
Ken kembali melangkahkan kedua kakinya menuju kursi kebesarannya, ia duduk, dan mulai melakukan pekerjaannya dengan penuh semangat. Hatinya benar-benar tidak sabar menantikan malam yang akan mempertemukannya dengan sang pujaan hati.
Sementara itu di tempat lain, selama bekerja, wajah Leta nampak di tekuk, tidak ada gairah ataupun semangat sama sekali. Mengingat nanti malam pemilik perusahaan Kendrick Group ingin bertemu dengan dirinya, membuat semangat hidupnya seketika hilang ntah kemana.
Arsha yang melihatnya pun merasa samgat bingung, ingin sekali ia bertanya, namun, pelanggan hari ini cukup ramai sehingga membuat Arsha mengurungkan niatnya dan memilih fokus dengan pekerjaannya.
"Ada apa lagi dengan dia? Kenapa dari pagi wajahnya di tekuk sepertu itu? Apakah dia sedang ada masalah lagi? Ah sudahlah, sebaiknya aku tanyakan saja nanti, siapa tahu aku bisa membantunya." Batin Arsha sebelum ia melangkahkan kedua kakinya menuju meja pelanggannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Arsha segera menghampiri Leta yang saat ini sedang duduk di dekat meja kasir.
"Kamu kenapa, Ta? Aku perhatiin sedari tadi wajahmu di tekuk terus. Kamu lagi ada masalah?" Tanya Arsha sambil berdiri di hadapan sahabatnya itu.
Leta seketika mendongak, ia menatap sahabatnya lalu membuang nafasnya kasar.
"Ya! Kamu benar, Sha. Aku memang lagi ada masalah." Sahutnya terdengar sendu membuat Arsha khawatir.
"Masalah apa, Ta? Lo cerita sama gue, siapa tahu gue bisa bantu." Seru Arsha sambil duduk di kursi satunya lagi.
Leta tersenyum sendu, ia kembali menatap sahabatnya lalu berkata. "Masalah yang sangat besar, Sha. Dan lo gak bakalan bisa bantu gue."
Arsha mengernyitkan keningnya, ia sangat penasaran dengan masalah yang sedang di hadapi oleh sahabatnya itu.
__ADS_1
"Memangnya apa masalahnya, Ta? Kenapa gue gak bisa bantuin lo?" Tanya Arsha benar-benar penasaran.
Leta kembali menghela nafasnya kasar, ia mulai beranjak dari tempat duduknya kemudian ia berkata.
"Sebaiknya kita makan siang dulu, yuk. Nanti aku beritahu kamu masalahku."
"Baiklah, ayok." Sahut Arhsa sambil bangkit dari tempat duduknya.
Keduanya pun mulai melangkahkan kedua kakinya keluar dari restaurant tersebut. Mereka berjalan menuju tukang bakso yang ada di seberang jalan restaurant tempat mereka bekerja.
Setelah tiba di tukang bakso tersebut, keduanya pun langsung duduk dan memesan baksonya masing-masing.
Tanpa menunggu waktu yang lama, bakso pesanan mereka pun sudah jadi mereka langsung menyantapnya demgan penuh semangat, Leta yang suka makanan pedas langsung menuangkan dua puluh sendok sambal ke dalam mangkuk baksonya membuat Arsha langsung memelototkan kedua bola matanya lebar.
"Gak usah sok kaget begitu, Sha. Bukannya lo tahu kalau gue suka pedes." Ucap Leta sambil mengaduk baksonya.
"Tapi, tapi itu terlalu banyak Leteshia. Biasanya kan lo paling sepuluh sendok aja. Ini dua puluh sendok, Leteshia. Bagaimana kalau perut lo sakit nanti?" Seru Arsha sambil menatap sahabatnya yang kini mulai menyantap baksonya.
"Tidak akan. Sudahlah sebaiknya lo makan bakso lo dulu." Ucap Leta saat bakso yang sudah ia kunyak masuk ke dalam perutnya.
Arsha tidak menyahut, ia pun mulai menyantap baksonya yang tidak terlalu pedas, karena ia sama sekali tidak kuat pedas.
__ADS_1
Kini keduanya pun mulai menyantap baksonya dengan tenang.
"Katanya lo mau cerita tentang masalah lo itu sama gue." Ucap Arsha setelah ia menghabiskan baksonya.
"Hmm..."
"Ckk apa maksudnya hmmm? Gue lagi nanya Leteshia." Seru Arsha kesal karena sahabatnya itu hanya menjawabnya dengan dengan deheman pelan.
"Astaga, Arshaaaa. Sabar dulu, napa. Gue kan barusan lagi minum." Seru Leta sambil menatap kesal sahabatnya itu.
"Sorry, gue terlalu penasaran." Ucap Arsha di iringi dengan kekehannya. " Eh tapi tumben Ray tidak menelpon lo, Ta. Biasanya kan dia selalu nelpon lo kalau siang."
"Sepertinya ponselku ketinggalan deh di restaurant." Sahut Leta pelan.
Arsha hanya ber oh ria, ia kembali meraih minumannya dan meneguknya secara perlahan, lalu menaruh kembali gelas itu di atas meja.
"Jadi, masalah apa yang sedang lo hadapi sekarang?" Tanya Arsha kembali ke topik utamanya.
"Gue mau di nikahin sama pemilik perusahaan Kendrick Gorup... "
"APAAAAA..." Seru Arsha lantang. Ia benar-benar merasa sangat amat terkejut mendengar ucapan yang di lontarkan oleh sahabatnya barusan.
__ADS_1
Bersambung.