskan genggaman tangan calon suaminya itu.
"Dasar mesum, untuk apa dia mengajakku pergi ke kamarnya? Pasti dia mau melakukan sesuatu terhadapku. Aku harus secepatnya pergi dari sini." Batin Leta sambil memutar otaknya mencari cara agar bisa kabur dari kediaman calon suaminya itu.
"Kenapa kamu begitu cemas, baby? Aku hanya menyuruhmu untuk istirahat, aku tidak akan melakukan sesuatu terhadapmu. Jadi, kamu tenang saja, ok." Ucap Ken menahan tawanya agar tidak meledak saat melihat raut wajah Leta yang menurutnya sangat lucu itu.
"Siapa tahu kamu mau melakukan sesuatu kepadaku. Kamu kan laki-laki mesum." Gumam Leta namun masih dapat di dengar oleh Ken.
"Kalaupun aku mau melakukan sesuatu terhadapmu, itu nanti saat malam pertama kita." Ucap Ken membuat bulu kuduk Leta kembali meremang.
"Sudahlah, kamu tidak perlu cemas, aku janji, aku tidak akan melakukan apapun kepadamu, jadi, kamu tidak perlu takut dan cemas seperti itu, kecuali kalau aku khilaf." Sambung Ken dengan santainya.
"Keeeen!!!!" Teriak Leta kesal.
"Aku hanya becanda, baby. Ayo ikut denganku, aku tidak suka penolakan." Ucap Ken diiringi dengan kekehannya. Ken langsung berjalan sambil menggenggam tangan Leta membuat Leta mau tidak mau harus mengikuti langkah kakinya.
"Hey... lepaskan tanganku, aku bisa jalan sendiri."
"Bukankah kamu sekarang sedang berjalan sendiri? Aku sama sekali tidak menggendongmu! Atau, kamu ingin aku gendong? Hmmm baiklah, dengan senang hati aku akan menggendongmu." Ucap Ken sengaja menggoda calon istrinya itu.
"Sialan.... Ngomong sama dia, tidak akan pernah menang, dasar mesum gila." Batin Leta sambil menatap kesal calon suaminya itu.
__ADS_1
Bersambung.