Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Kamu sedang memikirkan apa?


__ADS_3

Leta memberikan tatapan matanya yang tajam meskipun hatinya merasa sedikit ketakutan, namun ia tidak ingin memperlihatkannya kepada Ken, atau laki-laki ini akan semakin menggodanya dan mereka akan tetap berada di halaman kediaman Kyler sampai pagi nanti.


"Ya Tuhan... Aku ingin segera menyingkir dari laki-laki mesum ini. Aaarghh kenapa aku sangat sial sekali." Teriak Leta dalam hati.


"Sayang, apakah permainan kita lanjutkan sekarang saja di sini." Ken kembali berbisik, ketika melihat Leta yang hanya terdiam dengan sorot matanya yang tajam.


"Jangan gila, Ken. Cepat kita pulang sebelum mamamu menyadari kita masih berada di sini. Atau mama kamu akan salah paham." Ucap Leta dengan raut wajahnya yang kesal. Kesal dengan kelakuan Ken yang selalu memaksakan kehendaknya sendiri, dan kesal karena dirinya selalu saja jatuh dalam permainan si laki-laki mesum bin menyebalkan menurut Leta.


"Salah paham bagaimana sayang? Kita kan tidak melakukan apa-apa, hanya sebatas ciuman saja itu hal wajar bukan." Sahut Ken dengan santai kayak di pantai, bahkan raut wajahnya pun tidak berubah sama sekali.


"Terserah kamu saja, aku malas berdebat denganmu. Sebaiknya kamu cepat jalankan mobilnya sekarang." Ucap Leta sembari melirik ke arah pintu utama, takut jika mama Ken akan keluar dan mendapati mereka masih berada di dalam mobil. Atau mereka akan mendapat berbagai pertanyaan dari mama Ken tersebut.


"Kamu sungguh tidak sabaran, sayang. Baiklah aku akan menurutimu." Sahut Ken sambil memperlihatkan senyuman devil miliknya yang memiliki sebuah arti. Beruntunglah Leta tidak melihat senyuman menyeramkan itu, jika dia melihatnya, sudah pasti ketakutan yang sedikit menghilang dalam dirinya itu akan menghampirinya kembali.


Ken mulai melajukan kendaraan roda empatnya meninggalkan kediaman orangtuanya tersebut, sesekali Ken melirik ke arah Leta yang saat ini hanya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu sedang memikirkan apa sayang? Jangan-jangan kamu sedang memikirkan permainan kita selanjutnya?" Ucap Ken membuat gadis itu langsung memberikan kembali tatapan matanya yang tajam.


"Dasar gila." Seru Leta membuat Ken terkekeh pelan.

__ADS_1


"Ya, aku memang gila, sayang. Gila karena dirimu." Sahut Ken sambil tetap fokus dengan setir kemudinya.


"Bodoamat!" Seru Leta sembari memalingkan wajahnya ke luar jendela.


"Sudahlah Leta, jangan ladeni laki-laki mesum ini lagi." Batin Leta di iringi dengan helaan nafasnya.


Ken terkekeh pelan, ia tidak lagi mengeluarkan suaranya atau ia akan benar-benar membuat gadis itu semakin kesal terhadap dirinya. Ya meskipun raut wajah kesal gadis itu terlihat sangat menggemaskan di mata Ken, namun untuk saat ini sepertinya Ken harus fokus dulu terhadap setir kemudinya.


Sambil fokus menyetir, Ken sesekali melirik kembali gadis pujaannya itu, lalu ia tiba-tiba tersenyum sendirian membuat Leta yang tidak sengaja melihat senyuman itupun merasa aneh sekaligus ngeri.


"Apalagi yang sedang di pikirkan laki-laki mesum ini, pasti hal yang tidak baik." Batin Leta mulai berpikiran negatif.


"Ken, bisa kamu pinggirkan mobilmu sebentar?" Tanya Leta ketika ia sudah menemukan ide untuk kabur dari Ken.


"Kamu mau apa, sayang? Jangan bilang kamu ingin melarikan diri dariku?" Ken berbalik nanya dengan ekpresi di wajahnya yang mulai berubah. Laki-laki ini memang seperti cenayang saja.


"Kamu kenapa selalu berpikiran negatif tentang aku? Aku hanya merasa haus dan ingin membeli minuman saja. Kalau kamu tidak mau yasudah tidak usah." Ucap Leta sambil memperlihatkan wajahnya yang kesal, guna menutupi kebohongannya.


"Dasar cenayang." Batin Leta sedikit cemas.

__ADS_1


"Kamu yakin hanya sekedar ingin membeli minum saja?" Tanya Kenapa masih mencurigai calon istrinya itu.


"Iya, Ken. Percayalah." Sahut Leta sembari memperlihatkan wajahnya yang terlihat serius membuat Ken mulai percaya.


"Baiklah, kalau begitu kamu tunggu saja di dalam mobil, biar aku yang membelikan minuman untukmu." Ucap Ken sembari mencari minimarket yang berada di pinggir jalan.


"Ok, terserah kamu saja." Sahut Leta sambil memperlihatkan senyuman manis di wajahnya.


"Yes! Akhirnya aku bisa membodohi dia juga." Batin Leta senang.


"Aku pergi belikan minuman untukmu, kamu tunggu di sini, mengerti." Ucap Ken sambil memarkirkan kendaraan roda empatnya di sebuah minimarket.


"Iya, aku mengerti." Jawab Leta singkat.


Setelah itu Ken pun langsung melepaskan seatbeltnya, kemudian ia pun langsung membuka pintu mobilnya. Sebelum ia benar-benar keluar dari mobil itu, ia kembali menatap Leta. "Awas saja kalau kamu berani melarikan diri dariku, aku pasti akan memberikan hukuman untukmu." Ancam Ken membuat Leta sedikit ketakutan namun ia tetap mempertahankan ekpresi di wajahnya.


Setelah itu Ken pun langsung keluar dari dalam mobilnya, kemudian ia berjalan menuju minimarket tersebut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2