Darah Campuran

Darah Campuran
Eps 57 Menyusup


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Siang hari setelah mereka pulang dari kampus, Orion dan Ariel tampak berjalan bersama dan sekarang mereka sudah nampak dekat dengan rumah gadis itu.


“Ayo kita masuk...” ucap Ariel mengajak Orion masuk ke rumah.


“Kau mau main ke rumah ku sekarang ? Emm... sepertinya lebih baik nanti sore saja kau ke sini lagi dan kita akan pergi jalan-jalan. Aku merasa sekarang mataku berat sekali untuk di buka...” ucap gadis itu pada Ariel yang nampak kecewa karena dia tidak mengizinkan lelaki itu masuk ke rumahnya sambil mengucek matanya.


“Ya sudah kalau begitu... aku pulang dulu. Sampai ketemu nanti sore.” jawabnya melepas tangannya dari gagang pintu rumah Orion. Dia lalu berjalan pulang menuju ke rumahnya meninggalkan gadis itu yang masih di luar.


Selepas kepergian Ariel, Orion segera masuk rumah. Dia menaruh tasnya di meja dekat kamar tidurnya lalu menatap jam dinding di kamarnya.


“Sepertinya masih panjang waktuku. Ibu baru akan pulang nanti sore. Aku harus memanfaatkan waktu yang ada saat ini.” ucap gadis itu segera berganti baju dan memakai topi serta kacamatanya.


Beberapa saat kemudian setelah selesai berganti baju, dia menyelinap keluar dari rumahnya lalu segera mengunci pintu begitu sudah ada di luar.


“Menurut apa yang di ucapkan oleh Paman Fredi kapan lalu... berarti aku harus lewat jalan sini untuk menuju ke negeri amulet.” gumam gadis itu melewati jalan yang di katakan oleh ayahnya Ariel sebelumnya.


“whoosh....” gadis itu melompat ke udara dan menyusuri jalan itu. Sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihat rumahnya yang masih tampak sepi dari kejauhan.


Gadis itu tersenyum dan kembali menyusuri jalanan.


Satu jam berlalu dan Orion masih belum sampai ke tempat tujuan.


“Aku sudah jauh sekali dari rumah... namun kenapa aku masih belum sampai juga ?” ucap gadis itu yang mulai merasa lelah.


Dia turun dan mendarat lalu duduk sebentar di bawah pohon besar yang rindang sekedar untuk mengatur nafasnya yang tidak stabil. Dia memandang ke sekeliling ke arah pepohonan yang ada di sana.


“Tempat ini... aku seperti tidak asing melihatnya.” ucapnya kembali melihat ke sekeliling dan menatap pepohonan yang berjajar di sana. Dia lalu mengingat-ingat lagi.


“Ini kan daerah di sekitar nenek Hera... yang dulu pernah menolong ku dan ibu...” gumamnya setelah berhasil mengingat kembali.

__ADS_1


“Lalu bagaimana kabar nenek Hera ya...” ucapnya penasaran dan juga merasa rindu pada nenek itu.


Dia bangkit lalu kembali melompat ke udara. Tak lama kemudian dia sampai di depan rumah nenek Hera. Dia melihat nenek itu sedang duduk sendiri di teras rumah bersama seekor anjing.


Orion yang saat itu ada di pohon untuk mengamati nenek itu ingin turun dan menyapanya. Namun dia mengurungkan niatnya setelah menyadari dirinya yang tumbuh dengan cepat dan menjadi seorang gadis remaja sekarang. Bagaimana dia akan menjelaskan hal itu pada nenek Hera nantinya.


Sementara itu tiba-tiba anjing milik nenek Hera menggonggong menatap sebuah pohon yang agak jauh di depan rumah sang nenek.


“guk... guk...” anjing itu terus menyalak dan sekarang malah berlari menuju ke pohon dimana Orion berada.


“Tunggu.... kau mau ke mana ?Ada apa... ?” ucap nenek Hera melihat anjingnya yang tiba-tiba berlari tanpa sebab lalu mengikuti ke arah anjing itu berlari.


Orion melihat anjing itu berlari dan dia yakin anjing itu mengetahui kehadirannya.


“Gawat... aku harus segera pergi dari sini sebelum anjing itu menemukan ku.” ucapnya lalu kembali melompat ke udara dan melesat cepat meninggalkan tempat itu.


Tepat setelah gadis itu pergi dari sana anjing itu tiba di bawah pohon tempat Orion berada tadi.


“Tidak ada apa-apa di sini... ayo kita kembali ke rumah...” ucap sang nenek menggendong anjingnya dan kembali pulang ke rumah setelah sekali lagi melihat tak ada apa-apa di pohon itu.


Sementara itu Orion dari kejauhan menoleh ke belakang dan menghirup nafas lega, “hampir saja tadi ketahuan...”


Dia kembali meneruskan perjalanan setelah tenaganya kembali. Dia melewati hutan yang sangat panjang lalu beberapa saat kemudian dia tiba di daerah berpenghuni dimana di sana ada kerajaan yang berdiri megah.


Gadis itu lalu mendarat dan berjalan kaki melewati istana itu. Dia berhenti sebentar dan melihat dari kejauhan. Ada seorang wanita tua yang berjalan ke luar istana menuju ke kereta yang sudah menunggunya di luar gerbang istana.


Wanita tua itu memakai gaun bangsawan dan ada pengawal yang mengikutinya.


“Silahkan naik ratu... semua sudah siap. Kusir akan segera mengantar Ratu ke tempat tujuan.” ucap pengawal itu membukakan pintu kereta.

__ADS_1


Orion yang mempunyai pendengaran tajam bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh pengawal itu barusan.


“Ratu... tunggu dulu... wanita tua itu kan wanita yang pernah bertemu dengan ku di rumah makan... jadi dia adalah seorang ratu ?” gumamnya setelah melihat sosok wanita yang pernah di temuinya di rumah makan beberapa waktu yang lalu.


Setelah melihat nenek yang baru di ketahuinya itu ternyata seorang Ratu, sudah naik ke kereta dan pergi dari istana itu. Gadis itupun segera pergi melanjutkan perjalanannya yang masih separuh jalan lagi.


Dia kembali melewati hutan lebat yang sangat luas yang merupakan daerah perbatasan antara kerajaan manusia dan kerajaan amulet.


Suasana di hutan itu sangat mencekam. Sepi tak ada sosok orang yang nampak di sana. Selain itu suasana sedikit lebih gelap meski masih siang hari. Hanya terdengar kicauan burung saja di sana yang sesekali bersiul yang menambah suasana semakin mencekam.


Satu jam berikutnya dia telah keluar dari hutan seluas perkotaan yang di tempatinya sekarang ini.


“Sepertinya sebentar lagi aku akan sampai...” ucapnya bersemangat meski sebenarnya sudah merasa lelah.


Tak lama kemudian dia tiba di sebuah tempat yang tampak tertutup sekali dari dunia luar.


Sementara itu saat hari sudah sore, Ariel akan berangkat ke rumah Orion. Dia berpapasan dengan ayahnya di pintu.


“Kau mau kemana ?” tanya ayahnya melihat anak lelakinya itu membuka pintu rumah.


“Aku mau main ke tempat Orion, ayah...” jawabnya singkat dan menatap ayahnya yang kini menghampirinya.


“Kemarin gadis itu ke sini saat kau tidur. Lalu dia ngobrol dengan ku.” ucapnya menarik bahu Ariel agar berhenti.


“Tumben sekali dia bicara pada ayah. Apa yang kalian obrolkan?” tanya lelaki itu heran dan penasaran.


“Aku sendiri juga heran. Dia bertanya padaku tentang negeri amulet dan lokasi kerajaan Bulan Dingin.” jawabnya yang membuat Ariel shock tak percaya pada apa yang di ceritakan oleh ayahnya barusan.


“Lalu... ayah memberitahunya ?” tanyanya yang mulai khawatir saat melihat ayahnya yang mengangguk.

__ADS_1


“Gawat... dasar gadis itu...” ucapnya tak mendengar ayahnya yang masih bicara dan langsung berlari keluar dari rumahnya dan bergegas menuju ke rumah Orion.


BERSAMBUNG....


__ADS_2