Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 24


__ADS_3

Di tempat lain.


Leta sudah berada di dalam lift, dia terus merutuki Ken sepanjang kakinya melangkah.


"Dasar orang aneh, apakah dia pikir aku mau menikah dengannya, sifatnya saja seperti es dingin sekali, bagaiman bisa dia memaksaku untuk menikah dengannya? Apakah dia ada kelainan? Ya! Tuhan, walau pun aku menolak untuk menikah dengannya, tetapi aku juga tetap saja tidak bisa menikah dengan Ray. Sungguh sangat menyedihkan sekali. Ray! Apakah kamu tau, aku sekarang sangat menderita dan hancur, Apa yang harus aku katakan padamu, Ray?"


"Maafkan aku, Ray. Aku tidak bermaksud untuk mengkhianatimu dan mengingkari janji kita, tetapi, mungkin ini memang sudah takdir kita untuk berpisah." Lirih Leta diiringi dengan derai air matanya.


Pintu lift mulai terbuka, Leta pun segera menghapus air matanya, lalu keluar dari lift tersebut. Leta menghela nafasnya kasar saat ia melihat para karyawan menatap ke arahnya dengan tatapan penuh dengan selidik.


"Apa setiap karyawan akan menatap tamunya seperti itu? Ah sudahlah, aku tidak perlu memperdulikan mereka, sebaiknya aku kembali ke tempat kerjaku saja." Batin Leta merasa tidak nyaman mendapat tatapan dari para karyawan tersebut.


Leta menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan, lalu setelah itu, ia pun mulai melangkahkan kedua kakinya berniat untuk meninggalkan perusahaan besar itu.


"Hey! Kau. Berhenti disana!" Seru seorang perempuan membuat langkah kaki Leta terhenti.


Leta seketika berbalik dan menatap wanita yang menyuruhnya untuk berhenti barusan.


"Iya, ada apa, ya?" Tanya Leta bingung.


Wanita itu tersenyum sinis, ia menata Leta dari ujung kaki hingga ujung kepala, kemudian wanita itu berkata.


"Berani juga wanita sepertimu menggoda, Ken. Kamu pikir, Ken akan tergoda oleh wanita miskin seperti kamu, hah! Sungguh sangat lucu." Ucap wanita itu yang tak lain adalah Ana, sekertaris Ken.


"Maksud kamu?" Tanya Leta tidak mengerti.


"Jangan berpura-pura, bodoh. Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu itu datang ke sini hanya untuk menggoda Ken, bukan? Ingat! Ken tidak akan pernah tertarik kepada perempuan sepertimu." Seru Ana sambil menunjuk Leta tepat di wajahnya.


Leta tersenyum sinis, ia meraih tangan Ana, lalu menghempaskannya dengan kasar.

__ADS_1


"Sepertinya anda salah paham, nona seksi. Saya tidak pernah menggoda laki-laki yang anda maksud, saya datang kesini, karena saya memiliki keperluan dengan pemilik perusahaan ini. Jika anda tidak percaya, silahkan tanyakan langsung kepada bos anda, nona." Ucap Leta terdengar sangat dingin membuat Ana terdiam dengan amarah yang mulai memuncak.


"Jika tidak ada hal yang ingin anda bicarakan dengan saya, saya permisi dulu, nona seksi." Sambung Leta semakin membuat Ana marah.


Setelah mengatakan hal itu, Leta pun kembali melangkahkan kedua kakinya, ia sama sekali tidak menghiraukan Ana yang memintanya untuk berhenti.


"Hey! Berhenti. Aku belum selesai bicara." Teriak Ana, namun tetap tidak di hiraukan oleh Leta. Leta terus berjalan meninggalkan perusahaan besar itu.


***


Di tempat lain.


Berbeda dengan Leta yang merasakan kesedihannya, Ray terlihat begitu bahagia karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan sang pujaan hati yang sudah lama tidak pernah bertemu.


Ray, selalu menyunggingkan senyumannya yang manis, tatapan matanya tak lepas dari wajah cantik Leta yang terpampang jelas di layar ponselnya. Hatinya benar-benar bahagia, karena penatiannya selama ini sebentar lagi akan terwujud.


"Sayang, aku sungguh tidak sabar untuk menikahimu dan memilikimu seutuhnya. Aku berjanji, aku akan membahagiakanmu seumur hidupku." Ucap Ray, sembari mengusap wajah cantik Leta yang ada di layar ponselnya.


Cintanya terhadap Leta, begitu dalam, bahkan kesetiaannya patut di acungi jempol. Ray tidak pernah tergoda oleh wanita manapun, karena cintanya yang begitu besar, dan juga hatinya sudah di penuhi oleh Leta seorang, sehingga wanita manapun tidak akan pernah bisa masuk ke dalam hatinya.


Setelah puas memandangi wajah cantik kekasih hatinya, Ray pun berjalan menuju kamar mandi. Setelah tiba di dalam kamar mandi, Ray mulai membuka pakaiannya dan berdiri di bawah shower yang akan menyegarkan tubuh sispacknya itu.


***


Leta telah sampai di tempat dia bekerja, dia langsung turun dari mobil yang di kemudikan oleh Seth, asisten kepercayaannya, Ken.


Ketika Leta hendak menghentikan sebuah taxi di depan perusahaan Ken, tadi. Tiba-tiba saja Seth datang dan menyuruh Leta untuk masuk ke dalam mobilnya. Walau Leta menolak, Seth tetap memaksa Leta untuk masuk ke dalam mobilnya dengan ancaman, jika Leta tidak mau di antar olehnya, maka Leta harus membayar ganti rugi saat itu juga.


Mendengar hal itu, tentu saja Leta tidak ada pilihan lain selain ia menurut dan masuk ke dalam mobil itu, lalu duduk dengan manis di kursi penumpang.

__ADS_1


"Terima kasih." Ucap Leta singkat setelah ia menapakkan kedua kakinya di bumi.


"Tidak perlu sungkan nona, karena sebentar lagi, anda akan menikah dengan bos saya, jadi sudah kewajiban saya untuk mengantarkan anda." Jawab Seth seenaknya membuat Leta memutar kedua bola matanya malas.


"Jangan becanda, itu sangat tidak lucu dan akan membuat orang lain salah paham." Ucap Leta kesal.


"Saya tidak becanda, nona. Ucapan saya adalah kenyataan. Sebentar lagi anda akan menjadi istri bos saya."


"Apa-apaan dia ini? Apakah dia juga menjadi gila gara-gara bos anehnya itu? Sungguh membuatku kesal saja." Batin Leta sambil menatap kesal Seth.


"Kalau begitu saya permisi dulu, nona." Pamit Seth saat melihat Leta hanya membungkam mulutnya.


Leta menganggukkan kepalanya pelan, sedangkan Seth, langsung melangkahkan kedua kakinya dsn masuk ke dalam mobilnya. Seth mulai melajukan kendaraan roda empat itu, sementara Leta, ia langsung bergegas masuk ke dalam restaurant tempat kerjanya.


"Ta, siapa laki-laki tadi, sepertinya aku pernah melihatnya deh." Seru Arsha sambil menatap sahabatnya penuh selidik.


"Tentu saja kamu pernah melihatnya, dia itu asisten pemilik mobil yang pernah aku tabrak beberapa hari yang lalu." Jawab Leta sambil menjatuhkan tubuhnya di atas kursi.


"Oh, tapi aku pernah melihatnya dimana, ya?" Arsha berusaha untuk mengingat-ingat dimana ia pernah melihat Seth si asisten datar itu.


"Di restaurant ini, Arsha. Pikun banget sih." Ucap Leta sambil menoyor pelan kepala sahabatnya itu.


"Oh iya aku lupa, diakan yang datang bersama pangeranku." Seru Arsha sambil memperlihatkan senyuman manisnya. "Eh, tapi, kenapa kamu bisa bersamanya? Jangan-jangan kalian ada sesuatu lagi?" Ucap Arsha sambil menatap Leta penuh selidik.


"Astaga Arshaaaaa, kamu berpikir terlalu jauh, dia itu tadi kesini menjemputku karena bosnya itu ingin bertemu denganku, dan dia mengantarku pulang juga, karena bosnya yang menyuruh dia, bukan karena kita ada sesuatunya." Seru Leta sambil menatap kesal sahabatnya itu.


"Ohhh kalau begitu, berarti bosnya tertarik sama kamu, buktinya dia menyuruh asistennya untuk menjemput dan mengantarmu pulang." Ucap Arsha dengan wajahnya yang polos membuat Leta ingin menceburkannya ke dalam rawa-rawa.


"Ya Tuhan, Arshaaaaaa. Tidak mungkin bos anehnya itu tertarik sama aku, dia meminta asistennya untuk menjemputku dan bertemu denganku karena dia ingin membahas masalah ganti rugi itu. Mengerti sekarang." Seru Leta sambil mencubit pelan kedua pipi sahabatnya itu.

__ADS_1


Sedetik kemudian, Leta pun terdiam, wajahnya mulai berubah ketika ia mengingat ucapan Ken tadi.


Bersambung.


__ADS_2