Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 142 Mengungsi


__ADS_3

Raja Diaz meminta Bruno untuk membantunya mengatasi masalah saat ini.


“Tolong kau bantu atasi para warga yang ada di luar dulu sebelum aku ke sana.” ucap Raja Diaz saat pengawal kepercayaan nya itu menghadap dirinya.


“Baik Yang Mulia Raja, aku akan segera turun dan mengatasi para warga amulet yang ada di depan istana.” jawabnya sambil memberi hormat kemudian segera pergi dari sana.


Tiba-tiba Raja Diaz teringat pada Istri dan putrinya. Dia memikirkan keselamatan mereka berdua, jangan sampai mereka terkena imbas dari aksi demo kali ini.


Baru beberapa langkah lelaki itu berjalan, Raja Diaz memanggilnya kembali.


“Bruno.... tunggu sebentar...” panggil Raja Diaz.


Bruno berbalik dan kembali menghadap Raja Diaz.


“Ya Raja Diaz... apa ada tugas tambahan untuk ku ?”


“Kirim pengawal lain ke villa jantung emas untuk menjaga Ratu Zoya dan Putri Orion. Informasikan pada mereka untuk jangan keluar dari sana sementara waktu sampai keadaan di sini benar-benar aman dan terkendali.” tambah lelaki itu yang terlihat khawatir.


“Baik Yang Mulia Raja...” jawab Bruno kemudian keluar dari ruangan itu dan bergegas menuju ke luar istana.


Di tengah jalan Bruno memanggil anak buahnya dan memerintahkan untuk pergi ke villa jantung emas, menyampaikan insiden yang terjadi saat ini.


Tak berapa lama kemudian pengawal itu tiba di villa jantung emas.


“tok... tok...” Suara pengamen yang mengetuk pintu Villa.


Di dalam villa tampak Orion yang sedang duduk di sebuah porsi bersama Galen. Lelaki itu merangkul Orion sambil bercakap-cakap dan tersenyum. Galen kembali ke istana Cawan Suci bersamaan dengan Orion yang pindah ke negeri amulet. Semenjak dia kembali ke negeri amulet, dia sering main ke Villa jantung emas untuk menemani Orion.


“Galen... kau dengar ada suara yang mengetuk pintu...?” tanya Orion masih menatap Galen dengan mesra.


“Biar aku saja yang buka pintunya kalau begitu.” jawabnya lalu melepas pelukannya dan berdiri.


Orion seolah berat berpisah dengan lelaki itu walaupun hanya sedetik. Dia menarik tangan Galen agar kembali duduk di sampingnya.


“Orion... sayang... aku hanya sebentar saja hanya membuka pintu dan akan segera kembali ke sini.” jawab Galen melepas tangan Orion dan kembali berjalan menuju ke pintu.

__ADS_1


“kriek...”


Galen membuka pintu dan melihat seorang pengawal yang tampak ketakutan di balik pintu.


“Pengawal dari istana Bulan Dingin... ada apa ?” tanya Galen yang melihat armor khas pengawal istana Bulan Dingin.


“Pangeran Galen... ada yang ingin ku sampaikan ada Putri Orion.” jawab pengawal itu dengan gugup.


“Oh ya... kau bisa Katakan padaku dan aku akan menyampaikan padanya.”


“Baiklah jika pangeran yang meminta. Ada pesan dari Raja Diaz jika saat ini sedang terjadi unjuk rasa di istana Bulan Dingin yang meminta saxion dan amulet yang berjenis tidak murni lainnya pergi dari negeri amulet. Selain itu raja di AS meminta agar Ratu soya dan Korea tidak meninggalkan Villa ini apapun yang terjadi.” jelas awan itu panjang lebar dengan susah payah juga berkeringat dingin.


Galen seketika terlihat terkejut mendengar penjelasan dari pengawal itu. Dia tak menyangka saja jika kasus yang sudah teredam kini kembali mencuat.


“Ya terima kasih atas laporannya.” jawab Galen segera masuk kembali ke Villa setelah menutup pintu.


Setelah pengawal itu pergi, datanglah beberapa pengawal yang datang untuk menjaga dan mengamankan villa jantung emas sesuai perintah dari raja mereka.


Galen berjalan menghampiri Orion dan kembali duduk di sampingnya.


“Galen ada info apa... ?” tanya Orion menarik lengan Galen saat sudah duduk di dekatnya dan merangkulnya kembali.


“Kau jangan terkejut dan kuharap kau tetap tenang.” jawab lelaki itu yang membuat Orion semakin penasaran.


“Galen ada apa sebenarnya...”


“Pengawal tadi bilang saat ini sedang ada unjuk rasa di depan Istana Bulan Dingin yang menentang kehadiran saxion dan sejenisnya di sini.” ucapan lelaki itu mengulangi cerita yang disampaikan oleh pengawal tadi.


“Ah... sudah kuduga....aku masih belum diterima di sini....” ucap gadis itu terlihat sedih setelah sebelumnya senang karena tak ada yang mengusik nya perihal identitas dirinya yang merupakan keturunan campuran.


Galen menarik Orion dalam pelukannya dan mencium dahinya.


“Tenanglah... ada aku disini. Aku akan selalu menjagamu dan melindungi mu dari berbagai marabahaya yang mendatangi mu.” balas Galen untuk menenangkan kekasihnya.


“Ya sayang... ku harap kau tekan sama ada di sampingku selamanya...” balas Orion sambil memeluk Galen erat.

__ADS_1


Beberapa hari berlalu dan ternyata Raja Diaz belum bisa meredam emosi para warga yang terprovokasi yang masih menginginkan Orion pergi dari negeri amulet.


Aksi itu pun kini tak bisa dibendung lagi dan para warga yang sebelumnya berdemo di depan Istana Bulan Dingin kini mulai mengarak kawanan mereka beramai-ramai menuju ke Villa jantung emas.


Saat ini villa jantung emas di kepung oleh para warga dan melancarkan aksi demo nya di sana.


“Keluar... kalian keturunan campuran ! Tunjukkan diri kalian...!” teriak para warga yang berdemo di depan Villa jantung emas.


Dari dalam rumah Orion dan Galen mengintip dari balik tirai jendela dan melihat banyak sekali para warga yang saat ini berunjuk rasa di depan Villa.


“Aku tak menyangka jika mereka akan mencari mu di sini juga...” ucap Galen sambil menutup kembali tirai jendela yang disingkapnya.


“Lalu apa yang harus kita lakukan... bagaimana jika mereka bertindak nekat di sini ?” tanya Orion yang tampak panik melihat sekumpulan massa depan villanya.


Dari dalam keluar Ratu Zoya yang melihat Galen dan Orion berdiri di depan jendela dan menghampiri mereka berdua. Tanpa bertanya wanita itu menyingkap tirai jendela setelah mendengar suara berisik di luar sana.


“Celaka... kenapa mereka semua berada di depan sana ? Pasti mereka akan bertindak nekat setelah ini jika kita tidak melakukan sesuatu.” ucap Ratu Zoya tampak panik sekali.


“Ibu lalu apa yang harus kita lakukan ?” tanya Orion dan Galen bersamaan.


Wanita itu tampak diam dan berpikir. Tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide.


“Kurasa hanya ada satu jalan keluar. Aku dan Orion harus pergi keluar dari sini. Dan kurasa sudah saatnya kami kembali ke istana Samudra Dewata.” ucap Ratu Zoya.


Orion dan Galen saling berpandangan kemudian menyetujui usulan dari wanita itu, karena memang tak ada jalan lain, dan saran itu sepertinya tepat.


“Hanya saja bagaimana caranya kami keluar dari sini dengan selamat...” ucap Ratu Zoya menatap Galen.


“Jika masalah itu ibu bisa mempercayakannya padaku, aku akan mengatasinya.” jawab Galen.


Lelaki itu kemudian mengeluarkan kantong hitam dari saku bajunya. Dia menempelkan bubuk ajaib pada Orion dan juga ibunya.


“Galen... kau...” ucap Orion terhenti saat melihat dirinya Yang kini berubah wujud menjadi seorang pengawal kerajaan istana Bulan Dingin.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2