Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 12 Laporan Pada Dewan Konstitusi Vampir


__ADS_3

Pangeran Diaz terus melesat dan tak mempedulikan panggilan ibunya menuju ke villanya. Setibanya di villa, Putri Zoya dan Niki yang sudah sadar menunggu mereka di rumah.


“Tuan putri...” ucap Niki yang menghampiri pangeran Diaz.


“Sayang...” panggil putri Zoya pada suami dan putrinya menghampiri mereka berdua.


“Bagaimana apa semuanya baik-baik saja ?” tanyanya mengambil Orion kecil dari gendongan suaminya lalu menggendong dan menciumnya.


“Kami baik-baik saja tapi... nanti aku ceritakan padamu.” jawab sang pangeran mencium kening istrinya.


“Mama... ngantuk...” ucap Orion kecil merengek minta turun dari gendongan dan beralih minta gendong Niki.


“Tuan Putri waktunya tidur tuan, biar aku bawa Putri Orion ke kamarnya.” ucap Niki membawa masuk sang putri ke tempat tidurnya dan membaringkannya. Pangeran Diaz dan Putri Zoya ikut masuk ke kamar Orion dan menunggui mereka sampai tertidur.


Setelah putrinya tertidur, mereka kembali ke kamar mereka dan duduk di kursi.


“Ceritakan padaku apa yang terjadi di sana sayang ?” tanya Putri Zoya mengambilkan segelas air dan memberikan pada suaminya.


Sang Pangeran menerima gelas dari tangan istrinya lalu menaruh kembali ke meja setelah dia menghabiskannya. Dia lalu menarik tubuh sang putri ke pangkuannya.


“Sayang di istana bulan dingin tadi ada Raja Arkana. Dia melihat Orion kita yang merupakan keturunan saxion.” ucapnya khawatir sambil memainkan rambut istrinya.


“Apa yang di lakukan Raja Arkana pada putri kita ?” balasnya sambil menyentuh wajah suaminya dengan lembut.


Putri Zoya yang merasa haus sedari tadi mulai membuka satu per satu kancing baju suaminya sambil mencium dada bidang sang pangeran dan meninggalkan banyak kissmark di sana.

__ADS_1


“Aku tidak tahu sayang, semoga saja Raja Arkana tidak melaporkan hal ini pada dewan peraturan vampir. Atau mungkin ayah sengaja memanggil temannya itu datang ke sana agar melihat putri kita ?” tanyanya khawatir lalu mencium bibir istrinya untuk mengusir rasa itu jauh sambil membuka resleting baju sang putri.


Pangeran meraba dada istrinya dan menciumnya yang membuat sang putri darahnya terbakar dan tak kuasa menahan birahinya. Sang putri pun dengan cepat membuka sabuk celana suaminya dan langsung mendudukinya dengan membuka kaki lebar-lebar sambil memeluk erat sang pangeran.


“Aah... uh... sayang... itu tak akan terjadi.” putri Zoya mendesah merasakan panasnya tubuh sang pangeran.


Pangeran Diaz pun berdiri sambil tetap menggendong istrinya lalu membaringkannya ke tempat tidur dan kembali menindih tubuh seksi wanitanya serta terus membuat sang putri terus mengerang di bawah gerakan tubuh indahnya.


Dua jam kemudian Pangeran Diaz mengatupkan kaki istrinya merapat dan dia berpindah tidur di sampingnya sambil mendekap istrinya serta menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Mereka pun tertidur setelah melakukan aktivitas yang menguras tenaga itu.


Kembali ke Istana Bulan Dingin.


Pangeran Arkana berdebat dengan Raja Netra setelah kepergian Pangeran Diaz dari sana bersama putri kecilnya itu.


Raja Netra mengatur raut mukanya agar terlihat marah bercampur emosi dengan menekuk kedua alisnya dan membuatnya bertautan sambil mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.


“Seandainya kau adalah ayahnya, lalu apa yang akan kau lakukan padanya ?” tanyanya kembali ingin mendengar pendapat dari kawan lamanya itu.


“Kau bertanya padaku ? Hahaha... kawan kalau saja itu terjadi padaku, maka sudah pasti aku akan langsung menghabisi anak ku tanpa ragu sampai keturunan terakhirnya dan tak menyisakan salah satupun dari mereka.” jawab Raja Arkana berapi-api menatap temannya itu.


Raja Netra menelan ludah mendengar jawaban Raja Arkana yang ekstrim itu. Ia tak sampai hati jika harus membunuh keturunannya sendiri yang masih darah dagingnya. Cukup baginya jika putranya itu mendapat hukuman berat dan membuatnya merasa jera saja dari Dewan Konstitusi Vampir.


“Ya terimakasih atas saran mu, kawan. Aku akan mempertimbangkan usulan mu dan memberikan hukuman berat pada putra ku segera.” jawab Raja Netra sambil menepuk punggung temannya itu dan mereka tertawa bersama.


Mereka lalu kembali membahas kerjasama diplomatik di bidang militer yang mereka gagas sebelumnya. Dua jam berikutnya setelah kesepakatan tercapai di antara mereka, Raja Arkana pamit undur diri.

__ADS_1


“Sampai jumpa lagi kawan. Aku tunggu kerja sama berikutnya dengan mu.” ucap Raja Arkana pamit sambil menjabat erat tangan Raja Netra.


“Ya sampai jumpa lagi...” balas Raja Netra tersenyum lebar sambil menepuk bahu sahabatnya itu.


Beberapa hari setelah kunjungan Raja Netra ke istana Bulan Dingin itu, kabar tentang Pangeran Diaz yang mempunyai seorang putri saxion tersebar dengan cepat ke seluruh penjuru istana Bulan Dingin hingga ke bagian pelosok.


Tak jelas siapa yang menyebarkan berita itu. Awalnya Raja Netra menceritakan hal itu pada salah satu keluarganya. Lalu percakapan mereka saat itu terdengar oleh pengawal kerajaan mereka. Dan setelahnya entah pada siapa lagi mereka bercerita yang membuat berita itu sampai ke telinga Dewan Konstitusi Vampir.


Di suatu tempat lainnnya, duduklah ketua Dewan Konstitusi Vampir yang sedang melakukan audit dan memeriksa semua berkas tumpukan kasus di mejanya. Tiba-tiba ada yang datang dan mengganggu pekerjaannya itu.


“Lapor Ketua Dewan Konstitusi Vampir, tuan Buana. Akhir-akhir ini ada isu yang merebak di tengah publik dan membuat resah para amulet.” lapor salah satu anggota Dewan Konstitusi Vampir.


“Ya Hady... berita apa yang bisa meresahkan dan membuat gempar seluruh amulet?” tanyanya menatap lelaki itu sambil menaruh buku laporan tebal yang saat itu di pegangnya.


“Maaf tuan Buana. Ada yang bilang jika Pangeran Diaz telah berhubungan dengan manusia dan sekarang memiliki putri yang merupakan Saxion. Namun berita itu simpang siur belum tahu kebenarannya seperti apa.” ucap salah satu anggota Dewan Konstitusi itu dengan wajah agak takut. Karena sebenarnya bukan dia yang melaporkan pertama kali hal itu pada tuan Buana.


Ketua Dewan Konstitusi itu tidak menerima informasi mentah itu begitu saja. Karena harus ada bukti kebenarannya dan bukanlah pernyataan tak berdasar dan tak bersumber tanpa kejelasan.


“Baiklah Hady aku berikan tugas pada mu sekarang untuk mencari kebenaran informasi simpang siur itu dan segera melaporkan hasil investigasi mu itu pada ku dalam kurun waktu 1 x 24 jam.” ucap sang ketua memberi instruksi padanya.


“Baik ketua Buana.” ucapnya sambil memberi hormat pada atasannya itu.


Tanpa banyak kata lagi Hady segera undur diri dan berpamitan menjalankan misinya kali ini. Dia segera menuju ke istana Bulan Dingin untuk mencari kebenarannya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2