Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Maaf sayang


__ADS_3

Beberapa saat kemudian..


Pintu lift itupun terbuka, Ken langsung berjalan keluar dari lift tersebut, namun tiba-tiba saja ia menghentikan langkah kakinya ketika ia sudah mengingat sesuatu yang sangat penting. Dengan cepat Ken pun berbalik dan menekan tombol lift itu.


"Astaga... Aku sampai lupa kalau calon istriku masih berada di dalam ruanganku. Semoga saja dia belum bangun." Batin Ken sambil mengusap wajahnya gusar.


Sementara itu di dalam ruangan Ken, Leta terlihat masih tertidur pulas, namun tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan membuat Leta terganggu hingga pada akhirnya ia pun membuka kedua bola matanya dengan perlahan.


"Aaarghh siapa sih yang menelponku lagi. Apa mungkin Arsha?" Gumam Leta seraya meraih ponsel yang ia letakkan di dekat kepalanya.


"Raymond? Kenapa dia menelponku di waktu yang tidak te,,,, pat. Astaga... Kemana si laki-laki dingin itu? Apakah dia sudah pulang dan meninggalkanku sendirian di sini? Aaarghh benar-benar menyebalkan." Oceh Leta ketika ia melihat Ken sudah tidak ada di tempatnya. Sementara panggilan dari Raymond sama sekali tidak ia hiraukan, hingga pada akhirnya panggilan itu pun mati.


"Dasar Ken brengsek! Masa dia benar-benar ninggalin aku sih. Awas saja kalau dia benar-benar ninggalin aku, aku pasti akan.. " Ucapan Leta tercekat di tenggorokan ketika pintu berwarna cokelat tua itu tiba-tiba terbuka dan menampilkan sesosok laki-laki tampan yang tak lain adalah Ken sedang berdiri menatap dirinya dari ambang pintu.

__ADS_1


"Aku pikir kamu tidak akan kembali dan meninggalkanku begitu saja." Omel Leta sambil menatap Ken kesal.


"Maaf sayang, tadi aku memang berniat untuk pergi, tetapi aku baru ingat kalau calon istriku masih berada di sini." Ucap Ken sembari melangkahkan kedua kakinya menghampiri Leta.


"Kamu sangat menyebalkan, Ken. Aku marah sama kamu." Seru Leta sambil bersidekap dan memperlihatkan wajahnya yang kesal itu.


"Aku kan sudah meminta maaf, sayang. Jangan marah lagi ya. Ayo ikut aku pulang." Bujuk Ken seraya mengusap wajah calon istrinya lembut dan memberikan tatapan matanya yang hangat itu.


"Aku mau pulang ke rumah pamanku, Ken. Kamu jangan membawaku ke tempatmu lagi." Ucap Leta seraya menatap Ken memohon.


"Rumah mamamu? Untuk apa kamu membawaku kesana?" Tanya Leta penasaran.


"Barusan aku mendapat telpon, katanya mama aku sedang sakit, jadi aku aku harus melihatnya sekalian mengenalkanmu sama mama aku." Sahut Ken terlihat cemas.

__ADS_1


"Mama kamu sakit? Sakit apa? Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja?" Tanya Leta terlihat khawatir, padahal ia belum mengenal mamanya Ken, tapi rasa khawatir itu tiba-tiba saja muncul dalam dirinya.


"Entahlah, aku sendiri belum tahu. Tapi yang jelas sekarang kita harus segera pergi ke rumah mamaku." Ucap Ken semakin terlihat cemas.


"Ok, aku ambil tasku dulu." Sahut Leta seraya mengambil tas miliknya. Setelah itu keduanya pun mulai melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruangan itu.


Tiba di depan pintu lift, Ken langsung menekan tombol lift itu hingga pintu lift itu terbuka. Ken langsung masuk ke dalam begitu pun juga dengan Leta. Keduanya tidak saling berbicara selama berada di dalam lift itu.


Beberapa saat kemudian pintu lift itupun terbuka lebar. Ken langsung melangkahkan kedua kakinya keluar begitupun juga dengan Leta. Ken terus berjalan tanpa melepaskan genggaman tangan sang pujaan hatinya itu. Sontak saja hal itu menjadi bahan gosip para karyawan yang tidak sengaja melihatnya.


"Astaga.. Lihat pak Ken. Dia menggandeng tangan wanita itu. Arrrghh kenapa tidak menggandeng tanganku saja. Aku sangat iri." Ucap salah satu karyawan perusahaan itu.


"Halu saja terus. Mana mungkin pak Ken mau menggandeng tangan lo, melihatnya saja dia pasti tidak mau. Lo lihat perempuan itu baik-baik, walaupun pakaiannya biasa saja, tapi dia memiliki wajah yang cantik dan juga sangat ramah. Sedangkan lo, cantik saja enggak, apalagi ramah." Sahut teman karyawan itu sambil menatap kepergian bos dinginnya dan juga Leta.

__ADS_1


"Sialan, lo. Gue itu sebenarnya cantik kalau gue pake make up. Ah sudahlah sebaiknya kita kembali bekerja." Ucap karyawan tersebut dengan kesal. Lalu setelah itu keduanya pun kembali ke tempat kerjanya masing-masing.


Bersambung.


__ADS_2