Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 74 Pendekatan


__ADS_3

Sejak pertemuan pertamanya dengan lelaki asing yang baru di jumpainya itu, Orion jadi lebih sering bertemu dengannya. Yang membuatnya heran, semua mahasiswa di sana seperti sudah lama mengenal lelaki itu.


Suatu pagi di kampus, Orion berjalan dengan teman sekelasnya Clara. mereka keluar dari kelas dan berjalan melewati koridor menuju ke taman. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Galen yang berjalan melewati mereka berdua.


“buk...” tanpa sengaja Galen menubruk Orion dan membuat gadis itu jatuh dan tasnya terlempar.


“oops... maaf...aku tak sengaja menjatuhkan tas mu. Kau baik-baik saja ?” ucapnya lalu membantu gadis itu berdiri dan mengambilkan tasnya.


Orion hanya mengangguk pelan saat lelaki itu menyerahkan tasnya.


“Ini ke sekian kalinya kita bertemu. Nama mu Orion kan... ? Aku buru-buru, sampai jumpa lagi.” ucapnya lalu pergi meninggalkan gadis itu dengan berjalan cepat karena terlihat dari kejauhan ada dua orang gadis yang mengejarnya.


Sementara Orion hanya bengong menatap punggung lelaki tadi. Belum hilang rasa herannya pada lelaki itu bagaimana dia bisa tahu namanya, dia dibuat terheran-heran lagi saat melihat beberapa gadis yang berlari mengejarnya.


“Siapa dia sebenarnya... ?” batinnya menatap lelaki itu yang terlihat menjadi pusat perhatian.


Clara yang berdiri dibelakang Orion dan melihatnya masih melamun menepuk pundaknya dan menjentikkan dua jarinya di depan anak itu untuk menyadarkannya.


“Clara... kau mengagetkan ku saja... !” ucap Orion terkejut setelah tersadar dari lamunannya. Dia berbalik lalu kembali berjalan bersama Clara menuju ke taman.


“hihihi.... kau terpesona pada lelaki tadi ? Wajar saja...dia emang idola di sini.” ucap Clara yang iseng dan menggoda temannya itu.


“Ah... aku terpesona pada penggoda wanita seperti dia? sampai dunia runtuh pun aku tak akan terpikat oleh pesonanya. Siapa dia... kau kenal pada lelaki itu ?” tanyanya pada gadis yang berjalan di sebelahnya dan terlihat kaget saat Orion menanyakan tentang lelaki tadi. Kenapa lelaki yang merupakan idola di kampus tapi temannya itu malah tidak tahu.


“Kau benar tidak mengenal Galen... ?” tanyanya tak percaya saat melihat gadis itu menggeleng.


“Galen itu senior tiga tingkat di atas kita di jurusan kimia.” ucap Clara menjelaskan.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya tiba di taman dan duduk di sana dan melanjutkan obrolan mereka.


Tapi Orion yang masih merasa aneh kembali bertanya.


“Tapi kenapa aku aku merasa baru melihatnya baru-baru ini ya...” ucapnya yang merasa mungkin ada kesalahan dengan ingatannya.


“Huh... makanya kau jadi gadis jangan cuek begitu. Hal seperti itu saja kau tak tahu...” ucap Clara seolah menyalahkan sikap gadis itu yang tak peduli pada sekitar.


Orion yang masih penasaran bertanya lagi pada temannya itu.


“Kalau begitu coba kau ceritakan tentang Galen yang tidak ku ketahui padaku.” pintanya dengan penasaran.


Clara yang mendengar temannya itu meminta dirinya menceritakan lagi tentang Galen seolah tertawa mengejek Orion. Karena sebelumnya gadis itu bilang dia sama sekali tak tertarik padanya namun kini dia malah terlihat sebaliknya. Diapun menceritakan sosok Galen yang di ketahui nya pada Orion.


Tak terasa hari semakin siang dan di taman sekarang terasa menjadi terik. Orion yang tak tahan berada lama di bawah paparan sinar matahari langsung segera berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu.


“Sampai ketemu lagi di kelas nanti...” ucap Clara lalu berjalan pergi meninggalkan Orion menuju ke suatu tempat. Sedangkan Orion hanya melambaikan tangan lalu segera berjalan menuju ke kantin.


Dia berjalan melewati kelas Ariel dan mengajaknya ke kantin bersama, namun anak itu terlihat masih sibuk di kelas sehingga dia pun pergi sendiri ke kantin.


Gadis itu pun duduk di tempat yang kosong setelah memesan minuman favoritnya khas lemon. karena hanya itu minuman yang masih bisa di rasakan nya saat dia minum.


Gadis itu diam merenung membuka buku yang diambilnya dari tas sambil menunggu pesanannya datang.


Pangeran Galen yang sedari tadi mengawasi Orion dari kejauhan tiba-tiba berdiri dan mengambil pesanan es lemon milik gadis itu saat dia juga memesan es lemon.


“tap... tap...” Pangeran Galen membawa dua gelas es lemon dan berjalan menuju ke meja tempat Orion duduk.

__ADS_1


“Ini pesanannya...” ucapnya menaruh satu gelas es lemon milik gadis itu.


“Terima kasih...” balas Orion tanpa melihat dan tetap menatap buku yang dipegangnya. Melihat reaksi Orion yang cuek Pangeran Galen pun segera menarik kursi dan duduk di depannya.


Orion merasa aneh kenapa pramusaji itu malah duduk di depannya dan bukannya pergi setelah mengantarkan pesanan nya. dia pun mengangkat kepalanya dan menatap sosok yang duduk di depannya. Dan betapa terkejutnya dia saat yang di depannya ternyata Pangeran Galen.


“Ouh... kenapa kau mengantar pesanan ku ke sini ?” tanyanya sambil menggeser es lemon miliknya. Pangeran Galen tersenyum menatapnya sambil menggeser gelas miliknya.


“Kebetulan sekali... aku juga memesan yang sama dengan yang kau pesan. Jadi ku bawa sekalian saja punyamu ke sini. Itung-itung sebagai permintaan aku tadi pagi karena tak sengaja menubruk mu.” ucapnya merangkai kata agar terdengar masuk akal di telinga gadis itu.


“Tak perlu seperti itu... tapi terima kasih...” jawab gadis itu sambil membalas senyumnya lalu kembali membaca buku yang di pegang nya.


Pangeran Galen merasa heran dengan gadis yang duduk di depannya itu. Gadis itu begitu cuek dengan dirinya berbeda dengan para gadis lainnya yang memperebutkan dirinya dan memuja dirinya sampai dia risih di buat oleh tingkah mereka.


“Lalu bagaimana aku bisa mencari informasi dari gadis ini jika dia dingin seperti ini... padahal ini kesempatan ku saat si serigala itu ada di sampingnya.” batin Pangeran Galen sambil menatap ke sekeliling mencari keberadaan yang biasa ada di dekat Orion. Karena di harus segera menyingkir jika ada manusia serigala atau penyamarannya akan terbongkar dengan mudah.


“Oh ya... di mana teman lelaki wer... maksud ku teman lelaki yang biasa bersama mu ?” tanyanya mencoba membuka pembicaraan.


Orion merasa heran saja dengan lelaki yang di depannya itu kenapa dia mencari sosok Ariel ? Ada urusan apa dia dengannya ?


“Ariel ya... sepertinya dia masih ada kelas. Kalian sudah kenal sebelumnya ?” ucap gadis itu bertanya balik. Namun lelaki di depannya tampak diam mendengar pertanyaannya itu.


“Oh...tidak...aku tidak mengenal temanmu itu. akunya sering melihat dia sering bersamamu.” ucapnya setelah berpikir.


Mereka berdua pun akhirnya mulai mengobrol. Di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba Ariel datang dan berjalan menghampiri mereka setelah mencari keberadaan Orion sebelumnya.


“Ariel....” panggil gadis itu saat melihat Ariel sudah ada di dekat mejanya. Pangeran Galen yang mendengar Orion memanggil nama manusia serigala itu terlihat pucat.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2