
Ariel terus melancarkan serangan pada amulet itu, sementara Orion yang sebelumnya di minta oleh Ariel untuk berlindung, segera berpindah di belakang Ariel sesuai permintaan lelaki itu.
“Dasar serigala lemah dan rendahan ! Kau tak akan menang melawan ku !” bentak Danie yang juga membalas serangan Ariel.
Karena sebelumnya Ariel sudah pernah bertarung melawan Galen yang juga merupakan amulet, sedikit banyak dia mengetahui kekuatan amulet yang kali ini menyerangnya dan hal itu membuatnya lebih unggul dan menguasai pertarungan karena bisa membaca gerakannya serta mengetahui kelemahannya.
“buk...” Ariel berhasil menahan pukulan dari Danie yang ditujukan padanya dan berhasil mendaratkan pukulan balik pada amulet itu.
“Kita lihat saja setelah ini siapa yang akan tertawa di akhir ?” jawab Ariel tenang dan yakin pada kemampuannya sendiri jika dia bisa mengalahkan vampir itu.
Danie yang marah setelah mendengar ucapan Ariel yang terkesan meremehkan dirinya kembali menyerang Ariel bertubi-tubi. Namun Ariel terlihat tenang dan bisa menangkis setiap serangan yang ditujukan padanya.
“Kali ini pertarungan akan segera berakhir...” batin Ariel tersenyum menatap lawannya setelah melihat celah dan kesempatan yang ada di depannya.
Ariel merubah dirinya menjadi sosok serigala. Dia lalu bergerak dengan cepat dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendorong tubuh amulet itu dengan keras.
“brak... !” Tubuh Danie terlempar sejauh jauh tujuh meter akibat kekuatan pamungkas Ariel berupa pukulan super dengan beberapa mantera di dalamnya yang bisa membuat lawan sulit menghindar dari serangannya itu.
Tampak Dani terpental jauh dan menabrak beberapa pepohonan lalu menghantam sebuah batu besar yang ada di sana.
“Sialan... !” ucap Danie berdiri dan bersiap melakukan serangan kembali pada Ariel. Tampak Darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Dia merasakan tubuhnya berat dan tak bisa menopangnya lagi namun dia tetap bertahan demi harga dirinya.
Melihat lawan yang sudah tak berdaya, Ariel segera melesat dengan cepat kearah Danie berada sekarang. Dia berubah kembali ke wujud manusia dan sekarang berdiri tepat di hadapan vampir itu.
“Bagaimana apa kau menyerah sekarang ?” tanya Ariel yang berniat melepaskan lawannya itu. Namun Danie dalam keadaan terjepit masih terlihat sombong dan tak mau kalah di tangan seorang werewolf.
“Menyerah ?! Mimpi saja kau !! Kau yang harus memohon ampun padaku !” teriak Danie dengan tersenyum lebar dan mengeluarkan kekuatan sihir es yang membuat tubuhnya membeku namun bisa dipatahkan oleh Ariel dengan mudah.
__ADS_1
“blast...” Setelah es yang menyelimuti tubuhnya retak, Ariel kembali melancarkan satu serangan ke tubuh dan yang membuatnya kembali terpental dan menghantam pohon.
“uhuk...” Danie kembali mengeluarkan darah segar dan kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Tubuhnya ambruk dan tak bergerak lagi.
Ariel yang melihat lawan yang sudah tak bergerak lagi dia pun pergi dan menghampiri Orion.
“Orion... sudah tidak ada yang mengganggumu lagi. Ayo aku antar kau pulang. Tapi dimana Galen ? Kenapa dia tidak bersama mu ?” tanya Ariel lagi yang merasa aneh karena lelaki itu biasanya selalu berada di manapun gadis itu berada.
“Ariel terima kasih sudah menolong ku. Galen... sebenarnya dia saat ini sedang melawan dua amulet lainnya.” jawab Orion yang masih terlihat gemetar dan takut setelah melihat pertarungan Ariel dan amulet itu.
Ariel tampak diam sejenak, dia berpikir jika Galen tidak bisa mengalahkan amulet yang menyerangnya saat ini pasti vampir itu akan mengejar dan menyerang Orion.
“Orion... lebih baik sekarang kau cepat pulang dan aku akan menyusul Galen.” ucapnya memberi saran agar Gadis itu tak lagi dikejar para vampir yang memburunya.
“Baiklah... terima kasih Ariel.” balas Orion tersenyum lebar menatap temannya itu. Dia merasa senang karena Ariel sudah mau menerima Galen dan malah membantunya. Tanpa pikir panjang lagi, Orion pun segera melesat dengan cepat menuju ke rumahnya sebelum ada yang mengejarnya lagi.
Setelah Oreo menghilang dari pandangannya Ariel pun segera melesat dengan cepat mencari Galen dengan melacak melalui aroma tubuhnya.
Galen merasa heran dan terkejut melihat kedatangan Ariel yang tiba-tiba.
“Hey kau ke sini mau membantuku ya ?” tanya Galen pada Ariel sambil menangis serangan dari Krish dan Arvin.
“Asal kau tahu saja ya aku ke sini bukan bermaksud untuk membantumu. Biar ku perjelas lagi aku ke sini demi Orion, agar amulet itu tidak mengejar Orion lagi.” balasnya pada Galen agar lelaki itu tidak salah paham padanya.
“Terserah kau saja mau bilang apa ?! Lalu bagaimana kondisi Orion sekarang ?” tanya Galen kembali karena merasa khawatir pada Orion masih menangis serangan dari Krish dan sesekali melirik Ariel ada di sebelahnya.
“Orion sudah ada di rumah sekarang. Yang terpenting sekarang adalah cepat selesaikan pertarungan ini. Kau hadapi dia dan aku akan urusi dia !” ucap Ariel menoleh ke Galen lalu menatap kembali lawan yang kini berpindah ke depannya.
__ADS_1
“Menarik sekali Pangeran Galen. tak hanya kamu menjalin hubungan dengan target kita, kau juga bahkan berteman dengan werewolf ?!” ucap Arvin pada Pangeran Galen yang kini yang bertarung menghadapi Ariel.
“Hey kau... ! Yang benar saja kalau kau bicara. Biar ku perjelas lagi aku bukanlah teman Galen. Ingat itu !!!” ucap Ariel tak terima mendengar ucapan vampir itu dan membuat emosinya tersulut.
Tanpa menunggu vampir itu menyerang, Ariel menyerangnya lebih duluan. Baku hantam terjadi antara Ariel dan Arvin.
“Tuan Krish sebaiknya kau tak mencampuri urusanku !” bentak Galen yang tak suka mendengar ucapan vampir itu barusan.
Galen merasa bisa fokus melancarkan serangannya sekarang dengan kedatangan Ariel yang membantunya kali ini. Tanpa ragu dia pun mengerahkan seluruh kekuatannya.
“buz... !!” Galen mengeluarkan kekuatan sihir api yang membakar tubuh Krish seketika yang membuatnya tak bisa menangkis dan akhirnya terkena serangan dari Pangeran Galen.
Tubuh Krish terlihat merah membara setelah terkena kekuatan sihir api dari Galen. Dia merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya dan seketika ambruk ke tanah.
“Bruk...” Setelah tubuh Krish tergeletak, Galen mendekatinya dan menginjak dada lelaki itu dan membuatnya memuntahkan darah segar, lalu tak bergerak dan tak sadarkan diri.
Sementara itu di lain sisi Ariel juga tak mau kalah dengan Galen. Dia juga mengakhiri pertarungannya melawan amulet dengan dengan cepat.
“Aku lelah bermain main dengan mu. Aku akan mengakhirinya sekarang.” ucap Ariel pada Arvin.
Ariel segera merubah dirinya ke wujud serigala lalu dia menerkam Arvin dan mengoyak tubuhnya dengan taringnya yang tajam.
“Bruk...”
Arvin yang sudah kehabisan tenaga karena melawan pangeran negara yang tadi tak bisa menghindari serangan area yang membuatnya ambruk ke tanah. Darah segar keluar dari perutnya yang membuatnya tak sadarkan diri.
“Semua sudah berakhir sekarang.” ucap Ariel tersenyum puas melihat dua amulet itu yang sudah terkapar.
__ADS_1
Melihat dua amulet itu yang sudah tak berdaya, Ariel dan Galen meninggalkan mereka begitu saja. Sengaja Galen tak menghabisi mereka untuk menghindari masalah yang akan terjadi di kemudian dan cukup memberi mereka pelajaran saja dan memberikan efek jera pada mereka.
BERSAMBUNG....