Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Berhenti menggodaku


__ADS_3

Leta menatap Ken dengan kesal, rasanya ia ingin sekali menceburkan Ken ke dalam danau toba, namun sayangnya ia tidak bisa.


"Berhenti menggodaku, Ken." Bisik Leta seraya mencubit gemas perut sispack calon suaminya tersebut.


"Sakit sayang." Ken berbisik sembari mencekal tangan Leta dan menggenggamnya lembut.


"Bodoamat." Sahut Leta dengan berbisik di telinga Ken. Stela yang melihat hal itu pun semakin merasa kesal dan juga marah, tangannya di bawah sana semakin terkepal dengan kuat. Sementara mama Natasha, ia malah terlihat senang melihat kedekatan Leta dan juga putra semata wayangnya itu.


"Ekhmm.. Tante sepertinya aku harus pulang, soalnya sudah malam." Ucap Stela sudah tidak betah lagi melihat pemandangan yang menyakitkan matanya itu.


"Yasudah kalau begitu. Kamu hati-hati ya Stela. Bawa mobilnya jangan ngebut, itu akan sangat membahayakan dirimu sendiri, mengerti." Nasehat mama Natasha sambil menatap Stela.


Sejujurnya mama Natasha merasa sedikit kasihan terhadap Stela, ia tahu perasaan Stela terhadap putranya itu seperti apa, Stela gadis kecil yang dulu selalu mengikuti dan menyukai Ken, sampai beranjak dewasa pun tetap menyukai Ken. Namun sayangnya, Ken sama sekali tidak menyukai Stela, terlebih lagi saat ini Ken sudah memiliki calon istrinya sendiri. Dan tentu saja mama Natasha sangat menyukai calon menantunya itu, apalagi calon menantunya itu adalah gadis penyelamat putranya dulu.


"Iya tante, Ken, Leta. Aku pulang dulu ya." Pamit Stela sembari melirik Leta dan juga Ken bergantian.


"Iya, Hati-hati di jalan Stela." Sahut Leta sambil memperlihatkan senyumannya yang manis, sementara Ken, ia hanya terdiam dengan wajahnya yang datar.


"Ya, makasih atas perhatiannya." Ucap Stela sebelum ia pergi melangkahkan kedua kakinya. Leta hanya tersenyum tipis, lalu setelah itu Stela pun langsung melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruangan itu.


"Sialan! Lo jangan senang dulu, Leta. Karena gue pasti akan merebut Ken dari lo. Lihat saja nanti." Batin Stela sambil mempercepat langkah kakinya itu.

__ADS_1


"Leta, kamu menginap saja ya di sini. Tante pengen ngobrol banyak sama jamu." Ucap Natasha setelah kepergian Stela.


"Leta tidak bisa menginap di sini mah." Ken menyahut dengan cepat membuat mama Natasha langsung menatap ke arahnya.


"Loh kenapa, Ken? Padahal mama sangat berharap Leta bisa bermalam di sini." Ucap sang mama dengan tatapan matanya yang masih tertuju pada putranya tersebut.


"Karena aku harus membawanya pulang, mah." Sahut Ken dengan nada suaranya yang selalu lembut itu.


"Maksudmu, pulang ke rumahmu begitu?" Tanya mama Natasha penasaran.


"Iya seperti yang mama ucapkan, aku akan membawa Leta ke tempatku." Sahut Ken seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Leta yang mendengar ucapan Ken merasa sangat kesal sekaligus terkejut, ia ingin berbicara namun selalu saja tidak ada kesempatan.


"Mama mengerti sekarang. Yasudah kalau begitu, kamu jaga baik-baik calon mantu mama ini, mama tidak mau kalau kamu sampai menyakitinya sedikitpun, atau mama akan mengeluarkanmu dari kartu keluarga mama. Mengerti." Ucap mama Natasha dengan tegas.


"Ya mama kan cuma wanti-wanti saja Ken. Tapi mama percaya kok, kamu itu laki-laki yang baik, kamu tidak mungkin melakukan hal itu." Ucap sang mama sembari mengembangkan senyumannya dan menatap putranya tersebut.


"Iya lah, mah. Mana mungkin aku menyakiti wanita yang aku cintai, terlebih lagi aku mendapatkannya saja sangat susah dan butuh pemaksaan." Sahut Ken namun sangat pelan.


"Apa Ken? Mama gak denger?" Tanya mama Natasha dengan tatapan matanya yang terlihat penasaran.


"Aku bilang, aku tidak mungkin menyakitinya, karena aku sangat mencintainya, mah." Sahut Ken sembari menggenggam hangat tangan Leta.

__ADS_1


"Oh, ok mama percaya sama kamu."


"Iya dong mah, masa mama gak percaya sama putranya sendiri sih." Ucap Ken membuat mama Natasha terkekeh pelan, sementara Leta ia hanya menjadi pendengar saja sedari tadi.


"Hmm bahkan aku sama sekali tidak di beri kesempatan untuk berbicara. Dasar Ken nyebelin." Batin Leta kesal karena setiap kali ia akan membuka mulutnya, Ken selalu saja mendahuluinya. Ken benar-benar tidak memberinya kesempatan untuk berbicara karena Ken tahu, Leta pasti akan meminta dirinya untuk mengantarkannya pulang ke rumah pamannya itu.


"Mah, sepertinya aku sama Leta harus pulang sekarang, mama istirahat ya, jangan sampai sakit lagi." Ucap Ken sambil menatap sang mama.


"Yasudah kalau begitu, kamu hati-hati bawa mobilnya, jangan kebut-kebutan." Nasehat sang mama.


"Iya, mah. Aku tahu kok." Sahut Ken lembut.


"Ayo sayang kita pulang." Ajak Ken kepada calon istrinya tersebut. Leta hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu ia pun menatap mama Natasha.


"Tante, aku pamit dulu ya. Tante jaga kesehatannya dan istirahat yang cukup." Pamit Leta dengan nada suaranya yang lembut itu.


"Iya sayang, kamu juga ya. Hati-hati di jalan kalau Ken bawa mobilnya ngebut, kamu jewer aja telinganya, ya. Oh iya sering-seringlah datang kemari karena tante belum sempat ngobrol banyak sama kamu." Ucap mama Natasha seraya memeluk tubuh calon menantunya itu.


"Iya tante, aku pasti akan sering mengunjungi tante nanti." Sahut Leta setelah mama Natasha melepaskan pelukannya. Tak lupa senyumannya yang manis selalu menghiasi wajah cantiknya itu.


Setelah itu, Ken dan juga Leta pun pergi melangkahkan kakinya meninggalkan mama Natasha seorang diri.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2